Home » Bahan PA » Bahan PA 25 Februari – 2 Maret 2019

Bahan PA 25 Februari – 2 Maret 2019

MEWUJUDKAN PERTEMUAN JEMAAT YANG TERATUR

Urutan :
Baca ayat, baca pengantar, bahas ayat, bahas bahan diskusi, tarik kesimpulan.

Membaca 1 Korintus 14 : 26-40
Membaca ulang : ayat 33 & 40

Pengantar
Di GKJ kita telah sering melakukan berbagai macam pertemuan jemaat. Selain Ibadah Minggu dan Ibadah Hari Besar, kita mengenal pertemuan jemaat, seperti: PA, PD, Bidston, peringatan hari besar, Katekisasi, pendadaran, termasuk juga persidangan yang melibatkan jemaat. Setidaknya ada 3 unsur yang menjadi penentu agar pertemuan berlangsung baik, yakni: petugas, jemaat, dan sarana prasarana.

Petugas
Dalam hal ini menunjuk pihak-pihak yang mendapatkan bagian mengatur dan melaksanakan pertemuan jemaat, seperti: Penanggungjawab, Pemimpin Firman, Pemimpin Pujian, pemandu pujian, operator, petugas penghubung dan petugas lainnya. Pihak-pihak ini akan menentukan bagaimana pertemuan jemaat dapat berlangsung baik, ditentukan bagaimana mereka ini memiliki kesediaan, persiapan, melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Jemaat
Dalam hal ini mereka yang terlibat dalam pertemuan jemaat umum, jemaat secara kategorial, atau jemaat khusus sesuai dengan bentuk pertemuan jemaat yang diikuti. Setiap anggota jemaat mempunyai andil besar untuk terwujudnya pada pertemuan jemaat yang baik. Kesiapan, keseriusan, dan motivasi akan menentukan keterlibatan anggota jemaat dalam pertemuan tersebut. Tentu juga akan suasana dan rasa pertemuan jemaat tersebut.

Sarana prasarana yang diperlukan dalam pertemuan jemaat akan tergantung dimana dan seberapa luas tempat, bentuk dan variasi acara, jumlah dan kategorial yang hadir. Kebutuhan sarana prasarana merupakan sesuatu yang komplek tergantung banyak hal, sehingga perlu penanganan khusus dalam setiap kegiatan. Seiring dengan perkembangan yang terus terjadi kebutuhan akan multimedia merupakan sesuatu yang penting mulai saat sekarang. Persoalan audio misalnya, bagaimana bisa jernih, mudah didengar dan tidak banyak gangguan, sangat dipengaruhi oleh karakter tempatnya. Kebutuhan sarana visual juga akan banyak mengalami kendala ketika gedung atau tempat masih tergantung/ banyak sinar matahari yang masuk. Kekuatan sinar/ terang matahari menjadi hambatan bagi penggunaan visual/ tanyangan. Maka dalam hal pembangunan/ pengembangan gedung tempat peribadahan yang mempertimbangkan kebutuhan multimedia atau yang ramah terhadap pemanfaatan multimedia. Uraian tersebut dapat menjadi acuan bagi jemaat GKJ Wonosari untuk mengevaluasi pelayanan pada pertemuan jemaat selama ini.

KETERANGAN AYAT :
1 Korintus 14 : 26-40
33 : Pertemuan jemaat harus berlangsung dengan damai sejahtera dan menghidari kekacauan terjadi.
40 : Pertemuan jemaat harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
26 : Paulus menekankan perlunya partisipasi jemaat baik dalam bermazmur dan pengajaran, atau peran lainnya harus dipergunakan untuk membangun jemaat.
27-28 : ayat ini di awali ‘jika ada’ menunjukan bukan suatu keharusan tetapi ketika ada maka harus diberikan kesempatan. Menunjukkan bahwa karunia kepada masing-masing jemaat berbeda-beda.
29-32 : Pengajaran nabi-nabi perlu mendapatkan perhatian dan tanggapan. Dalam hal menyatakan pernyataan dilakukan dengan baik dan dengan pengendalian diri.
34-35 : Pada saat itu posisi perempuan memang diatur untuk berdiam diri dalam ibadah dan harus memberikan perhatian terhadap pengajaran. Perempuan tidak diperkenankan untuk berbicara dalam pertemuan ibadah, selalu dengan kebiasaan saat itu untuk selalu tunduk terhadap suaminya. Tetapi berdiskusi atau menanyakan terhadap sesuatu dapat dilakukan dengan suaminya.
36-39 : Setiap jemaat yang mendapatkan karunia rohani atau sebagai, harus menyadari sebagai perintah Tuhan. Dan tentunya harus selalu mengarah kepada pembangunan jemaat. Pulus menekankan agar-masing-masing berusaha untuk mendapatkan karunia. Mendapat karunia atau tidak mendapat karunia itu semua dari Tuhan. Yang paling utama masing-masing saling menghargai dan memperhatikan satu sama lain.

Secara umum Rasul Paulus mengajarkan bagaimana jemaat menyadari karunia-karunia dalam hal untuk membangun jemaat. Masing masing harus sadar akan karunia-karunia pemberian Tuhan dengan menghargai dan memperhatikan perbedaan karunia-karunia tersebut. Jemaat juga harus bisa menempatkan diri dan mengambil peran masing masing, sehingga pertemuan jemaat dapat berlangsung sopan dan teratur dan berlangsung dalam suasana damai sejahtera.

PEMBAHASAN AYAT :
Untuk memberikan bahasan yang lebih, pertanyaan berikut menjadi fokus percakapan.
 Bagaimana Rasul Paulus memandang perlu menekankan perlunya keteraturan pertemuan jemaat di Korintus ?

PENGANTAR DISKUSI :
Dari pengantar dan keterangan ayat peserta PA dapat melakukan diskusi bagaimana pertemuan jemaat dapat menjadi sarana pembangunan jemaat. Demikian sebaliknya bagaimana pembangunan jemaat dapat dilakukan melalui pertemuan jemaat. Pengelolaan pertemuan jemaat (Ibadah, peringatan hari besar, PA, Bidston, katekisasi, dlsb) harus dilakukan untuk mencapai keteraturan dan damai sejahtera.

Pengelolaan kegiatan tersebut dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan, dilakukan dengan tujuan agar pelaksanaan dipastikan dapat berlangsung. Persiapan dilakukan dengan penyusunan acara, penentuan waktu, penunjukan personal, penyusunan jadwal, dan persiapan sarana prasaran yang diperlukan. Dalam tahapan persiapan ini perlu ditekan sedikit mungkin terjadinya perubahan, atau jika terjadi perubahan dilakukan jauh dari pelaksanaan. Setiap peran masing-masing petugas perlu memperhatikan jadwal untuk menekan perubahan penugasan. Tahap persiapan memerlukan waktu yang lebih panjang dibanding dengan pelaksanaan. Tahap ini membutuhkan koordinasi dari pihak-pihak terkait.

Tahap pelaksanaan, dilakukan berdasarkan persiapan yang ada. Koordinasi, perhatian dan partisipasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan akan mengantarkan kepada pertemuan jemaat secara teratur dan penuh damai sejahtera.

Tahap evaluasi, dilakukan sejak dari persiapan dan pelaksanaan. Ditahap persiapan perlu pemahaman apa yang dimaksudkan, sehingga terdapat kesamaan maksud dan tujuan persiapan yang akan direalisasikan dalam pelaksanaan. Sedangkan evaluasi setelah pelaksanaan dilakukan sebagai dasar untuk memperbaiki pelayanan dalam pertemuan jemaat.

Dalam rangka peningkatan pelayanan dalam Ibadah, PA atau pertemuan jemaat di GKJ Wonosari tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi perlu terus dilakukan penyempurnaan. Peserta PA bersama-sama dapat melakukan diskusi pada kesempatan ini berdasarkan bacaan ayat ataupun berdasarkan pelayanan pertemuan jemaat selama ini di GKJ Wonosari.

BAHAN DISKUSI :
(semua pertanyaan dibaca terlebih dahulu baru kemudian melakukan diskusi)
1. Bagaimana kita memandang perlunya persiapan, baik penunjukan petugas, penjadwalan dan persiapan pengusaan materi oleh petugas ?
2. Bagaimana masing masing jemaat mewujud nyatakan dalam mengambil peran pelayanan pada berbagai bentuk pertemuan jemaat?
3. Bagaimana seharusnya memberikan apresiasi kepada petugas yang telah menyediakan diri dalam melakukan pelayanan pada pertemuan jemaat?
4. Bagaimana mewujud nyatakan pembangunan jemaat melalui pelayanan pertemuan jemaat?

PENUTUP:
Kiranya melalui diskusi ini peningkatan pelayanan pertemuan jemaat di GKJ Wonosari semakin mantap, dengan semangat pemberdayaan jemaat. Amin. (p@t)

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN