Home » Bahan PA » Materi PD (16-21 September 2019)

Materi PD (16-21 September 2019)

LOVE YOURSELF

1. SAAT TEDUH PRIBADI

2. PUJIAN PEMBUKA

3. DOA PEMBUKA

4. PUJIAN

5. BACAAN ALKITAB:
Ayub 6 : 8 – 11

6. RENUNGAN

LOVE YOURSELF

Tanggal 10 September ditetapkan sebagai peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka bunuh diri di dunia. Bahkan beberapa public figure yang dikenal dan dicintai oleh banyak orang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri. Terdapat berbagai macam alasan yang mendasari tindakan bunuh diri. Salah satu faktor utamanya adalah ia merasa bahwa hidupnya sudah tidak layak untuk dijalani. Pada akhirnya kematian dianggap sebagai solusi untuk mengakhiri hidup yang tidak bisa lagi djalani.

Hal tersebut juga menjadi pergumulan Ayub di dalam Ayub 6:8-11 (pemimpin PD membacakannya). Kesedihan dan kehilangan yang dirasakan Ayub begitu mengerikan. Ia kehilangan anak, kehilangan istri, kehilangan rekan, kehilangan harta benda, dan mengalami sakit yang sangat mengganggu di tubuhnya. Kedukaan yang ia alami bahkan membuatnya duduk di atas abu sebagai simbol peratapan atas kemalangan hidupnya.

Kisah hidup Ayub selalu membuat orang yang mendengarkan kisahnya belajar mengenai ketaatan, kesabaran, dan keteguhan iman. Tetapi kisah hidup Ayub ternyata tidak sesederhana itu. Di dalam ketaatan dan kesabarannya, ia mengalami juga keputusasaan. Bagaimana tidak? Semua yang ia miliki lenyap dalam waktu sekejap saja. Tetapi sebenarnya Tuhan melindungi hal yang terpenting di dalam diri Ayub, yakni dirinya sendiri (Ayub 1:12).

Tidak sedikit orang yang mulai lupa mengenai betapa penting keberadaan dirinya sendiri. Pasangan mulai fokus kepada suami atau istrinya, orang tua menjalani hidup hanya untuk anaknya, anak mengabdikan diri pada orang tua yang sudah lanjut usia, seorang pekerja mendedikasikan dirinya untuk pekerjaan, dan masih banyak lagi yang lain. Hal ini pun tentu tidak salah sebab manusia memiliki beragam tanggung jawab di dalam hidupnya. Semuanya menjadi hampa ketika manusia menilai keberhargaan dirinya berdasarkan apa yang ia miliki, bukan berdasarkan dirinya sendiri, Kehampaan itu patutnya disadari ketika gejala seperti “merasa tidak berharga jika tidak memiliki . . .” dirasakan oleh manusia.

Setiap manusia adalah berharga dan setiap kehidupan layak untuk dijalani. Tidak ada manusia yang diciptakan dengan ketidaksengajaan ataupun secara sembarangan oleh Tuhan. Hal ini dapat direnungkan melalui Mazmur 139:13-16 (jemaat diajak untuk membaca). Setelah menyaksikan setiap peristiwa di dalam hidupnya, pemazmur menyatakan betapa ajaib karya Tuhan di dalam kehidupan manusia. Dalam proses menciptakan manusia hingga proses kehidupan manusia, Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia. Tuhan selalu mengetahui serta merancangkan dengan baik kehidupan manusia.

Tuhan mengasihi setiap manusia yang telah diciptakan-Nya dengan penuh perhatian dan pertimbangan. Sayang sekali jika manusia yang begitu dikasihi justru menganggap dirinya beserta kehidupannya merupakan sesuatu yang tidak berharga dan selayaknya untuk diakhiri keberadaannya. Maka dari itu mari mengambil waktu sejenak untuk merenungkan betapa ajaib-Nya karya Tuhan di dalam kehidupan kita. Mari bercermin dan menyaksikan karya Tuhan yang luar biasa di dalam diri kita sendiri.

Tuhan sudah dan selalu mengasihi manusia. Maka manusia pun memiliki tugas sekaligus hak untuk mengasihi dirinya sendiri. Mengasihi diri sendiri bukan berarti menjadi egois. Mengasihi diri sendiri berarti menerima keberadaan diri tanpa perlu terus menerus menghakimi diri sendiri atau pun membandingkang dengan orang lain. Mengasihi diri sendiri berarti menyadari bahwa kehidupan kita layak untuk diperjuangkan. Caranya adalah memelihara tubuh dan roh kita.

Menjaga roh dapat dilakukan dengan menjalin relasi yang intim dengan Tuhan, membaca renungan yang menginspirasi, menjalin persekutuan untuk memperkuat iman, dan masih banyak hal lain. Menjaga tubuh berarti menjaga kesehatan, baik fisik mau pun mental. Mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi, menjauhi rokok dan minuman beralkohol, berolahraga, dan berisitirahat yang cukup. Menjalankan hobi dan melakukan me time (memberikan waktu untuk diri sendiri) tentu akan membantu menjaga kesehatan mental.

Dalam perintah untuk mengasihi (Matius 22:37-40), Tuhan Yesus menegaskan “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Jadi bagaimana mungkin kita bisa mengasihi orang lain, ketika kita gagal mengasihi diri kita sendiri? Selamat menjalani kehidupan yang dianugerahkan oleh Tuhan. Selamat mengasihi diri sendiri sehingga dimampukan untuk mengasihi orang lain. (ddk)

7. PUJIAN DAN PERSEMBAHAN

8. DOA

9. PUJIAN PENUTUP

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN