Home » Bahan PA » Materi PA (27 Januari – 1 Februari 2020)

Materi PA (27 Januari – 1 Februari 2020)

KITA DIPILIH UNTUK TURUT DALAM PELAYANAN-NYA
(Filipi 1:12-26)

Semakin berkembangnya zaman, orang semakin larut dalam perkembangan zaman tersebut. Mulai dari gaya hidup, gadget, sosial media, dan sebagainya. Semua berlomba untuk menjadi orang pertama yang paling mengikuti perkembangan zaman tersebut. Akan tetapi, ada juga sebagian orang yang tidak peduli dengan adanya perkembangan zaman. Ketika ada orang yang tampil beda, justru malah menjadi “pusat perhatian” dan dianggap “kudet” (kurang update / tidak kekinian). Dari hal itu, menimbulkan adanya sebuah kesenjangan sosial dan membuat keseimbangan sosial mulai terganggu. Manusia seperti penonton sepak bola yang menjadi 2 (dua) bagian. Begitupula kehidupan orang Kristen zaman sekarang dan gereja-gereja masa kini yang terlalu sibuk untuk membanding-bandingkan orang dan sibuk untuk membenahi bangunan gereja. Dalam hal ini banyak orang dan gereja yang lupa akan kehidupan jemaatnya yang di luar sana membutuhkan sebuah rangkulan. Sehingga munculah nabi-nabi palsu zaman now (zaman sekarang) yang berkedok kepinteran tetapi tidak mempunyai rasa empati yang kuat.

Maka dari itu, ketika zaman semakin berkembang, marilah kita juga mengembangkan iman dan hati setiap kita untuk menjadi pribadi yang mau “dipilih untuk turut dalam pelayan-nya”. Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam melayani Tuhan adalah motivasi kita. Motivasi pelayanan yang harus kita wujudkan adalah sebuah ketulusan, bukan hanya agar dipandang orang baik atau mencari “pendukung”.

PENJELASAN TEKS
Paulus ingin membawa jemaat Filipi lebih bisa memandang realitas kehidupan ini dengan siap dan tidak usah panik lagi dengan masalah-masalah yang muncul dan yang akan muncul ketika menjalani kehidupan ini. Karena Paulus sudah membuktikan sendiri sekalipun dirinya ada dalam belenggu sebagai orang tahanan justru telah menjadi teladan bagi orang lain dan lebih membawa hidupnya kepada pengertian yang lebih luas yaitu untuk hidup taat dengan segala rencana yang sudah ditentukan Allah atas hidupnya. Untuk itu besar harapan Paulus juga supaya pada akhirnya jemaat Filipi juga bisa menjadi pribadi yang lebih baik di dalam iman mereka.

Makna “dipilih untuk turut dalam pelayanan-nya” sama halnya dengan “hidup adalah Kristus” yang adalah bahwa seluruh cakupan kehidupan ini ada di dalam Kristus. Kehidupan ini harus dipenuhi dengan Kristus, diisi oleh Kristus sama halnya seperti apa yang Paulus lakukan yang terlihat dari keyakinannya, kasihnya, ketaatannya. Paulus tidak memiliki alasan lain untuk tidak mengatakan semua karena Kristus, dari Dia dan untuk Dia.

Perkataan Paulus berdasarkan Filipi 1:12-26 menunjukkan bahwa penderitaan orang percaya melalui pemberitaan Injil mampu menginspirasi orang lain untuk bermegah di dalam Kristus. Kemajuan Injil tidak ditentukan oleh situasi apapun atau motivasi siapapun karena apa yang sudah Tuhan bukakan, tidak ada siapapun juga yang akan bisa menutupnya. Pemberitaan Injil dengan sukacita menghasilkan sukacita bagi semua orang. Sukacita yang dimaksud adalah sukacita yang bersumber dari Kristus saja. Kesulitan hidup apapun yang menimpa orang percaya tidak membuat mereka meninggalkan Tuhan, justru penderitaan karena Kristus membuat mereka bermegah kepada Tuhan. Bukan bermegah atas diri sendiri, bukan bermegah karena mempunyai sebuah kekuasaan. Pengenalan yang benar kepada Tuhan akan membawa hidupnya untuk memprioritaskan Kristus sehingga kesulitan apapun yang dihadapi akan mampu membuatnya untuk terus hidup dalam sukacita pengharapan kepada Tuhan.

Berdasarkan surat Filipi 1:12-26, Rasul Paulus sedang mengingatkan kepada jemaat Filipi bahwa penderitaan yang telah dialaminya bukanlah suatu kejutan bagi Tuhan melainkan penderitaan itu justru dipakai untuk menyebarkan Injil. Penderitaan yang dialami Paulus yaitu Paulus di dalam penjara. Hal inilah yang menimbulkan rasa kekuatiran di dalam jemaat Filipi berdasarkan apa yang dikatakan di dalam Surat Filipi ini. Karena Paulus ingin meyakinkan kepada jemaat Filipi bahwa apa yang dialaminya tidak hanya berkaitan dengan keselamatan dirinya tetapi juga sangat berkaitan erat dengan kelangsungan berita Injil. Itulah sebabnya Paulus sangat berani untuk mengatakan di dalam Filipi 1:21 “karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Di ayat sebelumnya juga dikatakan “sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku”

REFLEKSI
Dalam perjalanan hidup ini acapkali kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan yang sangat berat, baik dalam hal membuat keputusan, memilih pasangan hidup, memilih sekolah yang bagus, memilih pekerjaan yang sesuai, mengerjakan tugas pelayanan dan sebagainya. Terlebih-lebih jika kita diperhadapkan dengan dua pilihan yang sama beratnya dan sangat menentukan masa depan hidup kita. Rasul Paulus pun diperhadapkan dengan dua pilihan yang dilematis, namun bukan pilihan seperti buah simalakama, melainkan dua pilihan yang mengandung berkat luar biasa. Biarlah ketika kehidupan semakin berkembang, kita tetap menjadi pribadi yang mau dipilih untuk melayani. Bukan karena hebatnya diri kita, melainkan karena ketulusan hati untuk mau melayani.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *