Home » Renungan » Pribadi Yang Mencintai Firman Tuhan

Pribadi Yang Mencintai Firman Tuhan

(Ibrani 9:11-14, Markus 12:28-34)

Hati nurani yang bersih, yang berasal dari Allah, adalah syarat utama yang perlu dimiliki setiap orang percaya untuk dapat mencintai Firman Tuhan dengan baik. Dan orang percaya yang mencintai Firman Tuhan karena hati nurani yang demikian akan membuat mereka menikmati kebahagiaan berupa: hidup yang tidak bercela, tidak akan mendapat malu, dapat bersyukur dengan hati jujur, dan tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan

Dalam Ibrani 9:11-14 menggambarkan peran Kristus sebagai Imam Besar. Sebagai Imam Besar, Kristus telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna. Dibanding dengan para imam pada umumnya yang masuk ke tempat kudus dengan membawa darah dari hewan yang dikurbankan, Kristus justru melakukan yang lebih baik, yaitu dengan membawa darah-Nya sendiri sebagai kurban persembahan. Mengapa darah Kristus dikatakan lebih baik dibanding dengan darah hewan kurban? Sebab darah hewan kurban hanya dapat menguduskan mereka yang najis secara lahiriah. Sedangkan darah Kristus justru sampai menguduskan hati nurani. Dengan hati nurani yang suci inilah manusia akan terhindar dari berbagai perbuatan yang sia-sia dan bahkan memampukan manusia untuk beribadah kepada Allah yang hidup. Dikaitkan sesuai tema khotbah, hati nurani yang bersih dan suci adalah prasyarat mutlak yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin mencintai Firman Tuhan. Atau dengan kata lain, kemampuan setiap orang dalam mencintai Firman Tuhan sangat ditentukan oleh seberapa bersih dan suci hati nuraninya. Sebab dengan hati nurani yang bersih seseorang akan mampu mendengar apa yang hendak Tuhan katakan dengan tajam.

Namun perlu ditekankan bahwa hari nurani yang bersih dan suci tidak mungkin diperoleh hanya dengan mengandalkan pada kekuatan diri sendiri. Justru darah Kristuslah yang memungkinkan setiap orang untuk mencapainya. Maka untuk dapat mencintai Firman Allah, setiap orang memerlukan pertolongan Tuhan.
Dalam Markus 12:28-34 Yesus mendapatkan pertanyaan dari seseorang yang yang telah belajar banyak dan mendalami Taurat dengan baik. Ia adalah seorang ahli Taurat dan ia bertanya tentang hukum yang paling utama di dalam Taurat tanpa maksud untuk mencobai Yesus. Maka Yesus pun menjawabnya dengan mengutip Taurat sesuai kitab Ulangan 6:4-5 dan kitab Imamat 19:18. Dari dua kitab itu Yesus merumuskan tentang dua hukum yang terutama, yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Reaksi ahli Taurat yang membenarkan jawaban Yesus tersebut dinilai bijaksana oleh Yesus dan menurut Yesus orang yang demikian adalah orang yang tidak jauh dari Kerajaan Allah. Mengapa Yesus menilai ahli Taurat tersebut bijaksana? Sebab hanya orang yang mencintai Taurat lah yang mau bersusah payah belajar, menekuni, dan mendalami Taurat dengan serius; dan hanya orang yang demikianlah yang dapat menemukan jantung dari Taurat serta mengimani apa yang dikatakan oleh Yesus

Berbeda dengan para ahli Taurat lainnya yang tidak dapat mengamini perkataan Yesus. Sebab mereka tidak mencintai Taurat. Tanpa rasa cinta, para ahli Taurat lainnya memang dapat menguraikan Taurat panjang lebar, namun tidak pernah menyentuh sampai yang terdalam dari Taurat tersebut. Itulah sebabnya Yesus menilai ahli Taurat yang dapat mengamini jawaban Yesus tersebut sangat bijaksana, sebab dapat melihat pesan utama atau jiwa dari Taurat yang ia pelajari.

Melalui Bacan-bacaan kita ini dapat diambil beberapa pokok pemikiran yaitu :

  1. Mendorong warga jemaat agar selalu mengembangkan kemampuan mendengar dengan cermat saat menggali isi Alkitab, sehingga terhindar dari kebiasaan keliru para ahli Taurat dalam membaca Kitab Sucinya yang tidak dapat dikatakan bijaksana.
  2. Menunjukkan kepada warga jemaat keuntungan dari pribadi yang mencintai Firman Tuhan berupa kebahagiaan yang terwujud dalam: hidup yang tidak bercela, tidak akan mendapat malu, dapat bersyukur dengan hati jujur, dan tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan.
  3. Meyakinkan warga jemaat untuk memiliki hati nurani yang bersih dengan cara memintanya kepada Tuhan sehingga mampu melihat pesan utama dari Firman yang dibacanya.

Tuhan memberkati, Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN