Home » Renungan » Perjuangan Iman di Tengah Derita

Perjuangan Iman di Tengah Derita

Ibrani 11:29-12:2; Lukas 12:49-56

Definisi iman tidak sesederhana dan semudah kelihatannya. Iman merupakan faktor penting yang dapat mendukung pertumbuhan kerohanian kita. Iman menggambarkan hubungan kita dengan Tuhan. Oleh karena itu, iman tidak bisa lepas dari perjalanan hidup kita di dunia ini sehingga sikap beriman menjadi salah satu ciri khas orang Kristen. Iman bukan sekadar pengakuan dari dalam diri tentang kepercayaan kepada Kristus, melainkan juga mewujud dalam tindakan nyata yang muncul dari dalam hati orang percaya yang ingin mengikut Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Respons kita terhadap semua hal yang terjadi adalah cara Tuhan memurnikan iman kita. Kesenjangan antara iman dan kenyataan banyak terjadi dalam hal mengikut Kristus. Jika ingin mengikut Yesus dan mengimani-Nya, kita juga harus setia sekalipun menghadapi pencobaan.

Penulis surat Ibrani mengajak kita untuk tetap menjaga kesetiaan iman kepada Yesus sampai akhir. Seperti halnya yang dilakukan oleh banyak tokoh Perjanjian Lama yakni Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel, dan para nabi. Mereka dapat menaklukkan pergumulan yang mereka hadapi. Karena keyakinan iman yang begitu kuat kepada Tuhan Allah, mereka dikenang sebagai tokoh yang setia dan memiliki iman yang kuat. Mereka mampu melewati tantangan-tantangan mengikut jalan salib sebagaimana yang dilakukan Yesus. Jalan salib merupakan panggilan hidup untuk semua umat percaya. Jalan salib yang harus dilalui tidaklah mudah, tetapi yang dapat setia sampai akhir akan memperoleh kebahagiaan kekal.

Perikop ini menggambarkan kedatangan Yesus untuk memulihkan hubungan yang telah rusak antara manusia dan Allah melalui keselamatan dan kedamaian yang diberikan oleh Allah. Yesus ingin mempersiapkan para pengikut-Nya sejak dini supaya mereka tidak kaget dan gugup ketika menghadapi perubahan yang terjadi setelah mengambil keputusan untuk menjadi mengikut Dia. Yesus pun mengkritik orang banyak yang mendengarkan Dia. Yesus menganggap mereka telah hidup dalam kemunafikan. Hal ini diibaratkan seperti misalnya mereka dapat menilai dan memahami berbagai tanda-tanda alam yang ada di sekelilingnya, seperti misalnya kapan akan terjadi hujan dan kapan akan terjadi panas, tetapi tidak mau tahu dan tidak mau memahami kapan kedatangan Yesus. Secara lahiriah mereka beribadah kepada Tuhan, tetapi secara batiniah mereka jauh dari Tuhan. Hidup mereka tampak sangat rohani, tetapi tidak dekat dengan Tuhan yang mereka sembah.

Penderitaan yang dialami oleh seseorang bisa melemahkan iman. Untuk mempertahankan iman yang dimiliki tidak mudah. Kita akan senantiasa diperhadapkan dengan berbagai macam permasalahan dan penderitaan yang dengan mudah akan menggoyahkan iman kita. Iman kita akan sangat teruji ketika kita mampu menghadapi setiap permasalahan pergumulan hidup kita. Berbagai persoalan dan pergumulan hidup adalah cara Tuhan membentuk kita menjadikan kita pribadi yang kuat dan berkenan di hadapan-Nya. Amin

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN