Home » Renungan » Memelihara Kesatuan Dalam Keluarga

Memelihara Kesatuan Dalam Keluarga

Markus 10:2-16

Tuhan menjadikan segala sesuatu sempurna. Semua demi terwujudnya damai sejahtera. Damai sejahtera yang dimaksud adalah keserasian, keutuhan, kebaikan, kesejahteraan dan keberhasilan dalam segala bidang kehidupan. Akan tetapi, manusia terlena dengan segala sesuatu yang sempurna itu. Kadang kala, manusia kehilangan kendali untuk memelihara kesempurnaan ciptaan, dan membuat semuanya menjadi rusak. Termasuk hubungan antar manusia.

Hubungan antar manusia yang pada mulanya penuh dengan damai sejahtera menjadi rusak dan dilingkupi oleh hawa nafsu, kebencian, dendam dan iri hati. Sehingga bukanlah damai sejahtera yang terwujud, melainkan permasalahan. Zaman semakin maju dan berkembang, namun permasalahan hubungan antar manusia justru semakin alami kemunduran.

Media Massa banyak menayangkan peristiwa-peristiwa yang terkait permasalahan hubungan antar manusia, khususnya di dalam keluarga. Berita tentang kekerasan dalam rumah tangga misalnya, baik antara suami dan istri, orangtua dan anak, dll. Persoalan seperti itu kerap muncul dan mengejutkan kita semua. Hal itu sangat jauh dari damai sejahtera seperti yang dijelaskan di atas. Keluarga yang seharusnya menjadi dasar atau landasan manusia untuk menumbuhkan damai sejahtera di dalam hidupnya, sekarang telah menjadi tempat yang rusak dan jauh dari tujuan Allah menciptakan dunia dan segala isinya.

Di Minggu pertama Bulan Keluarga ini, kita akan merenungkan peran kita di dalam keluarga. Keluarga merupakan kesatuan yang mendasar dan utuh, karena di dalam keluargalah seorang anak mendapat pengajaran untuk pertama kalinya. Oleh karena itu pada khotbah ini, kita diajak untuk memelihara kesatuan dalam keluarga dengan memahami tugas panggilan kita di dalam keluarga.

Hukum Taurat mengizinkan seorang suami membuat surat cerai bagi istrinya, jika ia mendapati istrinya berbuat tidak senonoh. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mempersulit para suami menceraikan istrinya. Sebab sebelum hukum ini ada, seorang suami dapat mengusir istrinya begitu saja dan menganggapnya bukan istrinya lagi. Bagi Yesus, perkawinan merupakan hal yang penting, maka Ia menggunakan kisah penciptaan laki-laki dan perempuan untuk menegaskan tentang perkawinan dan pentingnya menjaga kesatuan (ay. 6-8).

Yesus juga menegaskan tentang sikap yang harus dimiliki manusia untuk menjaga kesatuan, yaitu dengan meneladan kepada anak-anak kecil (ay. 14). Anak-anak kecil dianggap tidak mempunyai kekuasaan dan kebijaksanaan. Kekuasaan dan kebijaksanaan tidak membuat seseorang dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, melainkan iman seperti yang dimiliki oleh anak-anak kecil. Dengan memeluk dan meletakkan tangan di atas anak-anak kecil, Yesus telah menyatakan bahwa anak-anak kecil itu sepenuhnya menjadi anggota keluarga Allah (ay. 16).

Dunia dan segala isinya diciptakan Allah dengan sempurna demi terwujudnya tujuan damai sejahtera. Demi tercapainya damai sejahtera itu, Allah berkehendak agar manusia dapat memelihara kesatuan ciptaan. Kesatuan ciptaan yang paling mendasar adalah kesatuan keluarga. Oleh karena itu, dalam bacaan Minggu ini kita diajak untuk memelihara kesatuan keluarga dengan:

  1. Menyadari bahwa Allah telah memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada manusia;
  2. Menumbuhkan iman di tengah-tengah keluarga;
  3. Menjadi penolong bagi anggota keluarga.
(Sumber : Khotbah Jangkep Sinode GKJ)

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN