Home » Renungan

Category Archives: Renungan

Video Renungan Harian

Percaya Allah Yang Membangkitkan

Kehidupan manusia tidak terlepas dari penderitaan. Dalam menjalani kehidupan di dunia, manusia seringkali diperhadap-kan dengan berbagai macam penderitaan dan peristiwa duka. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai macam persoalan kehidupannya sehingga terasa begitu berat dan sulit untuk diatasi. Kesulitan mengatasi persoalan dan beratnya penderitaan yang harus ditanggung dapat menimbulkan sikap pesimis, frustasi dan tidak berdaya. Berbagai penderitaan dan peristiwa duka dapat membuat seseorang bersikap menyerah, kalah dan tidak memiliki semangat hidup untuk bangkit dari keterpurukan.

Memasuki Minggu Pra Paska kelima ini, umat diajak untuk belajar percaya pada kuasa Allah yang mampu membangkitkan yang sudah mati dan memberi kekuatan baru untuk tidak menyerah kalah atau terbelenggu oleh berbagai penderitaan dan peristiwa duka.

(lebih…)

Perjumpaan Yang Mengubahkan

Roma 5:1-11; Yohanes 4: 5-42

Perjumpaan berangkat dari kata dasar jumpa yang artinya berpandangan, bertemu muka, bersua atau berhadapan. Sementara itu berjumpa berarti ada pertemuan dan terjadi sikap saling bertatap muka, saling memandang dan interaksi. Mungkin hanya kontak mata dan hati yang bicara (menangkap kesan), namun demikian bisa jadi terdorong untuk meneruskan dalam bentuk percakapan mendalam. Perjumpaan merujuk pada sebuah kondisi yang terjadi dan mengharuskan seseorang saling bertemu muka, berhadapan dan tersedia ruang untuk berinteraksi mendalam. Demikianlah dalam berelasi dengan siapapun sebagai makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat yang majemuk, sangat mungkin terjadi perjumpaan dengan siapapun dan dalam kondisi apapun, baik dalam konteks keseharian hidup maupun melalui media sosial. Di dalam perjumpaan selalu terbuka kemungkinan dan kesempatan terjadinya banyak hal, baik yang berpengaruh positif maupun negatif.

Perjumpaan dapat mengubah sikap seseorang makin kuat dalam relasi sosialnya. Salah satu ukuran keberhasilan dalam berelasi sosial dan berdialog dengan masyarakat yang majemuk menurut Muhamad Ali (2003) yaitu menguatnya aspek “social trust”, yakni kepercayaan kedua belah pihak yang tumbuh secara natural oleh karena dua syarat yang sudah terpenuhi. Pertama, “rasa percaya” pada yang lain sekalipun berbeda latar belakang dan keagamaannya. Kedua, sikap “percaya diri” dalam menjalani kehidupan religiusitas keagamaannya sehari-hari, tanpa lagi berada dalam bayang-bayang dikotomi mayoritas-minoritas di masyarakat. Demikian juga sikap terbuka terhadap tetangga yang berbeda, mau mendoakan sekalipun berbeda agama dan budaya, mau mengucapkan selamat kepada yang berbeda, dan yang terpenting mau bekerjasama untuk mengatasi persoalan kemanusiaan bersama-sama.

(lebih…)