Home » Bahan PA » Materi PD 10-15 Desember 2018 ( Minggu Adven II)

Materi PD 10-15 Desember 2018 ( Minggu Adven II)

LANGIT BUMI BARU DI BUMI NUSANTARA

Keterangan
U = Umat (bersama-sama);
A = salah satu Anak (anak-anak, remaja, pemuda);
O = salah satu Orangtua.

• Persekutuan Doa ini dirancang untuk Persekutuan Doa Keluarga yang melibatkan semua unsur dalam keluarga.
• Sebelum dilaksanakan, silakan para bertugas berkoordinasi. Bahan ini silakan disesuaikan dengan kondisi setempat.
• Kidung Pujian dapat diubah untuk memudahkan menyanyikannya.

1. SAAT HENING

2. NYANYIAN PUJIAN
O : Mari kita memasuki Masa Adven 2018 ini dengan hati penuh sukacita!
U : Kita nantikan kehadiran \ Kristus Juruselamat kita \ Haleluya!
U : (Menyanyikan KJ 76: 1,2)

3. DOA PEMBUKA
(Oleh salah seorang anak)

4. NYANYIAN PUJIAN (KJ 77: 1-4)
(Dipandu oleh salah satu orangtua)

5. PEMBACAAN FIRMAN TUHAN
2 Petrus 3:1-15
(Oleh salah seorang anak)

6. NYANYIAN TANGGAPAN
(KJ 50a: 1, 4, 6)
(Dipandu oleh salah seorang orangtua)

7. RENUNGAN
(Oleh salah seorang anak)

Langit Bumi Baru di Bumi Nusantara

Masa Adven selalu mengingatkan kita kepada janji kedatangan Tuhan Yesus kembali ke dunia ini. Bahwa Ia akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Bahwa melalui kehadiran-Nya, langit dan bumi yang baru akan terwujud. Namun, perihal kapan dan bagaimana hal itu terjadi secara detail, tidak ada seorang pun yang tahu. Bacaan kita pun mengatakan bahwa Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.

Karena kedatangannya seperti pencuri yang tidak bisa diduga, maka kita perlu terus-menerus hidup sebaik-baiknya. Surat 2 Petrus 3:11 menulis, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.“ Ayat 14, “… kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.“ Itulah yang mesti dilakukan oleh orang-orang yang menantikan dan ingin mempercepat kedatangan Hari Tuhan. Jadi, kapanpun datangnya Hari Tuhan, kita sudah siap setiap saat.

Yang menarik dari perikop ini adalah adanya dua gambaran situasi berbeda yang dilukiskan sebagai kedatangan Hari Tuhan. Situasi yang pertama adalah situasi dimana langit akan lenyap, unsur-unsur dunia akan hanyut dalam nyala api, bumi dan isinya akan hilang lenyap, segala sesuatu akan hancur (ayat 10, 12b). Sedangkan situasi yang kedua adalah situasi dimana langit dan bumi yang baru terwujud pada Hari Tuhan (ayat 13).

Gambaran tentang kedatangan Hari Tuhan ini nampaknya sedikit banyak dipengaruhi oleh kisah air bah pada zaman Nuh. Pada saat air bah tersebut semua yang ada di bumi dibinasakan, namun ada orang-orang yang diselamatkan, yaitu Nuh dan keluarganya. Mereka inilah yang kemudian diperkenan Tuhan memulai kehidupan baru dalam langit dan bumi yang baru.

Jadi, kalau kita berharap akan Hari Tuhan terjadi sebagai langit dan bumi yang baru pada saat ini dimana terdapat kebenaran, kedamaian, ketentraman serta kebahagiaan, maka kita mesti senantiasa berusaha mewujudkan hidup benar, suci dan tak bercacat seperti yang dilakukan oleh Nuh. Sebagaimana Nuh berani hidup berbeda dari orang-orang pada zamannya yang cenderung melakukan kejahatan (Kejadian 6:5), kita pun dipanggil untuk berani hidup berbeda. Juga hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9), meski orang sekitar kita mungkin mencibir atau mengolok-olokan kita.

Kiranya Hari Tuhan yang kita nantikan di Masa Adven ini sungguh adalah Hari Tuhan yang indah seperti itu. Langit bumi baru yang terwujud dalam hidup kita bersama, baik pada masa kini maupun yang akan datang, baik secara pribadi, dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara. Untuk itu, marilah kita mulai dari diri sendiri dengan senantiasa hidup bergaul dengan Tuhan, berusaha hidup saleh, benar, kudus dan tak bercacat.

Sila-sila Pancasila (Yaitu: 1. Ketuhanan Yang Mahaesa; 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3. Persatuan Indonesia; 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) juga relevan dan perlu digalakkan untuk kita lakukan sebagai orang Kristen. Itu semua karena nilai-nilai Pancasila tersebut cocok dengan apa yang diajarkan oleh Tuhan dalam kekristenan kita.

Penggalakan pengamalan nilai-nilai Pancasila ini menjadi sangat penting dan mendesak karena dasawarsa belakangan ini ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi agamanya. Dan kalau kita mengingat sejarah Republik ini, kita disadarkan bahwa pertarungan ideologi Pancasila dengan ideologi-ideologi lain sudah terjadi sejak masa pembentukan negara ini sampai sekarang. Kita tentu menghendaki negara ini tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar Pancasila. Kita berharap agar Hari Tuhan pada saatnya terjadi di bumi nusantara tercinta ini sebagai Hari Tuhan yang indah. Dimana langit dan bumi yang baru terwujud. Kebenaran, keadilan, damai sejahtera dan sukacita merata di negeri ini dan di seluruh dunia. Amin.

8. NYANYIAN TANGGAPAN (KJ 81: 1-3)
(Dipandu oleh salah satu orangtua)

9. DOA SYUKUR, SYAFAAT, PENUTUP
(Dipimpin bersama antara unsur orangtua dan unsur anak – Doa diakhiri dengan Doa Bapa Kami bersama-sama)

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN