Home » Articles posted by gkjwonsa (Page 292)

Author Archives: gkjwonsa

Materi PD Doa Keluarga (30 Desember – 4 Januari 2020)

RELASI DENGAN ALLAH DAN SESAMA

1. SAAT TEDUH PRIBADI

2. NYANYIAN PUJIAN KJ. 393:1-3

TUHAN, BETAPA BANYAKNYA

Tuhan betapa banyaknya
berkat yang Kau beri,
teristimewa rahmat-Mu
dan hidup abadi

Refrein:
Trimakasih ya Tuhanku
atas keselamatanku
Padaku telah Kau beri,
hidup bahagia abadi.

Continue Reading →

Menjadi Pemulih

Matius 2 : 13-23

Peristiwa penyingkiran keluarga Yusuf ke Mesir adalah akibat situasi politik di negerinya. Herodes melakukan pembunuhan terhadap bayi-bayi karena ambisi berkuasa. Ambisi itu mematikan hati nurani. Matinya hati nurani menjadikannya menghalalkan segala cara termasuk melakukan tindakan kejam dengan cara membunuh anak-anak yang tidak berdaya.

Sikap Herodes berkebalikan dengan Yusuf dan Maria dan juga keluarga-keluarga lain dalam memilih jalan kehidupan. Perjumpaan dengan malaikat Tuhan dalam mimpi membuat Yusuf melakukan perintah Tuhan dengan membawa-Nya menyingkir ke Mesir. Pengungsian ke Mesir bukanlah hal yang menyenangkan. Berbagai risiko dihadapi dalam penyintasan itu. Namun jalan itu harus dipilih sebab jalan itu adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan kehidupan yang ada di bawah bayang-bayang ancaman.

Continue Reading →

Pesan Natal PGI dan KWI Tahun 2019

HIDUPLAH SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG”
(bdk. Yohanes 15:14-15)

Dengan penuh sukacita, kita merayakan pesta kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Damai, yang datang untuk “merubuhkan tembok pemisah, yakni perseteruan” (Ef 2:14) yang memecah-belah umat manusia. Sambil merayakan Natal, dengan penuh sukacita dan syukur, kita juga mengenangkan 74 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai buah dari rahmat Ilahi sebagaimana dikatakan dalam Pembukaan UUD 1945. Sebagai umat Kristen kita percaya bahwa Tuhan Y.M.E ikut berperan dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaannya. Kita juga percaya bahwa sejarah bangsa Indonesia merupakan bagian dari sejarah perjumpaan antara manusia dan pencipta-Nya.

Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa yang terdiri atas macam-macam suku, budaya serta keyakinan ini telah lama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama. Berbagai macam ujian harus dilaluinya. Di satu pihak, persatuan bangsa dipersulit oleh penjajahan yang bermaksud melemahkan kita dengan politik memecah-belah dan menguasai, yang dikenal sebagai politik divide et impera. Di lain pihak, di antara para Bapak Bangsa kita sendiri terjadi proses tarik-menarik beraneka ragam gagasan, keyakinan dan kepentingan kelompok. Syukurlah, pada akhirnya semua perbedaan yang ada tidak menghalangi para Bapak Bangsa kita untuk memerdekakan negeri ini dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang disatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu. Kesamaan cita-cita luhur membuat mereka mampu melampaui sekat-sekat perbedaan yang ada.

Continue Reading →

Imanuel : Pemenuhan Janji Pemulihan

(Matius 1:18-25)

Banyak hal yang membuat orang tidak sanggup dan tidak berani melangkah. Salah satunya adalah ketakutan. Setiap orang pernah merasa takut dan memiliki sumber ketakutannya masing-masing. Hanya saja, seringkali yang terjadi ketakutan membuat seseorang melakukan sesuatu yang di luar batas logika kewajaran. Karena itu muncul dalam dunia kedokteran kata fobia. Menurut Wikipedia, fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Menarik, ada perbedaan “bahasa” antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika, sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Ketika berbicara rasa, tentu saja pengalaman fobia setiap orang akhirnya menjadi berbeda-beda, walaupun dengan kasus yang sama.

Continue Reading →

Materi PA Minggu Adven III

1. SAAT TEDUH

2. NYANYIAN PUJIAN KJ. 392:1-2
‘KU BERBAHAGIA
‘Ku berbahagia, yakin teguh:
Yesus abadi kepunyaanku!
Aku waris-Nya, ‘ku ditebus,
ciptaan baru Rohulkudus.

Refrein:
Aku bernyanyi bahagia memuji
Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia memuji
Yesus selamanya.

Pasrah sempurna, nikmat penuh;
suka sorgawi melimpahiku.
Lagu malaikat amat merdu;
kasih dan rahmat besertaku.

3. DOA PEMBUKA

4. NYANYIAN PUJIAN NKB. 133:1-2

SYUKUR PADA-MU, YA ALLAH
Syukur pada-Mu, ya Allah,
atas s’gala rahmat-Mu;
Syukur atas kecukupan
dari kasih-Mu penuh.
Syukur atas pekerjaan,
walau tubuhpun lemban;
Syukur atas kasih sayang
dari sanak dan teman.

Syukur atas bunga mawar,
harum, indah tak terp’ri.
Syukur atas awan hitam
dan mentari berseri.
Syukur atas suka-duka
yang ‘Kau b’ri tiap saat;
Dan Fiman-Mulah pelita
agar kami tak sesat

5. PEMBACAAN ALKITAB: Lukas 19:1-10

6. RENUNGAN

Kepercayaan pada seseorang bagaikan sebuah gelas kaca. Apabila sudah rusak dan pecah, maka akan sangat sulit untuk mengembalikannya. Oleh sebab itu penting sekali membina hubungan yang baik antar sesama. Namun dalam realitanya, hubungan antar manusia tak selalu baik. Terkadang ada dinamika antar hubungan tersebut. Bukan hanya antar manusia yang belum saling mengenal, bahkan yang sudah lama mengenalpun tidak selalu dihiasi dengan hubungan yang baik.

Dalam keluarga misalnya. Tak hanya keharmonisan yang ada. Namun ada juga perselisihan-perselisihan yang mewarnai kehidupan berkeluarga. Itu baru komunitas terkecil dalam masyarakat. Bila kita melihat ke komunitas yang lebih luas, pergesekan kepentingan terkadang menimbulkan konflik yang membuat hubungan atara satu orang dengan orang yang lain kurang harmonis. Hubungan antar komunitas satu dengan komunitas yang lain kurang harmonis. Bagaikan gelas kaca yang retak.

Hubungan demikian terjadi antara masyarakat Yahudi pada umumnya dengan sebagian orang yang bekerja sebagai pemungut cukai. Pada umumnya profesi pemungut cukai ini disingkirkan dari masyarakat karena dianggap bekerjasama dengan pemerintah Romawi yang pada saat itu sedang menguasai tanah Israel. Orang-orang Yahudi diwajibkan membayar pajak kepada pemerintah Romawi. Yang ditugaskan untuk memungut cukai atau pajak ini ialah sesama orang Yahudi karena mereka mengenal kehidupan dan kebiasaan sesamanya. Dengan demikian para pemungut cukai ini dianggap sebagai penghianat bangsa (Yahudi).

Zakheus dalam kisah kita merupakan kepala pemungut cukai. Jika pemungut cukai saja disingkirkan, apalagi pemimpin pemungut cukainya. Tidak sedikit orang antipati dan membenci Zakheus. Terjadi kerusakan hubungan antara Zakheus dengan orang-orang Yahudi. Terlebih lagi kepada orang orang yang dulu pernah ia tagih pajaknya. Dengan demikian terjadi kerusakan hubungan antara zakheus dan orang orang di sekitarnya.

Di sinilah Yesus melihat keretakan yang ada. Bukan sebuah kebetulan situasi ini dipakai Yesus untuk mengajarkan sesuatu pada pada murid dan pengikut-Nya. Pengajaran penting yang hendak disampaikan Yesus ada pada bagian akhir perikop ini. Ia berkata,

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (ay. 10)

Pada bagian inilah Yesus menjadi pemulih hubungan hubungan yang rusak. Ia sengaja pergi ke tempat Zakheus sebagai simbol bahwa Ia menerima keberadaan Zakheus. Pada umumnya orang-orang yang mau singgah ke tempat pemungut cukai adalah sesama pemungut cukai. Tidak banyak orang yang mau singgah ke pemungut cukai karena pandangan yang negatif mengenai profesi pemungut cukai. Bahkan banyak orang memandang sinis apa yang dilakukan Yesus dengan menumpang ke rumah Zakheus (ay. 7). Meski demikian, menerima keberadaan Zakheus bukan berarti Yesus setuju dengan apa yang dilakukan oleh Zakheus. Ia hanya menunjukkan bahwa untuk memulihkan hubungan, harus bersedia untuk menyapa semua pihak.

Dampak dari kehadiran Yesus ini luar biasa. Zakheus mengatakan,

“Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (ay. 8)

Dari pernyataan zakheus ini kita melihat bagaimana Zakheus hendak menemui (terlihat dari “kuberikan” dan “kukembalikan”) orang-orang yang membencinya. Zakheus mencoba untuk menyapa orang-orang yang dulu pernah ia peras maupun yang pernah berhubungan dengannya. Memang kisah ini tidak berlanjut mengenai bagaimana kelanjutan hubungan Zakheus dengan masyarakat umumnya.

Meski demikian, melalui kisah ini kita melihat bagaimana Yesus tidak tinggal diam ketika situasi kebencian mewarnai sekitarnya. Justru sebaliknya Ia mengusahakan pemulihan hubungan. Ia merajut kembali serpihan gelas kaca yang telah rusak dan merajutnya kembali. Inilah yang kita teladani dari Yesus.

Kita diingatkan untuk tidak tinggal diam ketika ada perselisihan terjadi di sekitar kita. Oleh sebab itu, kini kita diutus untuk melibatkan Yesus dalam memulai karya pemulihan. Kemudian melibatkan Roh Kudus agar memampukan kita menjadi pemulih-pemulih hubungan yang rusak. Selamat menjadi pemulih, agar nama Tuhan dikenal melalui hidup kita.

7. SAAT TEDUH

8. DOA SYAFAAT

9. NYANYIAN PUJIAN NKB. 193:1, 3

AKU HENDAK BERHATI TULUS
Aku hendak tetap berhati tulus
kar’na teman mempercayaiku.
Aku hendak tetap berjalan lurus,
kar’na teman t’lah mengasihiku;
kar’na teman t’lah mengasihiku.

Aku hendak tetap menjadi kawan
bagi yang hatinya penat, sendu.
Dan kasihku ingin t’rus ‘ku bagikan,
serta imbalan tiada ‘ku perlu;
serta imbalan tiada ‘ku perlu.

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Persekutuan Doa Rabu Pagi : Setiap Hari Rabu jam 04.30 WIB di Gedung Gereja

Links

Kontak

GKJ Wonosari Gunungkidul
Jl. Gereja No. 11-12 Wonosari, Gunungkidul, DIY, 55812, Telp : (0274) 391 146
No. Rekening BRI a.n. GKJ Wonosari : 0153-01-001186-56-7

Jadwal Ibadah Induk

06.00 BAHASA INDONESIA

08.00 BAHASA JAWA

16.30 BAHASA JAWA

18.30 BAHASA INDONESIA

Jadwal Ibadah Panthan

PANTHAN BENDUNGAN 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu I Bahasa Indonesia)

PANTHAN RANDUKUNING 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu II Bahasa Indonesia)

PANTHAN NGLIPAR 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu II dan IV Bahasa Indonesia )

PANTHAN KEBONJERO 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu I Bahasa Indonesia)

PANTHAN HARGOMULYO 08.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu II Bahasa Indonesia)

Powered by WordPress / Academica WordPress Theme by WPZOOM