Home » Renungan » Membangun Spirit Kehidupan

Membangun Spirit Kehidupan

2 Tesalonika 2:1-5, 13-17; Lukas 20:27-38

Semangat adalah salah satu kunci dari keberhasilan kehidupan manusia baik secara fisik dan spiritual. Semangat dapat menjadikan seseorang meraih keberhasilan dari setiap apa yang dilakukannya, bahkan semangat jugalah yang dapat membuat hubungan seseorang dengan Tuhan semakin dekat. Namun seringkali semangat itu pudar tatkala persoalan dan cobaan hidup menerpa kehidupan manusia dan bukan hanya itu saja, si jahat juga berusaha menghilangkan semangat dari kehidupan kita sehingga kehancuranlah yang menimpa kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebagai pengikut Kristus kita harus sadar bahwa persoalan hidup dan tipu muslihat iblis akan terus hadir dalam hidup kita. Untuk itu kita harus dapat mempertahankan semangat kita supaya tidak padam dan tidak membawa kita dalam kehancuran.

Banyak jemaat di Tesalonika yang berpendapat bahwa Hari Tuhan sudah dimulai. Hal ini terjadi karena adanya ajaran-ajaran dari guru-guru palsu yang masuk ke tengah-tengah jemaat yang memberitakan tentang sudah datangnya hari Tuhan. Hal ini tentunya membuat kegelisahan dan kekuatiran dalam jemaat, mereka menjadi tidak damai sejahtera dengan hal tersebut. Oleh karena itu Paulus mengingatkan kepada jemaat bahwa Hari Tuhan akan diawali dengan kemurtadan besar, yang dipimpin oleh antikristus.

Jemaat Tesalonika diajak untuk terus memandang Yesus dalam kehidupan mereka, serta percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat yang akan memberikan keselamatan yang sempurna dalam kehidupan mereka, sebab mereka telah dipilih untuk diselamatkan didalam Kristus Yesus. Dengan terus memandang Yesus dan percaya kepadaNya, maka jemaat tidak kuatir dan gelisah lagi menghadapi Hari Tuhan serta dengan demikian maka jemaat akan memiliki semangat baru menjlani kehidupan ini.

Dalam perikop bacaan Injil Lukas merupakan ujian dari para kelompok orang Saduki kepada Yesus berkaitan dengan persoalan kebangkitan. Orang Saduki merupakan orang orang dari imam-imam dan dari kaum bangsawan yang kaya. Mereka menganut agama tradisional yang hanya berdasarkan kelima Kitab Musa. Mereka adalah pengikut aliran materialist dan menyangkal soal kebangkitan, malaikat-malaikat dan roh-roh. Pertanyaan yang mereka ajukan kepada Yesus adalah soal perkawinan levirat.

Jawaban Yesus terkait pertanyaan tentang perkawinan levirat bukan hanya menunjukkan kecerdasan Yesus, namun juga menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang hidup, yang membangkitkan orang-orang mati, untuk merasakan kehidupan baru. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Latihan Macapat “SWARA LANGEN GITA” : Senin 18 November 2019 jam 16.00 WIB

Persekutuan Doa Pagi : Rabu 20 November 2019 jam 04.30 WIB

Dialog Teologis Seputar Kristologi bersama Dr. Bambang Noorsena, M.H : Sabtu 30 November 2019 jam 16.00 WIB di GKJ Wonosari

Jadwal PA Wilayah/Panthan  >> 11 Р16 November 2019 <<