Home » Renungan » Perjumpaan yang Mengubah Arah Kehidupan

Perjumpaan yang Mengubah Arah Kehidupan

Kisah Para Rasul 9:1-20; Yohanes 21:1-19

Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang manusia mengalami ketegangan, baik dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, maupun dengan Tuhan. Ketegangan biasa terjadi karena kegagalan membangun relasi. Ketegangan antara manusia dengan Tuhan seringkali dirasakan karena manusia mengalami kegagalan dalam memahami karya Tuhan dalam hidupnya. Situasi ini kerap membuat manusia kehilangan motivasi mengucap syukur atas segala berkat Tuhan. Akibatnya, manusia cenderung mengklaim diri sebagai yang paling benar dan sanggup mengorbankan kehidupan orang lain demi apa yang dipahami. Di lain sisi manusia bersikap pragmatis, yaitu tidak setia akan perintah Tuhan karena lebih memikirkan dan melakukan sesuatu yang berorientasi pada kefanaan semata.

Perjumpaan dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari diharapkan mampu mengubah arah hidup dan memberikan solusi untuk ketegangan-ketegangan relasi itu. Dampak selanjutnya adalah perubahan arah kehidupan yang terbuka untuk menerima perbedaan, kesetiaan akan tugas panggilan dalam mewartakan damai sejahtera, kebergantungan akan pertolongan dan berkat Tuhan serta bersyukur atasnya. Untuk itu semua diperlukan kepekaan dan keterbukaan atas karya Tuhan.

Yesus menampakkan diri kepada Saulus dan berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” (ayat 4). Perjumpaan itu menunjukkan bahwa Yesus mengidentifikasikan dirinya sebagai para pengikut-Nya, yang dianiaya Saulus. Apa yang sudah dilakukan Saulus kepada pengikut Yesus sebenarnya dilakukan kepada Yesus sendiri. Dari perjumpaan inilah pertobatan Saulus terjadi. Setelah Saulus bertobat, Yesus menghendaki agar Saulus diterima sebagai bagianjemaat Kristen dan dibaptis. Pada awalnya jemaat (diwakili oleh Anansias) menolak permintaan itu.

Tuhan menolak keberatan Ananias dan memerintahkan agar ia pergi kepada Saulus. Tuhan bertindak sewaktu Ananias dan Saulus berdoa. Perikop ini memberikan pengajaran betapa pentingnya mempersilahkan Tuhan menunjukkan perkenan-Nya ketika kita mendengarkan Dia dalam doa. Dampak dari pertobatan Saulus itu adalah kesetiaan Paulus dalam memberitakan Injil, khususnya kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Sedangkan dalam perikop Yohanes 21 :1-19, berkisah tentang perjumpaan Petrus dengan Yesus yang bangkit, yang dilukiskan dengan narasi yang sangat indah. Yesus memberikan kesempatan kepada Petrus untuk mengungkapkan penyesalan akan penyangkalannya melalui ungkapan kasih. Sungguh suatu hal yang indah dalam rangka pemulihan hubungan/ pemulihan relasi dengan Yesus sesudah melakukan dosa. Pengakuan itu juga berarti pemulihan hubungan Petrus dengan dirinya sendiri. Dengan pengakuan dosa, Petrus berdamai dengna dirinya sendiri. Penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali diimbangi dengan tiga kali pernyataan kasih-Nya. Penting diperhatikan bagaimana peranan Petrus sebagai gembala dikaitkan dengan kasih dan bagaimana Petrus menyerahkan hidupnya untuk memuliakan Tuhan, seperti yang sudah Yesus teladankan. Kasih tanpa batas memanifestasikan Tuhan, sebab itu adalah hakikat Tuhan.

Melalui permenungan ini kita diharapkan untuk dapat :
1. Menghayati setiap karya pemulihan dan pengampunan Tuhan yang sudah dan terus berlangsung sehingga jemaat semakin terbuka untuk memberikan pengampunan dan kesempatan terhadap orang yang bersalah.
2. Terus membangun komitmen dan motivasi pelayanan adalah proses yang mestinya terus berlangsung dalam kehidupan iman orang Kristen. Ajaklah jemaat senantiasa mengusahakan kesetiaan dalam tugas panggilan
3. Arah kehidupan kita bukan berorientasi pada kehidupan fana berdasarkan pemahaman dan keinginan, melainkan kehidupan yang terus terarah untuk memuliakan Tuhan meskipun dalam situasi hidup yang bagimanapun. Ajaklah jemaat untuk senantiasa bersandar pada pertolongan Tuhan dan bersyukur atasnya.
Tuhan memberkati. Amin

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN