Home » Renungan » Kedatangan-Nya Membawa Pemulihan

Kedatangan-Nya Membawa Pemulihan

Roma 15:4-13, Matius 3:1-12

Pemulihan terkadang dipahami layaknya orang yang sembuh dari sebuah penyakit. Misalnya ada seseorang yang mengalami pusing kepala. Kemudian orang tersebut memeriksakan diri ke dokter. Setelah itu dokter memberikan obat dan kemudian orang tersebut meminum obat dan beristirahat. Dengan cara itulah orang tersebut mengalami pemulihan dalam arti sembuh dari penyakit.

Jika kita lihat lebih luas lagi, pemulihan bukan sekedar berbicara mengenai kesembuhan fisik. Pemulihan juga bisa dipahami sebagai kesembuhan relasi sosial antar manusia dan seluruh ciptaan Tuhan. Pemulihan ini terjadi karena adanya luka-luka psikis yang membuat hubungan satu orang dengan orang yang lain menjadi berjarak dan enggan mengalami perjumpaan. Tak hanya hubungan antar personal, hubungan komunalpun bisa mengalami luka karena peristiwa yang tidak menyenangkan, termasuk terjadinya ketidakadilan dan kekacauan.

Oleh sebab itu pada minggu Adven Kedua ini kita akan diajak untuk mengingat kembali makna kedatangan Kristus yang membawa pemulihan. Pemulihan ini berarti menyambung kembali hubungan antar personal maupun antar komunal yang retak dan tercerai berai. Dengan demikian kita sebagai pengikut Kristuspun terus menjadi mitra Allah untuk meneruskan karya pemulihan dengan memperjuangkan keadilan dan kedamaian.

Lewat khotbah ini umat diharapkan dapat memahami beberapa bentuk pemulihan, salah satu adalah tegaknya keadilan dan perdamaian. Umat juga diajak untuk mengusahakan keadilan dan perdamaian.

Dalam bacaan Roma 15:4-13, memperlihatkan pentingnya mengutip sejarah Israel untuk menunjukkan keyahudian Paulus. Dengan demikian para pendengar yang juga orang Yahudi merasa bahwa ajaran Paulus ini merupakan satu bagian dengan pengajaran Taurat dan sejarah Yahudi yang mereka ketahui. Di sinilah kecerdasan Paulus terlihat. Ia berhasil menghubungkan pengajaran tentang Yesus seperti dalam sejarah Yahudi.

Inti pesan yang disampaikan oleh Paulus adalah ajakan untuk hidup dalam kerukunan dan diwujudnyatakan dengan adanya kesatuan hati dan kesatuan suara untuk memuliakan Allah (Rm 15:5-6). Kesatuan ini terjadi ketika adanya penerimaan antara satu sama lain meskipun terdapat perbedaan di dalamnya (Rm. 15:7). Dengan demikian, kita melihat situasi yang terjadi adalah situasi yang kurang harmonis antar umat di Roma. Inilah pentingnya Paulus menuliskan bagian surat Roma ini kepada jemaat. Paulus mengajak jemaat Kristen di Roma untuk berubah. manusia mengalami pemulihan dari dosa (keterasingan) dan memulai suatu kehidupan yang baru dengan Allah, dirinya sendiri, dan sesama.

Dalam bacaan Injil pada Minggu ini (Mat 3:1-12). Ia senantiasa memberitakan “bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Mat. 3:2). Pertobatan yang dimaksud oleh Yohanes adalah perubahan hidup yang menghasilkan buah yang baik. Jika tidak maka akan dipotong karena kapak telah tersedia (Mat. 3:10). Inilah gambaran konsekuensi apabila tidak mengalami pertobatan.

Pesan ini ditujukan pada semua orang pada umumnya. Dalam perikop ini, kita melihat adanya orang Farisi dan orang Saduki yang datang untuk dibaptis. Meski demikian, Yohanes tidak membeda-bedakan siapa yang berkunjung untuk menerima baptisannya. Oleh sebab itu ungkapan keras “ular beludak” yang terucap merupakan sebuah seruan kasih agar kembali pada pertobatan.

Masa Adven memiliki nuansa penantian akan kedatangan sang “tunas” dari tunggul Isai. Hal ini mengacu pada kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat. Kedatangan sang “tunas” ini membawa pemerintahan yang baru, yakni pemerintahan yang memulihkan. Bukan pemerintahan yang menindas dan melukai. Pemulihan ini terjadi melalui dua hal. Pertama melalui keadilan yang diwujudnyatakan dengan pembelaan terhadap kaum tertindas dan pulihnya sistem peradilan yang sehat. Kedua melalui perdamaian yang diwujudnyatakan dengan pemulihan hubungan antar kelompok dan penerimaan terhadap satu akan yang lain meski dalam keadaan yang berbeda. Di sinilah umat sebagai pengikut Yesus Kristus diundang dan diteguhkan untuk mengalami pertobatan, yakni kembali ke perjuangan pemulihan yang dibawa oleh sang “tunas”. Memperjuangkan keadilan dan perdamaian kapanpun, di manapun, dan dalam situasi apapun. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN