Home » Renungan » Mengejar Kasih

Mengejar Kasih

(Lukas 4:21-30)

Setiap warga gereja sebenarnya dilengkapi dengan potensi masing-masing. Namun yang sering kali terjadi adalah jemaat memilih diam dan pasif, tidak memanfaatkan potensi itu. Tidak sedikit yang menolak ketika mendapatkan kesempatan untuk melayani Tuhan. Misalnya menolak ketika dijadikan Penatua/Diaken, Panitia, Guru Sekolah Minggu, dll.

Kecintaan kepada Tuhan dan sesama akan mendorong orang-orang percaya untuk berani menanggapi panggilan Tuhan. Ketika gereja membutuhkan maka ia akan merasa terpanggil dan terbeban untuk melayani Tuhan.

Apabila kita membaca keseluruhan perikop (Lukas 4:16-30), kita akan menemukan bahwa ini adalah kisah Yesus ketika berada di tempat la dibesarkan, yaitu kota Nazaret. Terlihat jelas bagaimana ketaatan Yesus dalam beribadah. Pada hari Sabat, Yesus masuk ke dalam rumah ibadah dan beribadah didalamnya. Pada waktu itu orang yang dianggap sudah dewasa berhak untuk membaca bagian Kitab Suci dan menjelaskannya. Dalam buku Tafsir Injil Lukas yang ditulis oleh Stefan Leks dikatakan bahwa susunan ibadah pada waktu itu adalah: 1) nyanyian mazmur, 2) pendarasan syema dan tepillah, 3) pembacaan taurat dan kitab para nabi, 4) khotbah yang menjelaskan arti bacaan, 5) berkat pemimpin ibadah, 6) berkat imam.

Pejabat di dalam tempat ibadah itu menyerahkan kitab nabi Yesaya kepada Yesus (ayat 16). Hal itu berarti Yesus diberi tugas untuk membaca dan menjelaskan isi kitab tersebut. Pada awalnya, orang-orang Nazaret sangat terkesan dan kagum akan segala ucapan dan pengajaran yang diberikan oleh Yesus kepada mereka.

Ini menandakan bahwa cara Yesus membaca dan menjelaskan menarik, kontekstual, bisa diterima dan tidak seperti biasanya yang datar-datar saja. Lukas 4:22 memberi kesaksian, yaitu: “Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya”.

Namun reaksi orang-orang berubah ketika Yesus menambahkan pengajaran mengenai bangsa-bangsa asing yang menerima anugerah Allah, yaitu janda di Sarfat dan Naaman orang Siria, yang mengindikasikan bahwa keselamatan bersifat universal, tidak hanya untuk orang-orang Yahudi. Namun haruskah kebenaran disembunyikan karena takut terhadap orang-orang Nazaret? Bagi Yesus, kebenaran tetaplah kebenaran yang harus diberitakan.

Tuhan mengasihi jemaat. Kasih itu memampukan jemaat untuk melayani Tuhan melalui gereja-Nya.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN