Home » Bahan PA » Materi PD (5-10 Agustus 2019)

Materi PD (5-10 Agustus 2019)

Tuhan Adalah Penolong Yang Setia
Mazmur 30 : 2 – 13

Tuhan adalah penolong yang setia itu adalah inti dari bacaan kita yang terambil dalam Mazmur 30: 2-13. Perlu kita pahami bersama bahwa setiap manusia tidak pernah luput dari pergumulan dan permasalah hidup. Sama halnya dengan pengalaman-pengalaman Raja Daud. Sekalipun ia seorang Raja, hal itu tidak menjadi jaminan bahwa hidupnya akan berjalan mulus-mulus saja. Hal ini menjadi contoh bahwa pergumulan dan kesulitan itu dapat datang pada siapa saja tanpa memandang kedudukan dan jabatan sesorang namun, kita sebagai orang percaya jangan menjadi takut sebab Tuhan menyertai kita. Seperti halnya Raja Daud ditengah-tengah pergumulannya yang dialaminya sebagaimana dikatakan pada Mazmur 30, dia berseru dan minta tolong kepada Tuhan. Tuhan menjawab permohonannya lalu hidupnya menjadi pulih. Dalam hal ini, pertolongan Tuhan yang pernah dialami oleh Raja Daud itu menjadi kesaksian meninggikan dan memuliakan nama Tuhan. Mazmur pasal yang ke-30 adalah puji-pujian (nyanyian syukur) Raja daud. Melalui Mazmur ini, ia menceritakan betapa besar dan ajaibna Tuhan di dalam menolong hidupnya. Dalam perkembangan selanjutnya, Mazmur ini dipakai dan dinyanyikan ketika diadakan pentahbisan bait suci. Dan sejak tahun165 SM, diadakan Pentahbisan bait suci tiap tahun, dan saat-saat itulah biasanya Mazmur ini dinyanyikan sesuai dengan themanya, Tuhan adalah penolong yang setia itulah yang menjadi rangkuman pada bacaan firman Tuhan ini karena setiap pergumulan raja Daud telah didengar Tuhan dan di jawab Tuhan.

Didalam Mazmur pasal 30 sesuai dengan konteksnya, Daud mengenal bahwa TUhan itu adalah sebagai penolong yang setia. Tuhan dikatakan sebagai penolong yang setia karena:

1. Dia Menjadi Pembela Bagi Umat Nya. (ayat 2)

Kasih karunia Tuhan mengangkat hidup seseorang menjadi terhormat, disegani dan tidak dipermalukan. Hal ini menjadi terbukti ketika kita melihat kesaksian dari Raja Daud atas pembelaan Tuhan terhadap hidupnya. Tuhan selalu menyertainya, berkarya memperbaiki, serta menyelamatkannya dari musuh-musuh ketika ia bermohon kepada Tuhan. Allah menyelamatkannya dari musuh-musuhnya, ia tidak menjadi kalah dan dipermalukan tetapi sebaliknya musuh-musuhnya yang mendapat malu. Dalam sejarah kehidupan Raja Daud tercatat bahwa Tuhan sudah menjadi pembela baginya. Ketika Daud berperang melawan musuh-musuhnya, hidupnya selalu disertai oleh Tuhan ketika ia berserah. Alkitab mencatat bahwa Raja Daud telah mengalahkan musuhnya berlaksa-laksa. Namun dalam semuanya itu, Daud mengenali dirinya yang sesungguhnya dihadapan Tuhan. Dalam kelemahan dan kerendahan hatinya ia selalu bermohon kepada Tuhan penolong yang layak untuk dipuji.

2. Dia Memberikan Kesembuhan.(ayat 3-4)

Seiring dengan waktu berjalan, penderitaan menyentuh kehidupan Daud. Pemazmur dihinggapi dengan suatu penyakit. Betapa beratnya penyakit yang dideritanya, ia memposisikan dirinya bagaikan orang yang sudah mati (ayat 4a). bahkan melalui panyakit itu, ia menganggap dirinya seperti orang yang ada di liang kubur (ayat 4b). namun melalui kasih karunia Tuhan, ia mengalami pertolongan dan hidupnya menjadi semangat. Didalam Mazmur pasal 30 ini, kalau dilihat secara konteksnya tidak menceritakan secara detail penyakit apa yang pernah dialami oleh Raja Daud. Namun bisa dilihat secara historis, bangsa Israel pernah dihukum oleh Tuhan karena dosa, dengan mendatangkan penyakit sampar. Pada saat itu Raja Daud adalah sebagai Raja di negeri itu. Jadi menurut para ahli, berpendapat bahwa Daud ikut mengalami penyakit tersebut karena dia adalah bagian dari orang Israel. Namun dengan pertolongan Tuhan, Daud mengalami pemulihan dan kesembuhan sehingga ia bersaksi dan bersyukur melalui Mazmur pasal 30 ini. Daud bersama dengan Tuhan, ia semakin menyadari bahwa kalau dia masih hidup itu merupakan kasih karunia Tuhan saja. Ia mengaku dan membuat suatu komitmen dalam dirinya, yang layak menerima pujian dan penyembuhan untuk selama-lamanya (ayat 5).

3. Ia Mengubah Dukacita Menjadi Sukacita (ayat 6 dan 12).

Semua manusia sangat mengharapkan perjalanan hidup yang baik-baik saja tanpa ada masalah. Namun, pada kenyataannya tidaklah demikian. Bahkan tidak sedikit orang percaya yang naik turun untuk melewati lembah kekelaman dengan persoalan hidup. Demikian pula dengan hidup Daud. Mazmur pasal 30 ini adalah nyanyian pujian kepada Tuhan berdasarkan pengalaman Daud setelah ia melewati masa-masa yang paling sukar dalam hidupnya. Raja Daud pernah menderita, menangis, meratap dan berkabung, namun Tuhan bisa mengubah itu semua menjadi sukacita. Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, kainkabungku telah Kau buka, pinggangku Kau ikat dengan sukacita (ayat 12). Daud menegaskan bahwa oleh pertolongan dan berkat Allah saja, ia telah melewati kesulitannya dengan aman, dan bahwa tujuan kelepasannya adalah supaya seumur hidup ia merayakan Allah dengan pujian. Daud menunjukan bahwa ratapannya telah menjadi sarana yang menuntun dia untuk berdoa meminta Allah meringankan murkanya. Praktek memakai kain kabung ketika berduka adalah umum di masa lampau, untuk memohon pengampunan dengan segala kerendahan hati kepada hakim. Demikian jugalah hal yang dilakukan oleh Daud dihadapan Allah. Ia membereskan dirinya dihadapan Allah dan memohon belas kasihan Tuhan dengan segala kerendahan hati. Sebab sesaat saja ia murka, tetapi seumur hidup ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai (ayat 6). Pemazmur menyadari bahwa Tuhan itu menjadi murka karena dosa-dosa umatNya, dan bila bertobat kasih dan kebaikan hati Allah akan berlangsung seumur hidup. Hal inilah yang dilakukan Daud di dalam hidupnya sehingga ia di tolong oleh Tuhan.

Allah telah berjanji bahwa tidak akan meninggalkan maupun membiarkan kita. Dia Allah yang sanggup membela, memberikan kesembuhan serta memberikan sukacita kepada kita. Apapun yang kita alami, persoalan apapun yang sedang terjadi, marilah kita serahkan dihadapan Tuhan dengan segala kerendahan hati. Tuhan sanggup menyelesaikan dengan cara-Nya sendiri. Mari kita bermohon seperti Raja Daud (ayat 9 dan 11). Ratapan yang kita alami dapat diubahNya menjadi tarian dan dukacita kita bisa diubahNya menjadi sukacita. Untuk itu marilah kita untuk selalu memuliakan Tuhan dan selalu memberikan persembahan ucapan syukur kita kepadaNya. Dan yakinlah dengan iman percaya bahwa Tuhan akan memberikan sukacita yang luar biasa dalam kehidupan kita.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN