Home » Renungan » Tatap Mengasihi, Meskipun…

Tatap Mengasihi, Meskipun…

Yohanes 13:31-35

Menyegarkan kembali panggilan umat untuk hidup dalam kasih adalah sebuah hal yang sangat penting. Terlebih saat kita memahaminya dalam konteks iklim yang terbangun pasca kontestasi politik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden bulan lalu. Mengasihi semua golongan, termasuk yang berbeda sikap politik, merupakan sesuatu yang harus kita upayakan secara serius. Kasih yang bergantung pada golongan tertentu merupakan tindakan manipulatif terhadap kasih Allah itu sendiri, karena sejatinya Allah mengasihi semua orang.

Kisah Para Rasul 11:1-18
Bacaan ini berada dalam konteks ketika kekristenan pada waktu itu mulai tersebar di kalangan orang non Yahudi (mulai dari Kisah Para Rasul 9:32-12:25). Oleh sebab itu sangat bisa dimengerti ketika timbul pertanyaan, dan bahkan gugatan di sana-sini, sebagai bentuk konsekuensi atas pembaharuan-pembaharuan yang sedang terjadi. Isi pokok dari perikop ini adalah sebuah laporan atas tindakan pembaptisan yang dilakukan Petrus terhadap Kornelius yang memang banyak menimbulkan pertanyaan pada waktu itu, mengingat Kornelius adalah orang non Yahudi. Dalam penjelasannya, Petrus mencoba untuk meyakinkan khalayak dengan pengalaman spiritualitasnya pada waktu berdoa di Yope, yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki Allah. Sesuatu yang berasal dari Allah itu baik, sekalipun sering kali terasa janggal bagi manusia. Pada akhirnya khalayak ramai bisa menerima penjelasan Petrus dan mereka menarik kesimpulan bahwa kasih Allah itu juga berlaku untuk bangsa di luar Yahudi.

Mazmur 148
Pemazmur mengundang seluruh makhluk di surga dan di dunia untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan yang begitu agung dan berkuasa. Segala makhluk yang berbeda bentuk diajak untuk mengarahkan hati pada tujuan yang sama, yaitu pujian akan kebesaran Tuhan.

Wahyu 21:1-6
Kitab Wahyu menampilkan sistematika yang elok terkait penglihatan Yohanes tentang perspektif konflik antara Allah dan Iblis, yang tentunya kemudian diterjemahkan sebagai konflik antara manusia (yang percaya pada Allah) dan Iblis. Gambaran itu jelas diawali dari Pasal 12 sampai pasal 19:1-10, dan memuncak/klimaks pada pasal 19:11-20:10. Bacaan kita masuk dalam suasana setelah konflik terjadi, di mana manusia yang bertahan dalam Kristus akan diperhadapkan pada suasana indah dan menggembirakan, yaitu langit dan bumi baru. Di sana, maut, ratap tangis, perkabungan, dan dukacita tidak ada lagi.

Yohanes 13:31-35
Sebagai catatan, seringkali dikisahkan dalam Injil, bahwa para murid berada dalam situasi ketidakmengertian mereka akan perkataan Yesus (Lukas 9:22, Markus 9:32, Lukas 2:50,dll). Bacaan kita, tentang pemberian perintah baru dari Yesus kepada murid-muridnya, merupakan salah satu diantaranya, yaitu kisah yang terbalut dalam suasana ketidakmengertian para murid akan apa yang dimaksud oleh Yesus (pasal 13:28).

Uniknya, Yesus seolah tidak begitu mempersoalkan tentang ketidakmengertian para murid dan tetap fokus pada pemberitaan rancangan Allah dalam misi penyelamatan manusia, yaitu jalan salib yang harus dialaminya dan perintah baru untuk saling mengasihi. Peristiwa tersebut memunculkan sebuah dimensi berpikir bahwa manusia tidak perlu tahu persis akan apa rancangan Allah dalam hidupnya, cukup fokuskan saja pada tindakan-tindakan yang berkenan di hadapan Allah.

Iklim yang terbangun paska pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 (kondusif atau chaos) merupakan sebuah misteri.Kita sering kali tidak mengerti rencana Allah bagi bangsa ini. Ketidakmengertian ini kita hayati dalam pemahaman “ketidakpantasan kita – manusia penuh dosa – untuk mengerti dan memahami rancangan Allah, Sang Mahasuci“. Dalam Bahasa Jawa sering kita hayati dalam kalimat, “Sinten to kawula punika?” Dalam spiritualitas kerendahhatian tersebut, kita diajak untuk berfokus pada panggilan hidup orang percaya ditengah bangsa ini, yaitu untuk berbagi cinta pada siapa pun, sesama kita. Amin.

Bagikan :



Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Renungan Harian Online : Setiap hari Senin – Sabtu jam 05.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Persekutuan Remaja Online : Setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Sekolah Minggu Online : Setiap hari Minggu jam 07.00 WIB di Channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul

Latihan Macapat : diliburkan

Persekutuan Doa Pagi : diliburkan

Kelas Katekisasi : diliburkan

Jadwal PA Wilayah/Panthan/Kelompok  >> Oktober 2020 >> DILIBURKAN