Home » Bahan PA » Materi PA Masa Paskah (8-13 April 2019)

Materi PA Masa Paskah (8-13 April 2019)

KEMATIAN YANG MENDAMAIKAN

Bacaan Alkitab : Lukas 23:33-43

PENGANTAR
Kematian adalah realitas hidup. Yesus hanyalah salah satu manusia di dunia yang mati secara mengenaskan. Tetapi tidak hanya Yesus yang mati dengan cara mengenaskan. Berulangkali tentara Roma sudah menyalibkan orang. Saat Yesus tersalib pun ada 2 orang penjahat yang disalibkan bersama Yesus. Yang menjadi pembeda adalah, saat kematian menyongsong, Yesus justru menghidupkan orang lain dengan pengampunan yang ditawarkan oleh-Nya. Kematian Kristus membawa kedamaian bagi dunia.

LANGKAH-LANGKAH
1. Menceritakan Pengalaman
a. Ceritakan pengalaman Anda berhadapan dengan kematian?
b. Apakah Anda pernah berhadapan dengan kematian yang mengenaskan? Ceritakan pengalaman Anda!

2. Mengolah Pengalaman
a. Hal-hal apa saja yang membuat pengalaman kematian dapat disebut mengenaskan?
b. Bagaimana Anda memberi makna terhadap kematian yang mengenaskan itu?
c. Pernah Anda mendengar kematian yang berdampak baik bagi kehidupan? Seperti apakah itu?

3. Mendengarkan Firman

Bacalah Lukas 23:33-43.

Di mata orang Yahudi, kematian seperti yang Yesus alami adalah kematian yang tidak terhormat. Setidaknya ada dua alasan atas pernyataan itu. Pertama, Yesus dihukum mati karena kasus penistaan agama. Orang yang menista agama sering diidentikkan dengan orang yang melawan Tuhan. Maka hukumannya tak hanya mati di dunia, tetapi juga neraka abadi.

Kedua, terkait dengan itu, hukuman salib menunjukkan keberadaan orang yang mati semacam itu ditolak oleh bumi dan surga. Ulangan 21:22-23 menyebutkan aturannya, “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang, maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”

Apa yang ada dalam pemikiran orang Yahudi ini bisa jadi menjadi bagian dari pergumulan Yesus. Namun, setelah bergulat dengan pergumulan penderitaan dan kematian yang akan dijalani-Nya, Yesus mampu menyongsong penderitaan dan kematian itu dengan berani. Itu sebabnya, di atas salib, sabda yang keluar dari mulut Yesus adalah sabda yang jauh dari rasa takut dan benci. Yesus mengatakan, “Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (ay. 34). Di sini terlihat bahwa Yesus tidak hanya berkhotbah dan mengajarkan kasih, tetapi Ia sendiri mempraktikkan ajaran-Nya. Yesus menunjukkan Ia mengasihi orang yang membenci, mengkhianati, dan memukuli diri-Nya.

Dengan ajaran dan praktik pengampunan di puncak penderitaan, menjelang wafat-Nya di atas kayu salib, Yesus telah menerobos dan mematahkan lingkaran setan balas dendam dan kebencian. Derita dan kematian-Nya justru membawa kehidupan. Tentu Yesus tidak menyetujui kejahatan yang dilakukan manusia, tetapi kejahatan tidak bisa dibalas dengan kejahatan. Kejahatan hanya kalah bila dibalas dengan kebaikan. Pengampunan adalah jalan kehidupan yang merobohkan tembok kekerasan dan kekasaran.

Di atas kayu salib, Yesus memberi teladan pengampunan agar pengorbanan-Nya tidak hanya memperdamaikan manusia dan Allah tetapi juga membawa damai antar manusia. Salib tidak bermakna vertikal, perdamaian manusia dan Allah, tetapi juga horisontal, yang bermakna perdamaian antar manusia. Itu sebabnya, di bagian akhir, ketika seorang yang disalibkan bersama Yesus mengakui keberdosaannya, Yesus merengkuhnya melalui ucapan yang sangat indah, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43).

4. Memaknai Pengalaman Secara Baru
a. Kematian Kristus bukanlah kematian yang sia-sia. Kematian itu menghidupkan. Apa pendapat Anda terhadap pernyataan seperti itu?
b. Sikap pengampunan menjadi jalan kehidupan. Bagaimana kehidupan pengampunan di masa kini?

5. Memperbarui Hidup
a. Bagaimana Anda memaknai kematian Kristus bagi Anda saat ini?
b. Apa yang akan Anda lakukan untuk berbagi kehidupan mengingat pengorbanan Kristus bagi Anda?

“Kita tidak berdamai dengan orang lain
karena kita tidak berdamai dengan diri kita sendiri.
Dan kita tidak berdamai dengan diri kita sendiri
karena kita tidak berdamai dengan Allah”
– Thomas Merton

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN