Home » Renungan » Kamu Penjala Manusia

Kamu Penjala Manusia

I Korintus 1:10-18; Matius 4:12-23

Definisi diri (konsepsi identitas) seseorang sangat menentukan caranya menjalani kehidupan. Artinya, cara seseorang memandang dirinya (siapa aku, apa yang aku inginkan) akan mempengaruhi yang dilakukannya. Misalnya, seseorang mendefinisikan diri demikian: “Aku Petrus, seorang nelayan. Aku ingin mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan keluargaku”. Berdasarkan konsep diri yang demikian, ia berusaha menunjukkan diri sebagai nelayan yang giat mencari ikan.

Hal tersebut juga berlaku bagi organisasi dan perhimpunan, termasuk gereja. Dr. Jan Hendriks, dalam bukunya Jemaat Vital dan Menarik, mengemukakan temuannya bahwa konsepsi identitas yang jelas mejadi salah satu faktor penting bagi vitalisasi jemaat/gereja. Gereja yang hidup adalah gereja yang memahami identitasnya di hadapan Tuhan dan sesama.

Bacaan Alkitab hari ini, khususnya bacaan Injil, menceritakan ketika Yesus memanggil murid-murid pertama-Nya. Yesus berkata bahwa mereka akan dijadikan penjala manusia. Yesus menyatakan kehendak-Nya atas para murid bahwa mereka dipanggil untuk turut bekerja bersama Dia. Para murid dipanggil untukmenebarkan jala, bukan melulu untuk mencari ikan demi kepentingan sendiri, melainkan untuk Tuhan. Artinya mereka dipanggil supaya bekerja untuk Tuhan.

Demikian juga kita, orang-orang percaya jaman now. Kita dipanggil dan dilibatkan dalam pekerjaan mulia. Kita diutus untuk memberitakan pertobatan dan kerajaan sorga bersama Dia. Karena itu, fokus kita bukan lagi diri sendiri, melainkan melakukan tugas perutusan dari Tuhan dengan setia.

Nasihat mengenai jangan adanya perpecahan dalam jemaat merupakan salah satu bagian surat Paulus yang sangat populer. Rupanya bibit-bibit perpecahan mulai tampak dalam jemaat Korintus. Hal itu ditandai dengan adanya sikap menonjolkan golongannya masing-masing. Sikap tersebut jelas bisa membawa dampak buruk bagi kesatuan jemaat Kristus. Sebab itu, Paulus mengingatkan jemaat bahwa orang-orang percaya telah dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus, seperti disimbolkan dengan baptisan. Dengan demikian, tidak sepatutnya jemaat bersikap eksklusif dan membanggakan kelompoknya. Sebaliknya, Paulus membuka pengertian jemaat akan tugas perutusan dari Kristus. Memperhatikan dan menjalankan tugas pemberitaan Injil harus menjadi fokus pelayanan jemaat, bukan malah meributkan identitas eksklusif masing-masing. Syarat untuk melaksanakan tugas perutusan ini adalah inklusivitas, kesediaan membuka diri untuk hidup bersama dengan yang lain.

Perikop ini menceritakan kisah awal pelayanan Yesus. Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap oleh Herodes, Yesus meninggalkan Nazaret dan tinggal di Kapernaum. Semula, keterangan dalam Matius 4:12 “… menyingkirlah Ia ke Galilea” memberi kesan bahwa Yesus berusaha melarikan diri. Namun, kemudian, di ayat 14, Matius meluruskan kesan tersebut. Matius menegaskan bahwa kepergian Yesus ke Galilea adalah untuk menggenapi nubuat nabi Yesaya:”supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya”. Jadi kepergian Yesus ke Galilea bukan sekadar respons spontan atas penangkapan Yohanes Pembaptis, melainkan merupakan bagian dari rancangan yang agung. Kedatangan Yesus ke daerah Zebulon dan Naftali mempunyai arti yang sangat penting. Pertama, Yesus memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat. Kedua, Yesus berkenan memanggil dan melibatkan manusia dalam karya-Nya, seperti nyata melalui pemanggilan para murid. Yesus memanggil Petrus dan beberapa orang lain, lalu berkata “… kamu akan Kujadikan penjala manusia” (ayat 19).

Orang-orang percaya dipanggil untuk berkarya bersama Yesus dalam menghadirkan Kerajaan Sorga, yaitu kehidupan yang penuh damai dan sejahtera. Untuk itu, mereka harus bergerak meninggalkan kehidupan lama (sibuk dengan urusan sendiri, mengutamakan kelompok sendiri) menuju kehidupan baru (membuka diri terhadap Tuhan dan sesama). Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga

Renungan Harian Online : Setiap hari jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Pemuda : Setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB live di Instagram Kompa GKJ Wonosari

Persekutuan Remaja : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Juli 2020 >> DILIBURKAN