Home » Renungan » Menghadirkan Kebaikan dalam Kehidupan Bersama

Menghadirkan Kebaikan dalam Kehidupan Bersama

1 Korintus 2 :1-16; Matius 5:13-20

Kebangkitan agama di Indonesia membuat pelaksanaan ritual (ritus) semakin meningkat,tetapi tidak dibarengi dengan meningkatnya aksi (aktus). Kebangkitan agama di Indonesia juga akan meningkatkan sense of identity (rasa identitas) yang justru akan semakin menajamkan perbedaan antara pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya. Pola kehidupan keagamaan yang seperti ini lebih cenderung menekankan bentuk kesalehan pribadi ketimbang kesalehan komunal. Kalaupun ada kesalehan komunal, sifatnya sangat terbatas. Dalam situasi seperti ini, umat Kristen terpanggil untuk membangun kehidupan yang lebih terbuka. Umat Kristen terpanggil bukan hanyauntuk mengembangkan kesalehan personal, tetapi, lebih dari itu, untuk memiliki kesalehan komunal, yaitu kesadaran lingkungan dan menjadi bagian dari lingkungan. Tuhan Yesus mengkritik model kesalehan personal dan mengajak murid-murid-Nya untuk memiliki kesadaran sosial. Garam dan terang menjadi perumpamaan tentang umat yang harus menjadi bagian dalam kehidupan bersama. Penghayatan akan relasi dengan Tuhan (ritual) harus diwujudkan dalam bentuk kehidupan bersama dengan sesamanya (aksi).

Humanitas (perikemanusiaan) meningkat. Kesadaran tentang penghargaan dan upaya pemulihan harkat kemanusiaan semakin meningkat. Melalui peningkatan segi ekonomi, sosial, pendidikan, dan gender, diharapkan dapat meningkatkan harkat kemanusiaan. Namun, bersamaan dengan itu, kita juga harus waspada terhadap hasil humanitas yang dapat membawa kepada humanisme (manusia menjadi kriteria dalam segala hal).Hal itu membawa bahaya penghargaan yang berlebih terhadap hikmat manusia yang dapat membuat manusia justru melupakan Tuhan.

1 Korintus 2 :1-16
Paulus mengingatkan bahwa kesalehan personal (hikmat manusia) justru dapat menghasilkan pertengkaran/perpecahan (situasi serius di Korintus tentang bahaya perpecahan). Paulus membandingkan hikmat manusia yang hasilnya adalah kekerasan/ kejahatan (”tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia” [ayat 8]) dengan hikmat dari Kristus yang akan menghasilkan kebenaran (”kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita”[ayat 12]).

Matius 5:13-20
Bacaan ini merupakan bagian dari rangkaian khotbah Tuhan Yesus di atas bukit yaitu pasal 5-7. Pada perikop sebelumnya, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa menghadapi persoalan kehidupan justru tidak dimulai dari sisi ekonomi dan sosial, melainkan dari sisi spritualitas (keimanan). Kebahagiaan seseorang tidak ditentukan oleh situasi ekonomi dan sosialnya, melainkan dari besarnya mereka mengimani peran Allah dalam kehidupannya. Dalam bacaan ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk menunjukkan peran kita yang sesungguhnya di tengah kehidupan bersama.

Ketika kita sudah merasakan peran Allah yang nyata, yang hadir dan menolong kita, maka saatnya kita juga berbagi kebahagiaan itu dengan peran kita masing-masing bagi dunia. Garam dan terang menjadi contoh/perumpamaan yang memudahkan untuk memahami bahwa sesungguhnya hidup kita akan menjadisia-sia kalau tidak berperan nyata di tengah kehidupan bersama. Iman dan ritual kita menjadi tidak berarti/sia-sia kalau tidak kita wujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari (aksi).

Hal-hal yang dapat kita ambil dari permenungan ini antara lain :
1. Kebangkitan Agama yang hanya menghasilkan kesalehan personal dan bahkan membuat anti sosial diharapkan bergerak menjadi kesalehan komunal.
2. Modernisasi/kebangkitan sosial membawa pada pengagungan hikmat manusia yang tidak dapat menyelesaikan persoalan kehidupan. Semestinya hikmat Allah yang dapat memulihkan kehidupan.
3. Melalui perumpamaan garam dan terang, umat diingatkan tentang peran mereka di tengah kehidupan bersama.
4. Umat harus memiliki mental berkecukupan sebagai dasar untuk menghadirkan kebaikan dalam kehidupan bersama.
Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga

Renungan Harian Online : Setiap hari jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Pemuda : Setiap hari Sabtu jam 19.00 WIB live di Instagram Kompa GKJ Wonosari

Persekutuan Remaja : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Juli 2020 >> DILIBURKAN