Home » Bahan PA » Materi PA Bulan Kebangsaan (26-31 Agustus 2019)

Materi PA Bulan Kebangsaan (26-31 Agustus 2019)

“Gereja dan Semangat Hidup Persaudaraan”
Yohanes 15:9-17

Memasuki Persekutuan:

Ajakan untuk sejenak saat teduh

Nyanyian Pujian KJ 337:1,2

Betapa kita tidak bersyukur
bertanah air kaya dan subur;
lautnya luas, gunungnya megah,
menghijau padang, bukit dan lembah

Reff
Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung, Mahakuasa;
Itu semua berkat karunia
Allah yang Agung, Mahakuasa.

Alangkah indah pagi merekah
bermandi cah’ya surya nan cerah,
ditingkah kicau burung tak henti,
bunga pun bangkit harum berseri.

Reff

Doa Pembukaan

Nyanyian Pujian KJ 337: 3

Bumi yang hijau, langitnya terang,
berpadu dalam warna cemerlang;
indah jelita, damai dan teduh,
persada kita jaya dan teguh.

REFF

Berita dari Injil Yohanes 15:9-17
Dalam bahasa Injil Yohanes ketika Tuhan Yesus mengatakan “seperti Bapa mengasihi Aku”, bisa kita pahami dengan ungkapan “Bapa-Ku menyukai Aku” atau “Bapa-Ku merindukan Aku”. Mengapa demikian? Ada hubungan istimewa antara Allah Bapa dan Tuhan Yesus. Apa pun rencana Sang Bapa terhadap umat manusia dilakukan dengan utuh, tulus dan sepenuh hati oleh Tuhan Yesus. Yesus menjaga dan merawat komunikasi dengan Bapa-Nya agar selalu terhubung dan dapat melakukan segala rancangan dan kehendak Sang Bapa. Mengasihi dari pihak Yesus adalah membina, merawat, dan menjaga komunikasi yang baik dengan Sang Bapa. Dari pihak Sang Bapa yang mengasihi Yesus, mempercayakan tugas karya penyelamatan seutuhnya ke dalam tindakan dan ucapan Yesus. Hal itu sangat dimungkinkan karena ada kesediaan timbal-balik, saling berkomunikasi dengan baik, saling menaruh kepercayaan melaksanakan tugas antara Yesus dan Bapa-Nya. Bapa yang menyukai Yesus karena di dalam Diri Yesus segala rancangan dan kehendak-Nya dilakukan tanpa syarat. Bapa yang merindukan Yesus karena ada ikatan dan kaitan yang jelas dan tegas yaitu sama-sama berkehendak menyelamatkan manusia.

Pelajaran yang dapat dipetik
Semangat yang dapat dipetik dari hubungan dan komunikasi Yesus dan Bapa-Nya adalah saling menaruh kepercayaan dalam hal melaksanakan karya keselamatan dan kebaikan bagi manusia. Selain itu, dalam kaitan dengan hubungan Sang Bapa dan Tuhan Yesus, ada saling memberi dan saling menerima kepercayaan utuh. Kita dapat memanfaatkan pelajaran-pelajaran berharga dari semangat yang dimunculkan oleh penginjil Yohanes, dengan menyampaikan hubungan Yesus dan Bapa-Nya, untuk kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Gereja dan masyarakat adalah satu kesatuan utuh ibarat hubungan dua sisi pada selembar uang. Sisi yang satu berharga dan memberi nilai pada sisi yang lain. Tanpa sisi yang satu lembaran itu tidak bisa disebut uang. Idealnya Gereja dan masyarakat seperti pada gambaran itu.

Dari sudut internal, yaitu gereja itu sendiri. Dalam gereja selalu ada keluarga-keluarga. Hubugan antaranggota keluarga juga bisa disuburkan dengan semangat saling menaruh kepercayaan dalam hal melaksanakan peran dan fungsi. Peran dan fungsi pembawa watak dan perilaku pancaran kehendak Sang Bapa dan Tuhan Yesus. Keluarga-keluarga yang berinteraksi dengan sesama anggota gereja juga bisa memanfaatkan semangat memberi dan menerima kepercayaan utuh satu sama lain. Akan sangat sulit membayangkan Gereja dapat menjadi sumber penyebar semangat persaudaraan jika di dalamnya tidak tumbuh subur semangat persaudaraan. Semangat itu mestinya terjadi dan disuburkan di dalam kehidupan bergereja.

Hidup gereja dalam semangat persaudaraan, seperti diungkap dalam Injil Yohanes 15, bisa menjadi sumbangsih gereja bagi kehidupan bermayarakat. Sebagaimana Tuhan Yesus melaksanakan fungsi dan peran-Nya di tengah masyarakat bangsa-Nya, gereja mestinya belajar menerapkan fungsi dan perannya secara kongkret di tengah-tengah masyarakat bangsanya dengan meneladan relasi Tuhan Yesus dan Bapa-Nya. Gereja yang menerapkan kerukunan, keluarga anggota gereja yang setia menjalani hidup dengan semangat persaudaraan terhadap siapa pun, hubungan antargereja sebagai kesatuan persaudaraan yang mendatangkan kebaikan, jika semua itu diterapkan dengan konsekuen dan tekun, akan menjadi sumbangsih besar gereja bagi kehidupan persaudaraan di Indonesia tercinta.

Pendalaman melalui diskusi
1. Jika Anda adalah salah satu pengurus RT atau RW sebagai orang kristen, apa yang bisa Saudara sumbangkan untuk kehidupan bersama di tengah-tengah lingkungan?
2. Kalau pun Anda adalah warga masyarakat biasa, bukan sebagai pengurus, tentu Anda dapat mengambil peran sebagai pembawa semangat persaudaraan. Ceritakanlah pengalaman Saudara.
3. Jika kepada Anda dipercayakan tugas dan tanggungjawab sebagai salah satu pengurus di lingkungan RT atau RW, apa yang ada dalam pikiran dan semangat Anda?

Kesimpulan dan ajakan melakukan Firman

Doa Syukur

Pujian Syukur dari KJ 362:1,2

Aku milikMu, Yesus, Tuhanku;
kudengar suaraMu.
‘Ku merindukan datang mendekat
dan diraih olehMu.

Reff
Raih Daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.
Raih Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.

Aku hambaMu, Kausucikanlah
oleh kasih kurnia,
hingga jiwaku memegang teguh
kehendakMu yang mulia.

Reff
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.
Raih Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.

(Materi ini diambilkan dari Buku Materi Bulan Kebangsaan terbitan Sinode GKJ Tahun 2019)

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN