Home » Renungan » Keluarga Yang Melayani

Keluarga Yang Melayani

Markus 10: 35-45

Kedudukan merupakan salah satu dari sekian persoalan lain yang seringkali ditemukan dalam keluarga. Ketika seorang anggota keluarga merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lain, maka tidak jarang ditemukan penindasan lalu muncul perlawanan. Hal ini bisa muncul karena ada nafsu yang menguasai demi memburu keuntungan, kenyamanan, sikap individualistis, dan ingin merasakan dicintai. Akibatnya, keluarga tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk saling melengkapi, melainkan menjadi tempat yang melelahkan, menyakitkan hati, dan tidak menyenangkan. Apakah keadaan demikian yang kita harapkan dalam keluarga? Tentu saja tidak. Keluarga seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi keluh kesah, pihak pertama yang memberikan pertolongan, dan sekaligus memberikan motivasi. Tema “Keluarga yang Melayani” menjadi sebuah oase bagi keluarga kristen untuk menemukan kembali spirit melayani. Melalui perenungan hari ini umat diajak untuk menghidupi spirit melayani yang dimulai dari keluarga.

Yakobus dan Yohanes mendekati Yesus dan meminta supaya permintaan mereka dikabulkan, yaitu kelak mereka ingin menduduki kursi di sebelah-sebelah Yesus. Berhadapan dengan permintaan itu, Yesus menyampaikan bahwa mereka tidak mengerti apa yang mereka minta. Lebih lanjut, Yesus bertanya tentang kesanggupan mereka meminum cawan yang diminum dan dibaptis dengan baptisan yang diterima oleh Yesus dan mereka menjawab bahwa mereka sanggup. Di satu sisi permintaan kedua murid ini sungguh luar biasa. Mereka menginginkan sebuah jaminan keselamatan yang lebih awal diberikan kepada mereka. Mereka pun menyatakan diri sanggup untuk menjalani apa yang akan dijalani oleh Yesus. Namun jawaban Yesus, bahwa bukan Dia yang berhak memberikan kursi itu, melainkan kursi itu diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.

Di sisi lain, permintaan ini merupakan wujud keinginan duniawi, bahwa kedua murid ini menginginkan sebuah hasil yang segera dapat dirasakan atau instan, tanpa melalui proses yang seharusnya. Apalagi ketika para murid yang lain menjadi marah setelah mendengar permintaan mereka. Ini artinya kesepuluh murid yang lain juga menginginkan tempat tersebut. Sebab tempat itu merupakan suatu simbol kedudukan, superioritas, kekuasaan, dan popularitas. Semakin kelihatan bahwa permintaan tersebut merupakan wujud dari hawa nafsu duniawi terhadap kedudukan dan jabatan.

Para murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Perseteruan itu menjadi terurai ketika Yesus memanggil para murid dan mengajak mereka untuk menjadi hamba, sebab Anak Manusia pun datang untuk melayani, bukan dilayani. Dari perseteruan ini semakin terlihat jelas bahwa para murid, tidak hanya Yakobus dan Yohanes, menginginkan tempat di sisi Tuhan Yesus karena ingin dilayani. Mereka berpikir dengan cara dunia, namun Yesus mengarahkan mereka memiliki hati seperti layaknya Anak Manusia: untuk menjadi terkemuka atau besar, hendaknya memiliki sikap seorang pelayan dan melayani.

Dunia ini dipenuhi dengan sikap individualistis, mengejar kenyamanan, kenginan untuk dilayani begitu rupa, memiliki kekuasaan yang besar, menjadi terkemuka, memiliki jabatan yang tinggi, dan populer. Sikap-sikap ini tentu mengakibatkan kehidupan di tengah masyarakat penuh dengan tekanan psikologis, seakan tidak ada ruang untuk berbagi cerita, penuh tuntutan, dan seakan membuat kita sendirian di tengah dunia yang ramai ini. Situasi ini pun menjangkiti kehidupan berkeluarga hingga memudarkan semangat melayani di dalam keluarga. Keluarga seharusnya berperan penting menjadi tempat pendidikan pertama. Keluarga diharapkan menjadi tempat yang kondusif untuk membangun spirit melayani di antara anggota-anggotanya. Amin

Di minggu ini kita kembali diingatkan pada spirit melayani di dalam keluarga. Keluarga diharapkan menjadi tempat yang penuh pengharapan bagi anggota-anggotanya, bukan menjadi tempat berkumpulnya ambisi, keinginan saling menguasai, apalagi menindas. Perenungan ini menghantar keluarga untuk membentuk suasana yang hangat dengan semangat melayani. Amin

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN