Home » Renungan » Peneguhan Karya Damai Melalui Perjumpaan

Peneguhan Karya Damai Melalui Perjumpaan

(Ibrani 10:5-10; Lukas 1:39-45)

Dalam kehidupan bersama, seseorang tidak bisa hanya memikirkan dirinya sendiri. Dalam hidup bersama terjadi perjumpaan. Perjumpaan membuat seseorang menyesuaikan diri dengan orang lain. Perjumpaan juga dapat membuat seseorang diperlengkapi, dikuatkan dan disempurnakan. Tetapi akhir-akhir ini justru tidak setiap perjumpaan membuat sesorang menyesuaikan diri. Alih-alih diperlengkapi atau dikuatkan, malah perjumpaan menjadikan kebencian. Hal yang lebih mengherankan lagi justru dilakukan oleh orang-orang yang kelihatan hidupnya saleh.

Pada Adven ke 4, kita diingatkan agar kesalehan pribadi juga diimbangi dengan kesalehan sosial. Dengan demikian perjumpaan dengan orang lain menjadikan saling menguatkan dan menyempurnakan, sebagimana perjumpaan Maria ibu Yesus dengan Elizabet ibu Yohanes Pembaptis. Perjumpaan di antara mereka saling meneguhkan dan menguatkan.

Korban dan persembahan, korban bakaran, korban penghapus dosa yang menjadi ritual dalam ibadah Israel tidak dikehendaki Tuhan. Persembahan-persembahan itu tidak berkenan kepada Tuhan meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat. Mengapa demikian? Karena semua itu hanya simbolis dan lahiriah. Allah telah menyediakan korban yang lebih baik. Yaitu korban Kristus melalui ‘ketaatan-Nya’ mempersembahkan tubuh-Nya untuk mengkuduskan umat satu kali untuk selama-lamanya. Korban yang baru dalam diri Yesus sempurna, sekali untuk selama-lamanya.

Dalam kekagetan atas berita yang diterimanya, bahwa ia mengandung bayi Tuhan, Maria pergi untuk menjumpai Elizabet saudaranya. Ketika salam disampaikan kepada Elizabet yang mengandung bayi Yohanes Pembaptis itu, bayi itu melonjak dan Elizabet penuh dengan Roh Kudus menguatkan, meneguhkan pergumulan yang dialami oleh Maria. Perjumpaan Maria dan Elisabet menunjuk karya Roh yang bekerja. Elisabet disebut penuh dengan Roh. Sebab Yesus adalah Roh itu sendiri. Pujian pada Maria disampaikan sebagai wanita yang diberkati Tuhan.

Perjumpaan Maria dan Elisabet memupus kecemasan bersama dan membangkitkan semangat berjuang. Dalam kehidupan bersama, kita tidak bisa menghidari perjumpaan, bahkan perjumpaan dengan orang yang berbeda, baik suku, ras dan agama. Perbedaan itu dapat menimbulkan perpecahan tetapi juga dapat saling melengkapi. Oleh karena itu sabda Tuhan mengajak kita untuk membangun perjumpaan yang saling menguatkan dan menyempurnakan sehingga terbangun kehidupan yang penuh damai sejahtera di bumi Pancasila ini. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN