Home » Bahan PA » Materi PD (10-15 Februari 2020)

Materi PD (10-15 Februari 2020)

BERSUKACITA

1. Siapa di antara kita yang tidak ingin awet muda?
2. Apa yang dilakukan supaya awet muda?
3. Apa yang membuat kita bersukacita? Mudah atau sulit bersukacita itu?
4. Bagaimana supaya kita tetap bersukacita?

Semua ingin awet muda. Mau ikutin Tante Titik Puspa, oma waljinah, siapa lagi di TV yang awet muda?. Karena itu muncul produk jamu awet muda, senam kebugaran yang menjanjikan awet muda, ditoko kecantikan dijual beraneka ragam jenis krim yang mencegah kulit menjadi keriput. Tidak hanya itu, salon-salon kecantikan juga menawarkan perawatan muka dengan masker. Dan bagi semua yang sudah beruban, tersedia banyak semir rambut (beraneka warna).

Semuanya itu membuat tampak sekian tahun lebih muda. Apakah ini salah? Tentu saja tidak! Boleh-boleh saja. Namun Yang menjadi persoalan ada 2 hal :
1) Seringkali upaya awet muda itu dilakukan karena dibayangi ketakutan menjadi tua!. Banyak orang memandang proses penuaan sebagai “HANTU” yang mena-kutkan!. Padahal kalau kita boleh jujur, proses menjadi tua adalah realitas yang tidak dapat dihindari, pasti terjadi pada setiap kita. Proses menjadi tua juga sesungguhnya tanda perkembangan dalam diri kita. Tubuh berkembang, demikian pula kemampuan berpikir, kemampuan membuat pertimbangan, kemampuan membedakan yang baik/buruk dlsb. Sehingga ada pepatah makin tua makin bijaksana.
2) Persoalan kedua adalah banyak yang membatasi awet muda hanya pada hal-hal seperti tadi diceritakan diawal (minum jamu, salonan, semir, dlsb). Padahal ada cara yang lebih utama lagi untuk kita supaya bisa terus awet muda, yaitu BERSUKACITA.

Apa sih arti bersukacita? Dalam salah satu pembelajaran tentang sifat dan karakter seseorang, sukacita memiliki makna yang amat indah. Sukacita merupakan sebuah perasaan yang muncul dalam diri seseorang SECARA ALAMIAH, yang dilandasi oleh IMAN kepada Tuhan. Ada kata kunci yang muncul disini yaitu : perasaan diri secara alami dan iman kepada Tuhan. keduanya terkait! Saling berhubungan!

Bagaimana ciri orang yang bersukacita? Ketika seseorang bersukacita, salah satu ciri yang tampak adalah wajahnya senantiasa tersenyum dan berseri-seri. Tentunya senyumannya bukan dibuat-buat, tetapi sungguh keluar dari hati. Hal tersebut muncul karena dalam hati merasakan karya dan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dasarnya adalah iman kepada Tuhan.

Dan inilah dasar dari firmanNya: Baca Mazmur 68:4 dan Amsal 15:13.
A. Mazmur: apa yang dapat kita pelajari?
Dalam tradisi umat Israel dan gereja awal, ada kecenderungan untuk men-dasarkan (menyanyikan) mazmur dalam ibadah. Pada umumnya dinyan-yikan dalam upacara perarakan ke Yerusalem. Maknanya: keyakinan bahwa Allah turut serta masuk ke dalam baitNya yang kudus. Kalau menilik mazmur secara keseluruhan, ada berbagai tema teologis (pencip-taan, penebusan, penyertaan) yang semuanya menggambarkan kasih dan penyertaan Allah bagi manusia. Oleh karena semua kebaikanNya, umat pun diajak bersyukur dan bersukacita atas kasih Allah itu.

B. Amsal: apa yang kita pelajari?
Amsal 15 ini tergabung dalam kelompok kalimat yang didalamnya ada ungkapan-ungkapan yang bersifat anti-thesis (perlawanan kata), hati yang gembira >< kepedihan hati. Lebih khusus, ayat 13 hendak menyatakan bahwa yang membuat wajah seseorang berseri-seri adalah karena hatinya diliputi oleh kegembiraan. Kegembiraan itu terjadi karena apa? Karena adanya perasaan/ungkapan syukur kepada Allah atas kebaikan-Nya. Ini semakin menegaskan bahwa bentuk konkret orang yang bersukacita adalah hidupnya senantiasa bersyukur, dan dalam iman kita, ungkapan syukur itu dapat terjadi karena Tuhan yang hadir dan menyapa kita melalui karyaNya. Hal ini berbeda dengan kebalikannya yaitu kepedihan hati. Kepedihan hati hanya menimbulkan hilangnya semangat diri, sehingga wajahnya pun diliputi oleh kesedihan.

Kalau ini kemudian dihubungkan dalam kehidupan kita: Pertanyaannya susah atau gampang tersenyum, berseri/ bersukacita sekarang ini?
Bisa dijawab gampang-gampang susah, gampang kalau kita hanya asal tersen-yum, tetapi banyaknya mengatakan su-sah. Kenapa? Karena sekarang kita diper-hadapkan pada KRISIS dalam diri kita.
• Krisis kemunduran fisik organik (fungsi organ = pencernaan, pernapasan, panca indra, dlsb)
• Krisis kemunduran fungsi saraf, otot, tulang, sendi
• Krisis fungsi mental
• Krisis kemunduran kesehatan total
• Krisis kehilangan (pekerjaan, usia pensiun, tidak bekerja lagi)
• Krisis perubahan (agak kaget)
• Krisis ketakutan mendasar (ditinggalkan, anak-anak pada nggak datang, seperti dilupakan, takut disisihkan, terbuang dari masyarakat, dlsb
• Krisis masa lalu
• Krisis Depresi

Krisis yang kalau kita hitung jumlahnya amat banyak itu sulit membuat kita untuk tersenyum, berseri, dan bersukacita. Kalau begitu apa dan bagaimana yang harus kita perbuat? Ada 3 hal yang dapat kita lakukan :

1) Miliki relasi yang intim/dekat dengan Tuhan.
Salah satu yang utama adalah ketika kita BERDOA. Doa punya arti yang demikian besar. Doa = nafas hidup bagi kita umat Kristiani. Bayangkan bila dalam sehari kita tidak bernafas?! (7-8 menit tidak bernafas kita bisa mati)
2) Tetap melakukan apa yang masih dapat kita lakukan/perbuat di usia sekarang ini.
3) Menggunakan kacamata positif dalam memandang sesuatu.
Bukan sebaliknya menggunakan kacamata negatif. Positif: misalnya ketika anak-anak belum datang kita berpikir oh mereka sedang bekerja untuk keluarga, ketika sakit kita diingatkan untuk beristirahat dan semakin dekat dengan Tuhan, mungkin inilah cara berpikir positif.

Kalau ini yang dilakukan maka mestinya kita bisa dan akan terus bisa bersukacita, tersenyum dan bermuka gembira. Namun harus tetap diingat, bahwa bersyukur, bersukacita, tersenyum, tidak hanya ketika kita memperoleh atau mengalami hal yang baik saja…yang enak saja, namun sebaliknya ketika kita menghadapi begitu banyak krisis dalam hidup kita, kita mestinya masih dapat bersyukur, tersenyum, mengapa? karena kita tidak melalui sendiri, ada Allah kita di dalam yang bersama dengan kita. Kita dapat belajar dari Ayub, walaupun mengalami pergumulan dan penderitaan hidup (krisis) dalam berbagai hal, namun ia tetap dapat bersyukur kepada Allah, bahkan mukanya dapat tersenyum dan berseri-seri (Ayub 29:24). Ia menyatakan bahwa justru melalui penderitaan dan pergumulan (krisis) yang dihadapinya, ia sungguh-sungguh dapat memandang Allah yang hidup (Ayub 42:5). Pengalaman pahit yang dialami Ayub justru membuatnya semakin sadar akan Allah yang berkarya dalam kehidupannya. Apa yang terjadi kemudian? Ayub pun menjadi orang yang dibenarkan di hadapan Allah.
Pertanyaannya bagi kita, maukah kita terus tersenyum dan bermuka gembira? Salah satu penelitian menyebutkan bahwa senyum itu punya banyak manfaat loh… bahwa dengan tersenyum, dapat meningkatkan kekebalan tubuh,”. Apabila seseorang bahagia, maka hormon Endorin meningkat sehingga kekebalan tubuh akan meningkat. Tidak hanya itu banyak manfaat baik yangdiperoleh dari tertawa dan tersenyum diantaranya meningkatkan HDL (High-Density Lipoproteins / kolesterol baik) dalam tubuh.

Belum lagi kalau mempunyai wajah yang selalu tersenyum, maka akan mempunyai banyak teman (menunjukkan keramahan) ; sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan hubungan dengan orang lain. Bergaul dan aktif secara sosial dianggap memenuhi kebutuhan psikologis. “Orang yang punya komunitas pertemanan di masa tua merasa lebih punya tujuan dan bisa mengasah kemampuan mereka, jika komunitas itu melibatkan keterampilan, ada daya dukung sosial yang bisa dilakukan, banyak manfaatnya!. Selamat merasakan kasihNya, bersukacitalah, tersenyumlah. AMIN

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN