Home » Bahan PA » Materi PA Masa Pentakosta (17-22 Juni 2019)

Materi PA Masa Pentakosta (17-22 Juni 2019)

Roh Kudus Berkuasa Memperbarui Kehidupan
Kisah Para Rasul 2:1-13

A. Pendahuluan
Pentakosta merupakan hari pencurahan Roh Kudus. Mengapa pencurahan Roh Kudus terjadi pada hari itu? Apa konsekwensi dari pencurahan Roh Kudus bagi pengikut Kristus pada masa itu? Apa relevansinya untuk pengikut Kristus pada masa kini? PA kali ini akan membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan kemudian menarik aplikasi praktis dalam kehidupan masa kini, khususnya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI.

B. Rerangka Teks: Kisah Para Rasul 2:1-13
▪ Hari Pentakosta (ayat 1)
▪ Angin dan Api (ayat 2-3)
▪ Kepenuhan Roh Kudus (ayat 4)
▪ Ketakjuban dan Kebingungan (ayat 5-13)

C. Bahasan Teks – Kisah 2:1-13

Ayat 1: Hari Pentakosta
“(1) Ketika tiba hari Pentakosta, …” Mengapa hari Pentakosta dipilih sebagai hari untuk pertama kali mencurahkan Roh kepada para murid? Ada dua alasan yang mungkin:
– Pada hari besar Yahudi akan ada banyak peziarah di Yerusalem dari seluruh dunia. Hari itu merupakan salah satu dari tiga hari besar Yahudi yang mempunyai tradisi ziarah ke Yerusalem yang dikenal sebagai kota suci. Nama Pentakosta (kelima puluh) diberikan karena hari itu merupakan hari ke-50 setelah Paska.
– Merupakan hari pesta panen, seperti tertulis pada Keluaran 23:16 dan Ulangan 16:10. Ada makna simbolis yang indah bahwa pencurahan Roh Kudus dengan kuasa yang luar biasa disertai dengan pertobatan 3000 orang, merupakan panen besar dari buah kesaksian pemberitaan kabar baik bagi dunia.

Ayat 2-3: Angin dan Api

“(2) Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;.”

Kata tiba-tiba memberi makna bahwa Roh Kudus yang dicurahkan merupakan Roh yang berdaulat penuh dan tidak terikat pada waktu dan cara kepada siapa pun Roh tersebut diberikan. Para murid tidak dapat membuat Roh Datang, ketika Roh Kudus datang, Dia datang dengan tiba-tiba. Roh Kudus memiliki sifat mengasihi dan melayani, namun cara mengasihi dan melayani dilakukan menurut waktu dan cara-Nya yang dipandang sebagai yang terbaik. Sebagai orang beriman yang telah menerima Roh Kudus, kesadaran akan kehadiran-Nya dan rahmat-Nya dalam keseharian, ditandai dengan kepatuhan iman dan permohonan doa dalam menanti-nantikan pertolongan-Nya.

Selanjutnya, perhatikan angin dan api pada ayat 2 dan 3: “(2) Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; (3) dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.”

Kadang-kadang Roh Kudus membuat dirinya dikenal dengan manifestasi yang terlihat, dapat didengar, dan dapat disentuh. Dalam Perjanjian Lama ada tiang awan dan tiang api. Pada baptisan Yesus ada burung merpati. Pada Kis 4 ada bangunan bergetar. Pada Kis 6, wajah Stefanus seperti wajah malaikat. Pada Kis 16 ada gempa bumi. Namun Roh dapat juga tidak memberi manifestasi yang terlihat, tidak dapat didengar, dan tidak dapat disentuh terkait dengan kehadiran dan kekuatan-Nya.

Mengapa Roh Kudus melakukan manifestasi yang terlihat untuk beberapa kejadian dan tidak melakukannya pada beberapa kejadian yang lain? Hal ini merupakan bagian dari kebijaksanaan dan kedaulatan-Nya. Dia bukan api. Dia bukan angin. Dia bukan merpati. Dia bukan cahaya hangat. Jadi Dia tidak selalu akan menggunakan manifestasi yang sama, dengan demikian kita tidak perlu bingung terkait dengan berbagai bentuk manifestasinya. Dia bebas. Tetapi ketika Dia berkenan, mungkin ada api dan mungkin ada suara.

Tampaknya inilah yang dialami pada para murid dalam Kis 2, ketika mereka melihat lidah api dan mendengar angin keras memenuhi mereka, ada perasaan yang luar biasa akan hadirat Allah. Kita dapat membayangkan ketika para murid berdoa (Kis 1:14), kemudian tiba-tiba sesuatu terjadi yang benar-benar mengubah pengetahuan mereka tentang kehadiran Allah menjadi pengalaman akan kehadiran Allah. Mereka melihat api di kepala masing-masing dan mereka mendengar angin keras. Dan mereka dipenuhi bukan hanya dengan kepastian deduktif tentang realitas Allah saat itu, tetapi dengan kepastian pengalaman berdasarkan pada pencurahan Roh Kudus yang luar biasa. Api mulai membakar di hati mereka (Lukas 24:32) dan di mulut mereka (“lidah api”), dan suara angin mengelilingi mereka dan menyelimuti mereka dengan tanda-tanda kekuatan Allah. Mereka merasa dibanjiri dengan kebesaran Tuhan. Lalu mereka mulai memuji Tuhan.

Ayat 4: Kepenuhan Roh

(4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Dipenuhi dengan Roh Kudus di sini berarti dipenuhi dengan kebesaran Tuhan. Terjemahan harfiah dari ayat 11 “… mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah …” Karena Roh menaruh pada mulut mereka kata-kata, dan kata-kata itu menyaksikan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.

Api di kepala mereka telah membakar pengetahuan tentang Tuhan, dan mengubahnya menjadi gairah. Kencangnya angin telah menenggelamkan semua suara keraguan dan ketidakpastian yang ada pada diri mereka. Rasa takut, keraguan, dan kelemahan mereka tertelan dalam pengalaman yang belum pernah mereka terima sebelumnya. Keberanian dan semangat yang menyala-nyala melingkupi mereka, dan mereka dapat memberikan kesaksian akan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.

Itulah intisari dari kepenuhan (atau baptisan yang dimaksud pada Kis 1: 4-5) yang mereka terima — pengalaman yang luar biasa akan kebesaran Allah, yang dituangkan dalam bentuk pujian dan kesaksian yang berani dan bersemangat. Bahasa roh dalam Kisah Para Rasul ketika diberikan selalu memiliki peran yang sangat jelas. Dalam kejadian ini, para rasul tiba-tiba dapat berbahasa dengan bahasa para peziarah dari berbagai bangsa yang hadir di tempat itu, yang perlu memahami hal-hal besar yang dikatakan para rasul. Hal ini merupakan tanda bahwa Tuhan menginginkan agar semua orang memahami dan mengalami kebesaran-Nya. Dia bersedia melakukan mujizat untuk membuat kemuliaan-Nya dikenal di antara bangsa-bangsa, sampai ke ujung bumi.

Ayat 5-13: Ketakjuban dan Kebingungan

Pada ayat 12 demonstrasi kuasa Allah dalam mujizat bahasa roh (dapat berkata-kata bukan dalam bahasanya sendiri) menyebabkan keheranan dan kebingungan bagi banyak orang. Kebingungan yang terjadi menuntun pada dua respons yang sangat berbeda. Beberapa orang dengan serius bertanya, “Apa artinya ini?” Yang lain (ayat 13) mengejek dan melompat ke penjelasan naturalistik: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

Hal ini merupakan sebuah peringatan, setiap kali Roh Kudus menyatakan karya-Nya — perpecahan tetap sangat mungkin terjadi, bahkan dalam komunitas Kristen sekalipun. Ada orang-orang yang benar-benar menanyakan apa ini, dan menguji semua hal, dan berpegang teguh pada apa yang baik dan benar. Namun selalu terdapat pihak lain yang berdiri di luar, lalu mengejek dan menurunkan antusiasme yang ada, dengan mengatakan seperti pada Kis 2:13 “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.” Mereka tidak dapat memercayai kuasa Allah yang dapat berkarya mengubahkan dan memperbarui sebuah kondisi atau keadaan, bahkan ketika karya itu diperagakan secara supranatural sekalipun.

D. Aplikasi
1. Level keintiman yang baruNew level of intimacy
Peristiwa pencurahan Roh Kudus pada orang-orang percaya pada Hari Pentakosta, memberikan sebuah pengalaman yang baru tentang kehadiran Allah. Roh Kudus yang dicurahkan benar-benar mengubah pengetahuan mereka tentang kehadiran Allah menjadi pengalaman akan kehadiran Allah. Peristiwa ini menandakan penyertaan dan pencurahan kasih Allah yang tidak terbatas di dalam hati orang-orang percaya. Pengalaman ini kemudian menggerakkan hati para murid untuk melakukan tindakan seperti yang diperintahkan Roh itu kepada mereka.

Sama halnya bila ditarik pada kehidupan masa kini, Roh yang sama yang telah dicurahkan kepada para murid pada masa Pentakosta juga telah dicurahkan kepada kita semua. Hari Pentakosta mengingatkan kepada kita tentang rahmat yang dapat meningkatkan level keintiman kita dengan Allah. Roh Kudus yang ada dalam hati kita dapat memeriksa hati kita, berdoa untuk kita, mengubahkan kita, dan dapat membuat kehendak Allah terealisasi dalam hidup kita, serta memungkinkan terjadinya perwujudan buah Roh melalui kehidupan kita. Level keintiman yang baru ini membuat kita dapat mengalami penyertaan dan curahan kasih Allah yang tak terbatas, yang dengan sendirinya akan mengalir ke luar melalui kehidupan kita. Level keintiman ini akan sangat menentukan perilaku kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat disayangkan apabila kita sangat sibuk merencanakan dan melakukan banyak hal untuk bangsa dan negara bahkan dengan melabeli melakukannya semua ini untuk Tuhan, tetapi kita lupa bahwa kita disertai oleh Allah yang secara permanen mendiami hati kita dan sangat dekat dengan kita. Kesibukan berkarya meski karya yang notabene baik sekalipun, bila dilakukan dengan kekuatan sendiri akan dengan mudah membawa kita pada kelelahan fisik dan bathin, yang akhirnya menyeret diri pada mengasihani diri sendiri, yang kita tahu persis bukan merupakan sifat dari Allah Roh Kudus. Level keintiman yang selalu baru dengan Allah akan membuat kita dapat menikmati rahmat istimewa dengan penuh kesadaran bahwa Roh Kudus yang adalah Pribadi Allah sendiri telah diberikan dan berkenan masuk dalam hati kita menyertai dan mencurahkan kasih-Nya yang tak terbatas dalam rangka mengerjakan Karya-Nya yang besar melalui hidup kita sebagai warga negara Indonesia. Apakah saya dapat menikmati level keintiman yang baru tersebut dengan Allah?

2. Roh Kudus memberi KuasaThe Holy Spirit is Empowering
Setelah Yesus terangkat, para murid diminta untuk menantikan di satu tempat sampai menerima pencurahan Roh Kudus, dan kemudian mereka dapat berkarya dengan penuh kuasa dan keberanian. Hal yang sama berlaku pada masa kini. Misi Allah bagi dunia tidak terkecuali berlaku bagi negara dan bangsa Indonesia. Allah akan terus mengerjakan misi-Nya untuk menyelamatkan dan memperbarui kehidupan umat manusia dan alam semesta. Karena ini misi Allah, tentunya merupakan pekerjaan yang sangat besar sekali. Ketika kita diundang untuk ambil bagian di dalamnya, sangatlah tidak mungkin bila sumber daya yang kita gunakan hanya berasal dari diri kita sendiri. Kita membutuhkan sumber daya yang berasal dari Allah, Roh Kudus dicurahkan kepada setiap orang percaya agar kita dapat berkarya dengan kesadaran penuh bahwa karya yang dipercayakan kepada kita, apa pun itu, kita lakukan sepenuhnya dengan kekuatan yang berasal dari Allah sendiri. Kesadaran ini membuat kita dapat menatap ke depan dengan penuh keberanian dan pengharapan yang pasti. Dengan demikian, ketika diperhadapkan pada daftar persoalan bangsa Indonesia yang masih sangat panjang, namun semangat, gairah, hasrat, dan kesungguhan untuk ikut ambil bagian membangun bangsa tidak pernah surut sedikit pun. Ada sebuah keyakinan bahwa Misi Allah untuk memperbarui kehidupan tidak akan pernah gagal, bila Allah sendiri yang mengerjakan-Nya di dalam dan melalui orang-orang yang diberinya kepercayaan untuk melakukannya.

Tugas dan tanggung jawab apakah yang Tuhan percayakan untuk saya kerjakan sebagai Warga Negara Indonesia dalam rangka memperbarui kehidupan di bumi Indonesia tercinta? Bagaimana saya harus mengerjakannya?

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN