Home » Renungan » Berjaga dengan Terjaga

Berjaga dengan Terjaga

(Matius 24:36-44)

Masa penantian seringkali menjadi masa yang menggelisahkan. Rasa gelisah ini muncul sebagai akumulasi dari perasaan takut, bimbang, bingung, bosan, dan serba terburu-buru. Berbeda dengan itu semua, masa adven justru merupakan suatu masa penantian yang penuh dengan sukacita karena menanti kelahiran Yesus. Melalui kelahiran Yesus, ada upaya dari Allah untuk memperkenalkan diri sebagai “Allah yang tanpa batas” (Infinite-Being). Kelahiran Yesus yang sedang dinantikan merupakan suatu momen perjumpaan manusia dengan Allah secara langsung. Tidak ada alasan untuk menanti dengan kegelisahan karena dalam waktu dekat Allah pasti hadir dalam diri Yesus.

Jika dalam waktu dekat Yesus lahir, itu artinya manusia perlu mempersiapkan kelahiran Yesus. Inilah yang menjadi semangat dari masa adven. Melalui masa adven, manusia perlu membangkitkan kesadaran diri sebagai pribadi yang berdosa. Paul Tillich memberikan makna baru tentang “dosa.” Bagi Tillich, “dosa” dipahami sebagai situasi keterasingan (estrangement) dengan Allah, diri sendiri, dan sesama/alam. Artinya, dimensi dosa tidak hanya berbicara soal relasi manusia dan Allah, namun juga berbicara tentang relasi manusia dengan dirinya sendiri dan relasi manusia dengan realitas di luar dirinya. Keterasingan dengan diri sendiri disebabkan manusia “malas” untuk merefleksikan kehidupan sehari-hari dan lebih menikmati larut dalam rutinitas. Akibatnya, manusia terjebak dalam rutinisme dan hidup tanpa makna. Keterasingan dengan sesama manusia/alam disebabkan manusia terjebak dalam narsisme (Orang yang terjebak dalam narsisme, cenderung untuk menonjolkan pola hidup individualis, rasa cinta terhadap diri sendiri secara berlebihan dan menuntut perhatian lebih dari lingkungan sekitarnya. Narsisme ini dapat berkembang semakin besar jika tidak segera disadari) dan perasaan cuek. Itu artinya ketika manusia terasing dengan diri sendiri dan sesama/alam, maka hubungan manusia dengan Allah sedang terputus. Situasi seperti ini menyebabkan manusia rentan untuk menghancurkan diri sendiri dan sesamanya (termasuk alam). Manusia pada dirinya sendiri tidak akan pernah mampu untuk memulihkan dirinya sendiri. Pemulihan secara sempurna akan terjadi ketika Allah hadir melalui kelahiran Yesus. Kesadaran inilah yang perlu dihayati dalam adven pertama ini.

Adven pertama ini menjadi suatu gerbang masuk ke dalam sebuah rangkaian perjalanan yang penuh sukacita karena menuju suatu pemulihan yang utuh. Pemulihan yang utuh artinya tidak hanya pemulihan untuk diri sendiri melainkan pemulihan dengan sesama manusia dan alam juga. Proses pemulihan memang sepenuhnya berasal dari kelahiran Yesus, tetapi bukan berarti manusia menanti pemulihan dengan sikap pasif. Menjalani masa adven dengan sikap iman yang aktif untuk memulihkan, akan membuat manusia memandang kelahiran Yesus sebagai suatu “Keberadaan Baru” (the New Being). Kelahiran Yesus sebagai “Keberadaan Baru” bukan hanya sebatas konsep abstrak, melainkan peristiwa nyata yang dapat membuat manusia mengalami “keberadaan baru” (the new being) dalam dirinya sendiri dan hubungannya dengan sesama/alam. Saat manusia mengalami “keberadaan baru,” pada titik itulah manusia mengalami pemulihan dari dosa (keterasingan) dan memulai suatu kehidupan yang baru dengan Allah, dirinya sendiri, dan sesama.

Masa adven pertama menjadi gerbang masuk bagi umat untuk mulai memasuki masa penantian yang penuh dengan sukacita. Pesan yang harus muncul dalam masa adven pertama adalah tentang kesadaran diri sebagai pribadi yang berdosa dan upaya untuk memperbaikinya. Membangkitkan kesadaran diri menjadi langkah awal untuk mengalami perubahan sikap hidup. Kesadaran untuk mulai mengawali perubahan sikap hidup adalah respon iman dalam menanti kedatangan. Perubahan sikap hidup menjadi upaya memantaskan diri untuk menyambut kedatangan Yesus. Dengan proses memperbaiki diri dan relasi dengan sesama selama masa adven, manusia akan mengalami “keberadaan baru” (the new being) pada saat kedatangan Yesus. Seluruh bacaan leksionari pada adven pertama menjadi pembuka jalan untuk manusia mulai mengawali proses pembenahan diri menuju manusia dengan “keberadaan baru.”

Bacaan Matius menjadi solusi konkrit dengan menawarkan pesan yang kuat yaitu “berjaga-jaga”! Secara langsung, pesan ini mirip dengan bacaan di surat Roma yang mengajak umat untuk membangkitkan kesadaran diri. Namun, penekanan pada Matius lebih mengarah kepada suatu sikap untuk merefleksikan diri agar tidak terperangkap dalam jebakan rutinisme (rutinitas tanpa makna). Dengan berjaga-jaga maka manusia akan selalu berada dalam keadaan mawas diri. Kondisi “berjaga-jaga” hanya dapat dicapai jika manusia memiliki kesadaran untuk terus merefleksikan pengalaman hidupnya bersama dengan Allah.

Melalui masa adven 1, umat memiliki kemampuan untuk menyadari segala dosa yang menyebabkan dirinya mengalami keterasingan dengan Allah dan sesama. Selain itu umat, juga mampu membangkitkan kesadaran diri sebagai bentuk kewaspadaan iman. “Kesadaran diri” merupakan bekal berharga untuk menapaki perziarahan iman selama masa adven dengan penuh sukacita. Dengan “kesadaran diri” mata manusia akan terbuka, sehingga pada minggu adven selanjutnya manusia mampu memperbaiki dirinya, memperbaiki relasi dengan sesama dan menghadirkan damai sejahtera di tengah masyarakat. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga

Renungan Harian Online : Setiap hari jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Pemuda : Setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB live di Instagram Kompa GKJ Wonosari

Persekutuan Remaja : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Juli 2020 >> DILIBURKAN