Home » Renungan » Berkarya Berlandaskan Firman

Berkarya Berlandaskan Firman

Lukas 4:14-21

Pengalaman menghayati hidup dalam penyertaan firman Tuhan dialami oleh seorang bernama Arabella Katherine “Kate” Hankey. Ia lahir 12 Januari 1834 di Clapham, Middlesex, Inggris dan meninggal pada tanggal 9 Mei 1911 di London, Inggris. Meski bukan seorang misionaris, Hankey senang memberitakan injil kepada pekerja-pekerja perempuan di pabrik. Ia sadar bahwa mereka yang bekerja di pabrik itu butuh penguatan dari Allah. Melalui Alkitab itulah mereka bisa bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup. Ketika Hankey berumur 30 tahun ia mengalami sakit yang sangat serius dan ia disuruh oleh dokternya untuk beristirahat selama 20 bulan. Meskipun ia harus berbaring di atas ranjang selama itu ia tidak lantas berhenti dari “hobinya” tersebut. Dalam kondisi tersebut ia menulis puisi yang sangat panjang. Puisinya berisi tentang kerinduan dia dalam memberitakan kabar sukacita atau menuturkan cerita mulia yaitu Yesus dengan kemuliaan dan Kasih-Nya. Puisi Hankey terdiri atas 2 bagian yaitu “The Story Wanted” dan “The Story Told”. Dari puisi ini terciptalah sebuah lagu yaitu “I Love To Tell the Story” sekitar 10 bulan setelah puisi ini diselesaikan. Ia juga membuat nadanya meskipun mengalami beberapa koreksi ketika diiringi dengan musik. Inilah KJ 427:1

‘Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
‘Ku suka menuturkan cerita yang benar, penawar hati rindu, pelipur terbesar.
‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan, Cerita Tuhan Yesus dan cinta kasih-Nya.
(Sumber:https://sautmariang.wordpress.com/2010/03/24/sejarah-lagu-kusuka-menuturkan-i-love-to-tell-the-story/)

Bagaimana dengan kita? Apakah firman Tuhan menjadi landasan dalam kita menjalani hidup? Melalui Pemberitaan firman hari ini setiap warga Gereja diharap dapat menceritakan pengalaman menjalankan karya berlandaskan firman Tuhan.

Dalam rangka memahami Injil Lukas 4:14-15, perlu diawali dengan membaca perikop sebelumnya, yaitu kisah tentang Yesus yang berhasil melawan pencobaan dengan kuasa Roh Kudus. Oleh karena itu perikop ini dimulai dengan menyebutkan, “Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu” (4:14). Yesus siap memulai pekerjaan-Nya di tengah dunia. Ia datang ke Galilea, daerah yang padat penduduk non-Yahudi. Di situ Ia menunjukkan karya-Nya.

Luk. 4:16-17 mengisahkan tentang Yesus yang datang ke Nazaret, kampung halaman-Nya. Daerah itu terletak di Galilea. Kedatangan-Nya ke Sinagoga menunjukkan bahwa Dia adalah Yahudi yang setia beribadah dan melayani. Di Sinagoga itu, tampak Yesus menjadi lektor dan pengotbah. Kitab yang diberikan kepada-Nya adalah kitab Yesaya.

”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang”.

Yang dibaca Yesus di Nazaret adalah Yesaya 61:1-2. Bisa jadi bunyinya tidak asing di telinga semua orang yang hadir dalam ibadah itu. Tetapi mengapa saat Yesus membacakan bagian ini, semua mata tertuju kepada Yesus? Mengapa semua tampak heran? Semua tampak heran karena melihat bahwa firman Tuhan yang pernah disampaikan Yesaya ratusan tahun sebelum Yesus berkarya hendak digenapkan oleh Yesus.

Penggenapan firman itu dikuatkan dengan perkataan-Nya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Melalui Alkitab yang dibaca-Nya, Yesus mengingatkan semua yang hadir di rumah ibadah itu. Sesungguhnya Tuhan menyertai kehidupan umat-Nya. Tuhan menjadi sumber kehidupan. Mereka yang miskin, tersisih, tertindas, menderita, berbeban berat dihargai oleh Tuhan. Semua umat Allah tidak ditinggalkan-Nya. Bahkan dalam keadaan terpurukpun, Ia hadir untuk memberi kekuatan yang baru. Namun umat seringkali tidak mendengarkan sapaan dan berita Allah itu. Dalam keadaan miskin, tertindas, menjadi orang-orang yang berbeban banyak yang tidak mendengar suara Tuhan. Tidak jarang juga malah menutup diri bagi Tuhan. Jika demikian, tidak mengherankan jika keadaan hidup makin terpuruk, menderita, tertekan dan berbeban. Karena itu, Yesus mengatakan, “Hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”. Sabda Tuhan itu digenapkan dalam kehidupan umat saat umat mendengar suara-Nya. Sabda yang diproklamirkan Yesus merupakan pembebasan bagi umat agar mereka memiliki semangat berkarya bagi Allah dan sesama.

Sabda Allah merupakan sumber kekuatan bagi umat. Di sana ditemukan peneguhan sekaligus peringatan. Israel yang kehilangan pengharapan beroleh peneguhan Allah sehingga dapat melihat kembali janji Allah yang dinyatakan sejak nenek moyang mereka. Daud menjadikan Taurat sebagai penuntun hidup setiap hari. Taurat itu membuatnya memiliki hikmat dalam menjalankan karya Allah. Yesus memberitakan kabar baik supaya setiap orang beroleh kemerdekaan. Bagaimana dengan umat masa kini? Umat masa kini telah mendengar kabar gembira melalui Yesus Kristus. Melaluinya umat diarahkan menuju hidup dalam rahmat Allah setiap hari. Karena itu dalam menjalankan karya, umat mesti mendasarinya berdasar sabda Allah. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN