Home » Bahan PA (Page 11)
Category Archives: Bahan PA
Materi PD Masa Paskah (18-23 Maret 2019)
SETYA TUHU DUMUGI ING PATI
1. WekdaI Ening Sesarengan
2. Kidung KPK 5:1,2
PAMUJI KONJUK GUSTI
1. Pinuji puji Gusti
kang nitahken jagad raya
Nggih siyang dalah ratri
tansah luber sihrahmatnya,
Donya gingsir wah sirna
sihnya langgeng slaminya
2. Pinuji puji Gusti nggih
Allah kang Mahamirah,
pra umat kang ngabekti
tinuwukken klayan berkah,
salir ingkang pinanggya
dados margining begja.
Materi Bahan Dasar Masa Paskah 2019
BANGKIT BAGI SEMUA
Tentu kita pernah mendengar atau menyanyikan lagu yang syairnya seperti ini:
Dia lahir untuk kami
Dia mati untuk kami
Dia bangkit untuk kami semua.
Biasanya kita mendengar atau menyanyikan lagu tersebut dengan penuh semangat dalam persekutuan jemaat. Menyanyikan lagu ini boleh-boleh saja dan baik-baik saja, asalkan dengan pemahaman yang benar. Persoalan lagu itu terletak pada interpretasi pada kata “kami” Siapa yang disebut “kami”? Jika “kami” bermakna seluruh umat manusia, tentu lagu ini secara teologis dapat dipertanggungjawabkan. Sebab Yesus sendiri mengatakan:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).
Materi PD 4 -9 Maret 2019
1. Saat Teduh Bersama
2. Nyanyian: KJ 362: 1, 2, 4
AKU MILIK-MU, YESUS, TUHANKU
Aku milik-Mu, Yesus, Tuhanku; kudengar suara-Mu.
‘Ku merindukan datang mendekat dan diraih oleh-Mu.
Refrein:
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salib-Mu.
Raih daku, raih dan dekatkanlah ke sisi-Mu, Tuhanku.
Aku hambaMu, Kausucikanlah oleh kasih kurnia,
hingga jiwaku memegang teguh kehendakMu yang mulia.
Dalam dunia tak seutuhnya kupahami kasih-Mu,
sukacita pun barulah lengkap, bila ‘ku di rumah-Mu.
Bahan PA 25 Februari – 2 Maret 2019
MEWUJUDKAN PERTEMUAN JEMAAT YANG TERATUR
Urutan :
Baca ayat, baca pengantar, bahas ayat, bahas bahan diskusi, tarik kesimpulan.
Membaca 1 Korintus 14 : 26-40
Membaca ulang : ayat 33 & 40
Pengantar
Di GKJ kita telah sering melakukan berbagai macam pertemuan jemaat. Selain Ibadah Minggu dan Ibadah Hari Besar, kita mengenal pertemuan jemaat, seperti: PA, PD, Bidston, peringatan hari besar, Katekisasi, pendadaran, termasuk juga persidangan yang melibatkan jemaat. Setidaknya ada 3 unsur yang menjadi penentu agar pertemuan berlangsung baik, yakni: petugas, jemaat, dan sarana prasarana.
Bahan PA 18-23 Februari 2019 (Dalam Rangka HUT ke-88 Sinode GKJ)
Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah yang Berkelimpahan : Sangkul Sinangkul ing Bot Repot Lintas Generasi
I. Hidup Berkelimpahan
“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b)
Dua dari tiga arti kata “kelimpahan” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “tertumpah banyak” dan “dikaruniai (diberi) banyak-banyak”. Dengan demikian, kata-kata Yesus dalam kutipan di atas mengingatkan bahwa hidup dikaruniakan banyak-banyak, hingga tertumpah. Tentunya hidup yang dimaksud adalah keutuhan kehidupan. Bukan sekadar materi atau harta, bukan pula sekadar kebutuhan jasmani.
Hidup yang dipunyai dalam segala kelimpahan berarti menyadari ada banyak hal positif dalam diri yang bisa dibagikan bagi orang lain. Hal-hal positif itu bisa berupa kasih, kepedulian, rasa hormat, kesediaan bekerja sama, semangat, dan kecintaan untuk berbagi. Dengan menyadari hal itu, yang menjadi pusat perhatian bukan lagi diri sendiri, sebab diri sendiri telah penuh, bahkan berkelimpahan. Yang menjadi pusat perhatian adalah orang lain dan cara untuk dapat membagikan kelimpahan hidup itu kepada orang lain.
Semangat yang demikianlah yang hendaknya mewarnai kehidupan keluarga Allah. Sebagai keluarga, tidak selayaknya sibuk dengan diri sendiri dan meminta segala perhatian dari anggota keluarga yang lain. Sebaliknya, antar anggota keluarga hendaknya berlomba-lomba untuk terlebih dahulu memberi dan berbagi untuk kepenuhan hidup bersama.













