Home » Renungan » Bersandar Pada Pemeliharaan-Nya

Bersandar Pada Pemeliharaan-Nya

(Yohanes 20:19-31)

Menjalani kehidupan sebagai umat pilihan Allah membutuhkan ketaatan dan kesetiaan. Kehidupan umat tidak selalu berada pada kemudahan dan keberhasilan. Umat sering diperhadapkan pada ancaman dan kesulitan sebagai ujian seberapa taat dan setia mereka. Tuhan Yesus, Para Rasul dan Pemazmur menjalani kisahnya masing- masing. Mereka menjalani peran masing-masing sesuai penugasan yang diberikan Allah. Para Rasul harus mempertanggungjawabkan pewartaan tentang kebangkitan Kristus di hadapan Mahkamah Agama. Para Rasul harus menghadapi ancaman yang menjurus pada kematian. Namun Para Rasul tidak gentar, mereka memiliki keberanian yang luar biasa dalam mempertahankan keyakinannya, bahkan mereka berani mengajak Imam Besar dan Mahkamah Agama dan seluruh umat Israel untuk bertobat dan menerima pengampunan dosa. Keberanian mereka adalah atas apa yang telah diteladankan Tuhan Yesus, yaitu kesetiaan dan ketaatan-Nya dalam melaksanakan misi penyelamatan. Tuhan Yesus dan Para Rasul menyakini akan karya pemeliharaan Allah kepada mereka yang diutus-Nya.

Dalam Yohanes 20:19-31 menceritakan tentang ketakutan yang dialami para murid pasca penyaliban dan kematian Tuhan Yesus. Para murid bersembunyi di rumah dengan pintu yang terkunci. Tuhan Yesus datang menjumpai mereka, memberikan penguatan iman. Tuhan Yesus kembali menegaskan bahwa Ia adalah utusan Allah, itu berarti bahwa kematian dan kebangkitan-Nya adalah misi yang memang harus diselesaikan. Para murid kembali diteguhkan bahwa mereka adalah murid-murid Tuhan Yesus yang diutus untuk mewartakan berita kebangkitan-Nya. Para murid diberkati dengan diberi Roh Kudus dan diberi otoritas untuk menyampaikan pengampunan dan penghukuman bagi dunia

Delapan hari kemudian Tuhan Yesus kembali menampakkan diri kepada para murid, dimana disitu ada Tomas, yang dalam penampakan sebelumnya tidak ada. Tuhan Yesus secara khusus dan personal menyapa dan meneguhkan/memulihkan kembali keraguan Tomas. Dan selanjutnya Tuhan Yesus menegaskan, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya!”.

Gereja sebagai persekutuan orang percaya terpanggil untuk melaksanakan kesaksian. Gereja terpanggil untuk “keluar” mewartakan berita kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus adalah wujud nyata dari karya penyelamatan Allah atas dunia. Gereja belajar dari keberanian Para Rasul dalam mewartakan berita kebangkitan Kristus. Para Rasul harus berhadapan dengan imam Besar, Mahkamah agama dan orang-orang dari mashab Saduki yang menolak tentang berita kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka menghadapi ancaman hukuman mati, namun mereka tidak gentar bahkan berani mengajak Imam Besar dan Mahkamah Agama dan seluruh umat Israel untuk bertobat dan menerima pengampunan dosa. Kesetiaan Tuhan Yesus dalam melaksanakan karya keselamatan menjadi teladan bagi para murid, sehingga merekapun menjadi berani melaksanakan tugas kesaksian.

Gereja harus meyakini akan karya pemeliharaan Allah. Gereja harus belajar dari umat Kristen yang ada di Asia kecil. Umat dalam menghadapi ancaman dikuatkan dengan pernyataan Allah, bahwa Allah adalah sang Alfa dan Omega, yang ada, sudah ada dan akan ada untuk selamanya. Yohanes menegaskan bahwa kasih karunia dan damai sejahtera Allah akan tetap menyertai umat-Nya di tengah penderitaan sekalipun. Inilah jaminan pemeliharaan-Nya atas hidup umat-Nya di dunia ini. Gereja juga harus belajar dari kesaksian Pemazmur yang mengajak umat untuk memuji Tuhan dengan sepenuh hati memakai semua alat musik yang ada: sangkakala, gambus, kecapi seruling dan ceracap. Memuji sambil menari karena Tuhan telah menyatakan kasih, kuasa serta kesetiaan-Nya di sepanjang kehidupan umat. Pemazmur menyaksikan semua itu, oleh karenanya ia mengajak umat untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Gereja harus senantiasa memuliakan nama Tuhan. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN