Home » Bahan PA » Materi PA (29 Juli – 3 Agustus 2019)

Materi PA (29 Juli – 3 Agustus 2019)

Masa Bakti ???
Matius 7:15-23

Jangankan harta, jiwa pun rela saya serahkan sebagai bakti kepada bangsa dan negara,” ujar baginda. Benarkah baginda berbakti pada bangsa dan negara? Benar, sebab beliau memang banyak berjasa. Namun, di lain pihak semua orang pun tahu bahwa baginda telah banyak membuat kep-pra (keputusan prabu) yang memungkinkan perusahaan-perusahaan milik sanak keluarga beliau mengeruk harta kerajaan. Demikian tertulis di prasasti yang sudah tidak terbaca lagi tentang babad sebuah kerajaan.

Ketika kemudian rakyat menuntut agar harta baginda diusut maka dengan wajah yang ramah dan senyum yang murah beliau bersabda, “Silakan usut, saya tidak memiliki apa-apa. “Benarkah baginda tidak memiliki apa-apa? Benar, sebab dalam usia yang uzur semua harta benda sudah disimpan oleh para anak-menantu dan cucu-sepupu.

Seorang raja lain dengan raut wajah penuh kesungguhan berucap “Saya tidak pernah berambisi untuk jabatan raja. Saya hanya mau ber bakti pada nusantara.” Namun, kemudian ketika rakyat menuntut agar baginda turun, beliau langsung menitahkan hulubalang untuk menjaga balairung dengan ribuan pasukan bayaran bersenjatakan bambu runcing dan menuduh para cerdik-cendekia melakukan makar.

Kisah itu bukan hanya hikayat dua baginda, melainkan kisah kita semua. Di gereja, di yayasan, di perkumpulan atau di mana saja ada jabatan, di situ dengan ringan kita berbicara tentang berbakti, melayani, dan mengabdi. Istilah masa jabatan pun kita ganti dengan masa bakti atau masa pelayanan.

Benarkah kita berbuat bakti? Benar sebab kita banyak mengorbankan pikiran, waktu, dan tenaga yang menghasilkan kemajuan. Tetapi bukankah di balik itu ada agenda tersembunyi yang tidak kita sadari? Agenda tersembunyi itu mungkin berbentuk rasa diri lebih unggul, atau barangkali imbalan dan fasilitas. Mendengar itu mungkin kita langsung menyangkal, “Ah, tidak ada motivasi buruk pada saya.” Nah, di sini letak kesulitannya. Di tingkat sadar kita merasa berbuat bakti. Lalu motivasi dan perilaku buruk itu kita benamkan dalam alam bawah sadar sehingga bisa ditutupi dengan dalih berbuat bakti.

Itu sebabnya kita sulit membedakan antara isi pikiran kita dengan pembungkus yang menutupinya. Misalnya, kita sebetulnya sangat menginginkan jabatan itu, namun ketika ditawarkan kita menolak; seperti kura-kura di bawah perahu, ketika ditanya bilang tidak mau padahal belum ditanya sudah mau. Atau di bibir mengaku tidak berambisi, tetapi kemudian rebutan kursi. Lalu sekali memegang jabatan, kita berusaha melanggengkan kekuasaan dan menyingkirkan para tandingan. Di tingkat sadar kita melakukan itu dengan motivasi berbakti.

Persoalan menjadi lebih rumit kalau konsep tentang bakti ini kita pasangi label religius. Perbedaan antara motivasi yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih kabur. Di tingkat sadar kita merasa berbuat bakti kepada Tuhan, tetapi di balik itu barangkali tersembunyi sejumlah kepentingan pribadi. Motivasi murni menjadi sulit dibedakan dari motivasi palsu.

Mungkin dengan latar belakang seperti ini Tuhan Yesus memberi peringatan tentang nabi-nabi palsu di Matius 7:15-23. Yesus mengakui bahwa mereka melakukan perbuatan baik seperti benubuat, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat demi nama Tuhan (lihat ay. 22). Namun, menurut Yesus mereka adalah ibarat “pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik” (ay. 18). Buahnya tampak baik, tetapi sebetulnya tidak sebab pohonnya tidak baik. Mereka “menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (ay. 15). Dari luar mereka tampak baik, namun praktik hidup mereka buruk. Mereka adalah “pembuat kejahatan” (ay. 23).

Mungkin kita juga berbuat serupa. Dari luar kita tampak sebagai domba yang berbuat bakti, namun di balik itu kita adalah serigala yang suka mencuri. Buah yang kita hasilkan tampak baik padahal sebenarnya kita adalah pohon yang tidak baik. Sebab itu mungkin kita bisa belajar berhati-hati untuk tidak cepat-cepat mengaku diri berbuat bakti. Sebab di manakah hati nurani jika kita berbicara tentang masa bakti, padahal isinya lebih banyak berupa masa kepuasan ambisi, atau masa kepentingan pribadi atau masa menggemukkan diri? Kita sendiri menjadi bingung kalau semua itu bercampur-aduk. Apalagi orang-orang yang menyaksikan. Misalnya, rakyat yang mendengar maklumat “Setelah menjalani tujuh masa bakti, baginda turun dari takhta dengan membawa banyak hasil upeti.” Rakyat bertanya-tanya: Apa ini masa bakti ataukah masa mencari upeti?

Sebagai gereja dewasa, GKJ Wonosari sudah menjalankan masa bakti selama 88 tahun. Tentu sudah banyak pelayanan yang dilakukan, baik setiap individu di dalam gereja, mau pun gereja sebagai lembaga organisasi. Banyak juga dampak yang diberikan kepada jemaat di dalam maupun lingkungan sekitar selama masa bakti 88 tahun. Maka dari itu dalam semarak merayakan hari ulang tahun, kita semua sebagai GKJ Wonosari diajak merefleksikan masa bakti kita kepada Tuhan dan sesama. Setelah 88 tahun lebih diberkati oleh Tuhan sebagai gereja, saatnya kita kembali merenungkan bakti kita dalam mengungkapkan syukur.

Bahan Diskusi:
1. Apakah kita sudah dengan sungguh-sungguh menjalani masa bakti kita sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan?
2. Apa saja yang dapat GKJ Wonosari lakukan dalam menjalani masa bakti sepanjang tahun 2019-2020 sebelum menyambut ulang tahun ke-89?

Sumber : “Selamat Berbakti”, Andar Ismail

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN