Home » Renungan » Menjadi Bintang Kehidupan

Menjadi Bintang Kehidupan

(Markus 13:1-8)

Bintang di langit, meskipun nampaknya kecil tetapi dapat menjadi penerang, petunjuk arah dan juga pergantian musim bagi manusia. Ternyata bintang yang nampak kecil tersebut adalah sebuah tata surya yang sangat besar, bahkan ada yang melebihi matahari. Menjadi bintang kehidupan adalah suatu gambaran atau metaphor yang menunjuk pada orang yang memiliki kebijaksanaan dan hidupnya menjadi penerang yang telah menuntun banyak orang hidup dalam kebenaran (Daniel 12:3). Pada akhir zaman orang-orang yang menjadi bintang kehidupan adalah orang yang tercatat dalam kitab kehidupan, mereka akan hidup dalam kebahagiaan kekal.

Menjadi bintang kehidupan adalah orang-orang yang hidupnya berfungsi dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, meskipun untuk menyatakan fungsi atau tugas panggilannya itu tidak mudah, bahkan amat berat karena menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, baik itu penyesatan, kesesakan maupun penganiayaan. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat (Markus 13:13)

Oleh karena satu pengorbanan Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan, yaitu jemaat Tuhan/orang-orang percaya. Bahkan Tuhan berfirman pula, “Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka. Sebagai umat yang telah menerima pengudusan dan anugerah keselamatan, jemaat bersiap waspada dalam menghadapi hari kedatangan Tuhan dengan tetap menjaga kekudusan hidup, ketekunan, saling menolong dan tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Setia sampai akhir dalam persekutuan.

Dalam Injil Markus 13:1-11, Tuhan Yesus menyampaikan suatu nubuatan bahwa pada akhir zaman nanti, Bait Allah akan dihancurkan dan akan terjadi penyesatan. Ada orang-orang yang mengaku-aku sebagai Mesias untuk menyesatkan banyak orang. Jadi akan ada banyak orang yang mengajarkan tentang keselamatan selain Kristus! Peperangan antar bangsa dan golongan serta kondisi alam yang semakin rusak akan melanda bumi. Ini adalah baru awal permulaan akhir zaman. Pernyataan Tuhan Yesus ini bisa bermakna bahwa nilai-nilai spiritualitas dan keagamaan pada waktunya akan hancur lebur karena egosentrisme umat manusia. Bahkan kaum agamawan atau para imam dan ulama tidak menghargai spiritualitas Bait Allah atau kehadiran Allah lagi atau keadaan di bumi seperti di sorga. Meskipun pernyataan Tuhan Yesus ini juga bisa berarti bermakna historis hancurnya Bait Allah pada tahun 70 M.

Makna berikutnya dari pernyataan nubuat Tuhan Yesus itu adalah bahwa sosialitas manusia akan mengalami chaos atau kerusakan yang amat parah, cinta kasih pudar dan hilang sehingga konflik, permusuhan dan peperangan melanda masyarakat dunia. Antar bangsa, golongan, kelompok orang saling meniadakan, darah sesama manusia adalah halal dengan dalih agama, ideologi, pembangunan dsb. Bahkan antara anggota keluarga saling menyerahkan untuk dihukum atau dibunuh. Orang percaya juga akan mengalami tekanan yang amat berat, mereka akan diserahkan, dibawa ke pengadilan dan ditindas. Dan akhirnya juga terjadi kerusakan ekologis yang semakin parah sebagai akibat tindakan manusia yang makin serakah, rakus dan mengeksploitasi alam sebesar-besarnya untuk memuaskan keinginannya, sehingga akan terjadi berbagai musibah bencana alam. Atas semua peristiwa mengerikan tersebut, setiap orang yang bertahan dalam ketaatan akan selamat.

Kita semua adalah bintang kehidupan yang hidupnya telah dikuduskan oleh Tuhan melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Menjadi bintang kehidupan maka jemaat harus hidup bijaksana dan berfungsi sebagai penerang dan petunjuk arah bagi kehidupan banyak orang, yakni petunjuk yang menuntun banyak orang pada kebenaran. Pada akhir zaman akan terjadi situasi yang sulit, penyesatan, kesesakan, ancaman, kerusakan lingkungan bahkan pembunuhan, tetapi orang percaya akan dipimpin oleh Tuhan sendiri yakni Roh Kudus, sehingga yang setia sampai akhir akan selamat dan menikmati kebahagiaan hidup yang kekal. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN