Rangkaian Kegiatan Natal 2019
Malam Gelar Seni Budaya 2019 => https://photos.app.goo.gl/cbEABXhDUtW31ojD6
Ibadah Malam Natal 2019 => https://photos.app.goo.gl/VupDPvpezcCyr7Vr5
Ibadah Natal 2019 => https://photos.app.goo.gl/Pgp2GzjZZXS4RTsT9
Ibadah Malam Tutup Tahun 2019 => https://photos.app.goo.gl/X2GM3uSKu43qNKsk7
Ibadah Tahun Baru 2020 => https://photos.app.goo.gl/Ednm4BSUBd9PBon98
Materi PA (13-18 Januari 2020)
MENJADI BIJAK
[Yohanes 8:2-11]
PENGANTAR
Dalam menjalani kebersamaan di tengah keluarga, gereja, maupun masyarakat, sering kali kita menghadapi perbedaan pendapat atau pandangan, yang dapat berujung pada konflik. Kalau pun tidak menimbulkan konflik, perbedaan tersebut terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman satu dengan yang lain. Kehadiran kita selaku orang yang dituakan menjadi harapan banyak pihak, untuk dapat memulihkan suasana yang kurang nyaman tersebut.
“Kehadiran Yang Memulihkan” itu menjadi harapan orang-orang yang ada di sekitar kita. Selain itu, ada pemahaman yang sudah melekat pada kebanyakan orang adalah bahwa Lansia atau Adiyuswo Gereja itu memiliki segudang pengetahuan dan pengalaman hidup, sehingga menjadi figur yang bijaksana, yang selalu membawa damai dan kesejukan.
Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah bagaimana kita bisa mewujudkan harapan mereka itu? Hal inilah yang perlu kita diskusikan bersama melalui PA kali ini.
Pembaptisan Tanpa Pemulihan : Mungkinkah?
(Matius 3:13-17)
Pada hari ini, gereja-gereja memasuki minggu pembaptisan Yesus. Pembaptisan-Nya di sungai Yordan merupakan proklamasi tentang hakikat Yesus sebagai Mesias yang merendahkan diri. Dari proklamasi itu, kita mengenal Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan merendahkan diri demi memulihkan ciptaan-Nya. Permintaan-Nya untuk dibaptiskankan menjadi teladan bagi kita agar belajar merendahkan diri dalam gumul dan juang bersama Allah dan ciptaan Allah yang lain.
Bagi orang Kristen, baptisan memiliki makna penting. Dalam buku Selamat Berbakti, Pdt. Andar Ismail menuliskan bahwa baptisan adalah sebuah perjanjian yang penting. Bahkan lebih penting dari segala perjanjian lain, sebab baptisan adalah perjanjian antara kita dengan Kristus. Melalui perjanjian itu relasi manusia dengan Allah dipulihkan. Baptisan adalah perjanjian antara dua pihak, namun kedua pihak tidak sederajad (asimetris). Tuhanlah yang membuat prakarsa, manusia menerima. Kita dibaptis bukan karena prestasi iman. Baptisan bukan hasil pertobatan kita melainkan hasil anugerah Allah.
Materi PD (6-11 Januari 2020)
BERSYUKUR TANDA BERPULIH
1. SAAT TEDUH PRIBADI
2. NYANYIAN PUJIAN KJ. 15:1-3
BERHIMPUN SEMUA
Berhimpun semua menghadap Tuhan
dan pujilah Dia, Pemurah benar.
Berakhirlah segala pergumulan,
diganti kedamaian yang besar
Hormati nama-Nya serta kenangkan
mukjizat yang sudah dibuat-Nya.
Hendaklah t’rus syukurmu
kaunyatakan
di jalan hidupmu seluruhnya.
Berdoa dan jaga supaya jangan
penggoda merugikan jiwamu.
Di dunia tegaklah kemenangan
dan dasarnya imanmu yang teguh.
3. DOA PEMBUKA
4. PEMBACAAN ALKITAB: Filipi 1:21-26
5. RENUNGAN
Pada umumnya orang akan berefleksi ketika mengalami persoalan. Misalnya ketika mengalami bencana alam, atau peristiwa duka yang datang secara mengejutkan. Hal yang muncul dalam refleksinya adalah bertanya mengapa ini semua terjadi? Apa maksudmu Tuhan dalam hidupku?
Berbagi Terang
Matius 2:1-12
Secara liturgis, ibadah minggu ini disebut sebagai minggu Epifani. Epifani berarti penampakan, kedatangan, kelihatan, membuat nyata, atau membuat jelas. Di minggu Epifani gereja merayakan Penampakan Tuhan. Maksudnya, Epifani yang dirayakan setelah natal memperjelas atau menampakkan hakikat Yesus. Di tempat terpencil bernama Betlehem, kehadiran Yesus inkarnasi Allah, terlihat jauh melampaui batas wilayah. Para Majus melihat terang bintang Timur, dituntun menjadi penyaksi Sang Terang yang terlahir. Hal ini mengingatkan gereja bahwa Kristus, Sang Terang, tak lagi ditempatkan di palungan atau altar gereja yang seolah jauh dari jangkauan pergumulan hidup. Dengan Epifani, umat justru melihat bahwa Terang Kristus harus bercahaya di luar gereja. Terang Kristus diwujudnyatakan umat percaya dalam keseharian melalui hal-hal sederhana yang memberikan pengharapan bagi mereka yang hidup dalam kegelapan.













