Home » Bahan PA » Materi PA Masa Pepenkris (9-14 September 2019)

Materi PA Masa Pepenkris (9-14 September 2019)

DIDIKAN TUHAN MENDATANGKAN KEBAIKAN

Bacaan : Ayub 15:17-23

Tujuan :
• Peserta menyadari bahwa didikan Tuhan teranyam dalam pengalaman hidup tiap umat, melalui peristiwa yang membahagiakan maupun memprihatinkan. Didikan Tuhan itu, apa pun bentuknya, adalah sarana bagi kita untuk berproses menjadi semakin berhikmat;
• Peserta peduli terhadap sesama, terlebih kaum muda, yang sedang menghadapi aneka masalah hidup, sehingga mereka: (a) merasa tidak sendirian, (b) bersedia bertahan serta bersemangat untuk mengatasi masalah mereka.

Pengantar
Pertama, dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “pendidikan” diartikan sebagai suatu proses pengubahan orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Jika bertolak dari pengertian tersebut, maka setiap orang pasti mengalami proses didik / pendidikan ini. Adakah seorang anak yang tidak mengalami didikan orang dewasa / orang tua lantas dapat ia tumbuh menjadi seorang “dewasa” yang normal? Tentu saja tidak. Sebab hanya melalui proses pendidikan dari orang dewasa / orang tua, seorang anak akan mengerti dengan benar bagaimana cara menjalani kehidupannya.

Kedua, sebagaimana seorang anak pasti menerima didikan dari orang tuanya, maka setiap orang yang mengaku sebagai anak-anak Allah juga menerima didikan Tuhan. Itu supaya ia bisa hidup dalam rancangan dan kehendak Tuhan.

Persoalannya, sering kali ada begitu banyak orang percaya / anak-anak Tuhan yang tidak mau menerima didikan dari Tuhan. Mereka lebih suka menerima cara hidup duniawi, yang tanpa disadari, membawa mereka masuk dalam kehidupan yang “gelap”.

Ada banyak umat percaya, tua maupun muda, memilih mengambil jalan pintas: lari dari permasalahan hidup. Banyak anak muda mencari pelarian dari masalah yang mereka anggap berat, dengan cara mabuk-mabukan atau mengkonsumsi narkoba. Bahkan, ada pula anak muda yang sampai bunuh diri. Mereka menganggap permasalahan hidup adalah beban. Mereka tidak menyadari bahwa aneka masalah yang kita jumpai di sepanjang kehidupan kita, itu dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan didikan-Nya kepada kita.

Ketiga, lalu bagai mana kita harus menanggapi didikan Tuhan itu? Mari kita bersama-sama membaca Alkitab dan belajar dari Ayub 5: 17-23. [Pemimpin mempersilakan peserta membaca Alkitab secara perlahan di dalam hati; Lalu, dilanjutkan pembacaan Alkitab secara bergantian, ayat bernomor ganjil oleh perempuan, ayat bernomor genap oleh laki-laki; Akhirnya, peserta menandai ayat yang dirasa paling menyentuh hati].

Penjelasan
Saudara, tokoh Ayub tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Dalam pasal 1:1-3 dinyatakan bahwa Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia menjadi orang yang sangat terberkati melalui istri dan anak-anak (laki-laki dan perempuan), juga harta yang sangat berlimpah. Seandainya kini kita melihat orang yang terberkati seperti Ayub, tentu kita akan berpikir alangkah bahagianya kehidupan orang itu. Bahkan, mungkin kita sempat iri terhadap kehidupan orang tersebut.

Tetapi, ternyata jalan hidup Ayub tidaklah mulus. Suatu ketika, dalam waktu yang singkat, hal-hal yang menjadi kebahagian hidup Ayub, sirna. Dengan sangat tragis, kehidupan Ayub berubah 180 derajat.

Akan tetapi, Ayub mempunyai sikap yang sangat istimewa dalam menghadapi peristiwa tragis dalam hidupnya. [Dipandu oleh beberapa pertanyaan, kita bersama-sama akan belajar dari Ayub. Kiranya, melalui PPA ini, hikmat Tuhan yang dikaruniakan-Nya kepada Ayub juga dapat kita terima dan rasakan. Mari kita masuk dalam diskusi untuk mendalami kisah pengalaman Ayub].

Pertanyaan untuk Diskusi
1. Bagaimanakah sikap Ayub dalam menghadapi permasalahan dan penderitaan yang terjadi dalam hidupnya? Mengapa Ayub memiliki sikap seperti itu?
2. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari pengalaman hidup Ayub?
3. Sebagai orang tua, apa yang seharusnya kita lakukan untuk mendampingi generasi muda yang memiliki kerentanan dalam menghadapi permasalahan hidup mereka?

Penutup
Saudara, didikan Tuhan teranyam di sepanjang perjalanan hidup kita, melalui peristiwa yang membahagiakan dan juga memrihatinkan. Ketika saat sulit tiba, ingatlah sabdanya dalam Ibrani 12:5b,11: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya… Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”

Semuanya peristiwa yang membahagiakan dan memrihatinkan itu dipakai oleh Tuhan, supaya kita menjadi umat beriman yang bermutu, yang dapat membangun kehidupan kita pribadi dan sesama.

Dengan memahami panggilan tersebut, setiap orang percaya diingatkan bahwa semua pengalaman hidup, apa pun bentuknya, adalah sarana untuk berproses menjadi semakin berhikmat.

Terkait dengan hal itu, gereja dan keluarga memiliki peran penting untuk mendampingi kaum muda agar bersedia belajar bertahan serta berani menghadapi aneka masalah serta pergumulan dalam hidup mereka. Melalui pendampingan itu, kiranya mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah dan pergumulan itu.

Sesungguhnya berbahagialah manusia yang mau menerima didikan Tuhan, karena ia disebut sebagai anak-anak Allah. (NLA)

(Materi ini diambil dari Buku PEPENKRIS LP3KS Sinode GKJ dan GKI SW Jateng – DIY Tahun 2019.)

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN