Home » Renungan

Category Archives: Renungan

Berita yang Menarik untuk Semua

1 Korintus 1 – 9; Yohanes 1:29-42

Ada dua kecenderungan mengenai bagaimana seseorang menyikapi sebuah berita yang menarik. Kecenderungan pertama, seseorang akan menerima berita tersebut dan memilih menikmatinya untuk diri sendiri. Ia tidak terpanggil untuk meneruskan berita tersebut sebagai bagian yang juga dapat dinikmati oleh orang lain. Kecenderungan kedua, seseorang menerima berita tersebut, menikmati untuk diri sendiri, kemudian tergerak untuk menyampaikan berita tersebut agar orang lain juga merasakan kenikmatan/berkat yang sama dengan apa yg dia rasakan.

Kasih karunia Tuhan merupakan berita menarik yang setiap hari kita rasakan. Setiap orang yang menerima kasih karunia Tuhan, sudah semestinya mewartakan berita baik tersebut pada sesama sebagai sebuah cara menghayati dan mensyukuri kasih karunia Tuhan. Dalam tema perayaan iman minggu ini, umat dipanggil untuk mengarahkan hati ke dalam sprititualitas meneruskan kabar sukacita tersebut.

(lebih…)

Pembaptisan Tanpa Pemulihan : Mungkinkah?

(Matius 3:13-17)

Pada hari ini, gereja-gereja memasuki minggu pembaptisan Yesus. Pembaptisan-Nya di sungai Yordan merupakan proklamasi tentang hakikat Yesus sebagai Mesias yang merendahkan diri. Dari proklamasi itu, kita mengenal Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan merendahkan diri demi memulihkan ciptaan-Nya. Permintaan-Nya untuk dibaptiskankan menjadi teladan bagi kita agar belajar merendahkan diri dalam gumul dan juang bersama Allah dan ciptaan Allah yang lain.

Bagi orang Kristen, baptisan memiliki makna penting. Dalam buku Selamat Berbakti, Pdt. Andar Ismail menuliskan bahwa baptisan adalah sebuah perjanjian yang penting. Bahkan lebih penting dari segala perjanjian lain, sebab baptisan adalah perjanjian antara kita dengan Kristus. Melalui perjanjian itu relasi manusia dengan Allah dipulihkan. Baptisan adalah perjanjian antara dua pihak, namun kedua pihak tidak sederajad (asimetris). Tuhanlah yang membuat prakarsa, manusia menerima. Kita dibaptis bukan karena prestasi iman. Baptisan bukan hasil pertobatan kita melainkan hasil anugerah Allah.

(lebih…)

Berbagi Terang

Matius 2:1-12

Secara liturgis, ibadah minggu ini disebut sebagai minggu Epifani. Epifani berarti penampakan, kedatangan, kelihatan, membuat nyata, atau membuat jelas. Di minggu Epifani gereja merayakan Penampakan Tuhan. Maksudnya, Epifani yang dirayakan setelah natal memperjelas atau menampakkan hakikat Yesus. Di tempat terpencil bernama Betlehem, kehadiran Yesus inkarnasi Allah, terlihat jauh melampaui batas wilayah. Para Majus melihat terang bintang Timur, dituntun menjadi penyaksi Sang Terang yang terlahir. Hal ini mengingatkan gereja bahwa Kristus, Sang Terang, tak lagi ditempatkan di palungan atau altar gereja yang seolah jauh dari jangkauan pergumulan hidup. Dengan Epifani, umat justru melihat bahwa Terang Kristus harus bercahaya di luar gereja. Terang Kristus diwujudnyatakan umat percaya dalam keseharian melalui hal-hal sederhana yang memberikan pengharapan bagi mereka yang hidup dalam kegelapan.

(lebih…)