Home » Renungan » Ekspresikan Imanmu dalam Ketaatan

Ekspresikan Imanmu dalam Ketaatan

(Ibrani 11:1-3, 8-16; Lukas 12:32-40)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Beriman berarti sungguh-sungguh yakin akan hal-hal yang diharapkan. Beriman berarti mempunyai kepastian akan hal-hal yang tidak dilihat. Iman itu tidak pasif, tetapi aktif. Iman adalah respons kita akan janji Tuhan. Kita beriman berarti membiarkan Tuhan bekerja dalam diri kita. Kita mempersilakan Tuhan menyatakan rencana-Nya melalui kehidupan kita. Ketika kita beriman kepada Tuhan, kita menerima pertolongan yang menghantarkan kita dari kehidupan yang tidak baik kepada kehidupan yang baik. Walaupun awalnya kelihatan tidak mungkin, tetapi tiada yang mustahil bagi Tuhan. Sebagai manusia, baik sadar atau tidak, karena kerapuhan kita, seringkali kitapun meragukan apa yang disabdakan-Nya, meskipun kita mengaku beriman. Untuk memiliki iman kepada Yesus Kristus berarti kita harus mempercayai-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Iman lebih dari sekadar kepercayaan yang pasif. Kita perlu mengungkapkan iman melalui tindakan-tindakan oleh cara hidup kita. Berani mewujudnyatakan atau mengekspresikan yang kita imani adalah suatu hal yang penting dan perlu kita lakukan.

Dalam surat ini, penulis terlebih dahulu menjelaskan makna dari iman. Iman adalah percaya kepada hal-hal yang belum kelihatan. Iman adalah bukti dari sesuatu yang tidak kita lihat, segala sesuatu yang kita harapkan. Iman bukanlah percaya kepada yang tidak dikenal, kerena melalui iman kita dapat mengetahui hal-hal yang tidak kelihatan oleh mata. Penulis Ibrani memberikan contoh tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama yang hidup oleh iman, di antaranya Habel, Henokh, dan Nuh. Namun bacaan kita memusatkan perhatian kepada iman Abraham. Iman mendorong Abraham untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Allah. Dia sungguh-sungguh menghidupi imannya. Meskipun dalam perjalanan kehidupan ia diperhadapkan dengan berbagai tantangan, hal itu tidak membuatnya terjatuh. Ia tetap kuat dan percaya serta mengimani bahwa janji Tuhan akan digenapi.

Berbahagialah orang-orang yang setia menantikan kedatangan Anak Manusia dalam iman dan dengan penuh kewaspadaan. Untuk mengajarkan hal itu, Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang hamba yang tengah menantikan tuannya pulang dari pesta perkawinan. Hamba itu tidak tahu persis waktu kepulangan tuannya. Bisa saja dia melalaikan tugasnya karena tidak ada yang mengawasi. Namun Yesus mengingatkan bahwa seorang hamba harus tetap bersiap. Hal ini nampak dari ungkapan: “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala” (ayat 35). Ungkapan ini didasarkan pada kebiasaan hamba pada saat itu yang biasa memakai pakaian panjang sampai tumit. Pakaian panjang seperti itu bisa membuat seorang hamba tidak leluasa bekerja. Oleh karena itu, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, seorang hamba harus mengikat pinggangnya.

Di samping itu pelita harus tetap menyala. Itu berarti hamba harus selalu dalam keadaan waspada supaya kalau sewaktu-waktu tuannya datang, hamba itu kedapatan siap untuk menyambut tuannya. Orang Kristen yang mengaku beriman kepada Yesus tidak cukup menyatakannya melalui ucapan dan pengakuan. Iman itu harus disertai dengan tindakan dalam hidup keseharian. Orang Kristen harus berani untuk mengekspresikan imannya dengan sikap dan perbuatan sehari-hari dengan melakukan sabda Tuhan. Amin

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN