Home » Bahan PA » Materi PD (3-8 Februari 2020)

Materi PD (3-8 Februari 2020)

DOAKANLAH GEREJAMU
Mazmur 122:1-9

PENGANTAR:
Tanggal 8 Februari 2020, GKJ Wonosari akan melaksanakan Sidang Majelis Terbuka. Persidangan yang dilakukan setidaknya sekali dalam setahun. Sidang Majelis Terbuka, dihadiri oleh seluruh anggota Majelis beserta dengan komisi-komisi dan perwakilan warga jemaat dari masing-masing wilayang maupun pepanthan. Persidangan tersebut bukan dalam rangka untuk “mengadili-menyalahkan”, namun dalam rangka menginformasikan pelayanan yang telah berlangsung selama tahun 2019, dan menginformasikan rencana pelayanan tahun 2020. Sehingga apa yang belum terlaksana dapat dievaluasi bersama, demikian pula yang telah direncanakan kelak dapat dilakukan bersama-sama. Semuanya sebenarnya bermuara pada komitmen bersama sebagai sebuah gereja (baik majelis, komisi, maupun warga jemaat), yang harus memenuhi tugas panggilannya sebagai mitra Tuhan Yesus di dunia ini. Oleh karena itu, untuk mempersiapkan pelaksanaan sidang majelis terbuka tersebut, mari kita bersama dukung gereja kita dalam doa, serta kita teguhkan komitmen kita sebagai sebuah gereja melalui permenungan sabda Tuhan, agar arah dan langkah perjalanan gereja kita seturut kehendak Allah.

PERTAMA:
Dalam Perjanjian Lama, ibadah dan kehidupan politik berhubungan sangat erat. Yerusalem adalah pusat ibadah dan pusat kehidupan berbangsa. Yerusalem tidak saja tempat umat menyembah Allah, tetapi juga tempat sumber pengayoman Allah melalui kepemimpinan umat yang diwujudkan. Masa kini, Gereja dan Negara adalah dua institusi berbeda fungsi dan tujuan. Namun keduanya adalah hamba Allah, tempat kebaikan seharusnya diwujudnyatakan sebagai syukur yang teralami oleh banyak orang.

Bagi Israel, kota Yerusalem adalah simbol kehadiran Allah yang mempersatukan mereka, walaupun mereka terdiri dari beragam suku (4). Allah berkenan menyatakan kehadiran-Nya di Bait Allah Yerusalem (1Raj. 9:3). Pemazmur bukan semata-mata kagum kepada kota Yerusalem melainkan rindu kepada Allah yang hadir di sana. Hal itu nyata lewat pernyataan pemazmur yang bersukacita untuk pergi ke Bait Allah dan menemukan kebaikan-Nya di sana (Mzm. 121:1, 9). Yerusalem juga menjadi simbol pemersatu Israel karena kuasa Allah dinyatakan lewat hamba-Nya, Daud dan keturunannya yang menjadi raja atas mereka (5).

Betapa indahnya kalau gereja boleh menjalankan peran baik sebagai pemersatu umat Tuhan maupun sebagai pengarah kebijakan-kebijakan para pemimpin negara ini. Simbol kehadiran Allah dan kehadiran kepemimpinan dalam gereja jangan sampai menjadi tempat eksklusif hanya untuk kelompok, etnis, suku, bahasa, status sosial tertentu. Mari kita yang sudah mengalami kasih karunia-Nya, memancarkan syalom dalam Kristus kepada semua orang tanpa syarat dan batasan apa pun. Mari kita ungkapkan panggilan untuk menjadi berkat bagi sekalian orang itu baik dalam doa, program-program, maupun dalam tindakan nyata kita sehari-hari.

KEDUA:
Rumah Tuhan adalah pusat berkumpulnya umat di Yerusalem, di mana mereka beribadah kepada Allah yang hidup, yang memelihara dan menyelamatkan mereka. Di rumah Tuhan inilah mereka bersyukur karena ditegakkannya keadilan (ayat 5) dan berdoa bagi kesejahteraan umat (ayat 6-7). Kesejahteraan dan sentosa hanya akan dialami umat bila keadilan ditegakkan sesuai kebenaran-Nya. Walaupun terdiri dari berbagai suku, namun umat bersatu menyatakan syukur atas pemeliharaan Tuhan. Inilah gambaran Gereja Tuhan yang memancarkan kemuliaan-Nya. Bagaimana dengan Gereja kita saat ini?

Gereja yang akan datang adalah suatu komunitas Ilahi yang dikehendaki Allah menjadi suatu komunitas, di mana batasan etnis, ras, dan golongan tidak lagi menjadi hambatan. Mereka bersama-sama menyembah Allah yang satu dan kudus dengan norma yang satu di dalam Yesus Kristus. Di sana kita akan bersama-sama dengan Dia yang kini duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Itulah komunitas Ilahi. Marilah kita bersama berdoa bagi kesejahteraan dan kedamaian umat Allah di tengah dunia agar bersatu untuk mewujudkan komunitas Ilahi yang berkenan kepada-Nya.

Saat teduh:
Cukup banyakkah aku berdoa untuk pemerintah dan bangsa Indonesia?
Cukup pedulikah aku terhadap kesatuan umat dan kesejahteraan bangsa Indonesia?
Cukup banyakkah aku berdoa untuk gerejaku, untuk pelayan-pelayan gerejaku?
Cukup pedulikah aku terhadap kesatuan umat dan kesejahteraan warga gerejaku?

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN