Home » Bahan PA » Materi PD Masa Paskah (6-11 Mei 2019)

Materi PD Masa Paskah (6-11 Mei 2019)

KRISTUS YANG BANGKIT: BERJAGA-JAGA

1. Saat Teduh Bersama

2. Nyanyian: KJ 365b: 1-3  TUHAN, AMBIL HIDUPKU

3. Pembacaan Mazmur (Mazmur 66)

4. Nyanyian: KJ 369a: 1-3 YA YESUS, ‘KU BERJANJI

5. Doa

6. Pembacaan Alkitab (Markus 13:33-37)

7. Renungan
Kendaraan bermotor pada umumnya dilengkapi dengan penunjuk bahan bakar. Fungsi dari penunjuk bahan bakar ini adalah agar pengguna kendaraan mendapatkan informasi ketika bahan bakar sudah menunjuk ke arah “E” yang artinya bahan bakar sudah mulai habis. Dengan demikian, pengguna kendaraan akan berjaga-jaga dengan segera mengisi bahan bakar ketika jarum sudah mulai menunjuk ke arah “E”. Apa jadinya jika kendaraan bermotor tidak dilengkapi dengan penunjuk bahan bakar? Tentu pengendara akan mengalami sedikit kesulitan, yang bisa berdampak pada kehabisan bahan bakar yang mengakibatkan kendaraan tidak dapat melaju.

Tuhan Yesus telah menjadi Juru Selamat, dengan memberikan tubuh dan darah-Nya untuk keselamatan hidup manusia. Peristiwa pengorbanan Tuhan Yesus adalah bukti nyata bahwa Allah sungguh mengasihi manusia ciptaan-Nya. Namun, kesempurnaan keselamatan tidak terjadi ketika manusia masih hidup di dunia. Nanti, ketika Dia datang kembali ke dunia ini, untuk menggenapi keselamatan-Nya.

Di masa penantian itu, Firman Tuhan melalui kesaksian Injil Markus mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga. Kapan Tuhan akan datang? Tidak ada yang bisa memprediksi kapan waktunya Tuhan datang. Firman Tuhan mengatakan: “Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba” (Mrk 13:33b).

Namun Tuhan telah memberikan petunjuk. Ibarat kendaraan bermotor kita telah diberi alat penunjuk bahan bakar, supaya kendaraan tetap melaju. Alat penunjuk itu membuat kita akan terus berjaga-jaga. Satu-satunya alat penunjuk bahan bakar kita adalah Alkitab, firman Tuhan.

Dalam firman Tuhan kita diajar untuk melakukan hal-hal yang baik. Firman Tuhanlah yang menunjukkan jalan dan peringatan bagi kita yang salah dan berdosa agar segera untuk berbalik arah. Dengan amat jelas, keberadaan firman Tuhan direfleksikan dalam II Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Dengan merenungkan firman Tuhan secara benar, kita dimampukan untuk dapat berjaga-jaga, menjelang hari kedatangan Tuhan kembali.

Beberapa hal yang bisa dipetik dari firman Tuhan untuk berjaga-jaga. Pertama, firman Tuhan akan menunjukkan hal yang baik. Salah satu bahan bakar iman kita adalah hal yang baik. Hal yang baik akan menumbuhkan sesuatu yang positif. Misalnya ketika kita diajarkan Tuhan untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Itulah hal yang baik, itulah salah satu sikap berjaga-jaga. Karena dengan mengandalkan Tuhan, akan tumbuh sesuatu yang positif, yaitu iman kita yang semakin kuat di dalam Tuhan, sehingga kita tidak akan mengandalkan “tuhan” lainnya. Tindakah seperti korupsi, mencari dukun, mencari jalan pintas untuk menjadi orang kaya, dan sejenisnya adalah contoh tindakan yang tidak mengandalkan Tuhan.

Kedua, firman Tuhan mengingatkan kita yang salah untuk segera untuk bertobat. Jika penunjuk bahan bakar kita sudah menuju ke “E”, maka firman Tuhan akan mengingatkan kita. Artinya, jika kita melakukan kesalahan, kita akan segera sadar dan segera bertobat. Paling tidak, dalam firman Tuhan kita dapat belajar sepuluh hukum Tuhan (Dasa Titah), di mana itu bisa menjadi cermin bagi kita.

Ketiga, firman Tuhan memperbaiki perilaku kita. Kendaraan akan melaju ketika penunjuk bahan bakar berada di atas “E”. Demikianlah firman Tuhan, akan berdampak merubah hidup kita untuk menjauhi “E” yaitu dosa. Misalnya, tadinya kita mudah marah, mudah tersinggung, mudah berkata-kata yang menyakiti sesama, karena firman Tuhan kita tidak lagi menjadi pribadi yang mudah marah, tersinggung dan kata-kata kita penuh dengan kasih.

Keempat, firman Tuhan mendidik kita dalam kebenaran. Mendidik artinya kita semakin memahami, mengerti, dan senantiasa memberlakukan kebenaran, kebenaran yang bersumber dari firman Tuhan tentunya. Misalnya, mengasihi sesama adalah salah satu kebenaran yang diajarkan Tuhan melalui firman-Nya. Pemahaman tentang mengasihi tidak berhenti pada, mengasihi orang-orang terdekat, seiman, seazas, dan lain sebagainya. Tetapi mengasihi siapapun sesama manusia, karena di hadapan Allah semua itu sama.

Kita perlu berjaga-jaga, karena si jahat akan senantiasa menggoda kita, supaya kita jatuh dalam dosa, supaya kita jauh dari Tuhan. Tuhan Yesus Kristus bersabda, “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!” Amin

8. Doa Syafaat

9. Nyanyian: KJ 339: 1, 3, 4 MAJU, LASKAR KRISTUS
[yfkl]

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN