Home » Bahan PA (Page 12)
Category Archives: Bahan PA
Bahan PA 11-16 Februari 2019
Pondok Mertua Indah
Bacaan : Keluaran 2:15-22; 3:1
Pengantar
Setiap orang tua menyadari, anak-anak yang beranjak dewasa akan mencari pasangan hidup dan menikah. Orang tuapun juga menyadari, kalau anak-anak yang sudah menikah mempunyai hidup sendiri dan otoritas pribadi. Namun kadangkala kesadaran tersebut tidak disertai dengan penerimaan, ketika waktu pernikahan tiba. Dibalik senyuman orang tua pada waktu pesta pernikahan, ada kecemasan yang disembunyikan, sebab anak-anak akan meninggalkan mereka. Tidak mengherankan jika ada orang tua yang meminta anaknya untuk tetap tinggal bersama walaupun sudah menikah.
Bagi anak-anak yang telah berpacaran dalam waktu yang cukup lama dan sudah mengenal dengan baik calon mertua, barangkali tidak terlalu menjadi masalah jika hidup bersama di “pondok mertua indah”. Namun bagi mereka yang proses pengenalannya kurang, bisa menimbulkan masalah yang besar dalam membangun relasi antara mertua dan menantu.
Bahan PA 4-9 Februari 2019
PERSIDANGAN MAJELIS WUJUD PERSEKUTUAN
Urutan : Baca ayat, baca pengantar, bahas ayat, bahas bahan diskusi, tarik kesimpulan.
Membaca 1 Korintus 1: 4 -17
Pengantar
Saudara yang terkasih! GKJ Wonosari Setiap bulan melaksanakan persidangan untuk mengambil keputusan-keputusan untuk kemajuan dan pertumbuhan gereja. Dalam satu tahun dilaksanakan sebelas kali persidangan reguler dan satu kali persidangan Majelis Istimewa terbuka. Apabila dipandang perlu dan ada hal yang mendesak dapat dilaksanakan persidangan istimewa.
Persidangan Majelis Jemaat adalah sarana pengambilan keputusan oleh majelis jemaat. Dalam kepemimpinan majelis jemaat yang bersifat kolektif-kolegial, persidangan merupakan unsur yang penting. Sebab semua keputusan penting dalam kehidupan jemaat harus melalui persidangan ini. Keputusan persidangan harus dihargai semua pihak dan harus dilaksanakan oleh peserta persidangan, setiap anggota, setiap orang yang ditunjuk dalam keputusan atau seluruh jemaat.
Bahan PA 28 Januari – 2 Februari 2019
DIMANA MELIHAT YESUS
Urutan : Baca ayat, baca pengantar, bahas ayat, bahas bahan diskusi, tarik kesimpulan.
Pengantar
Saudara yang terkasih ! Dalam sebuah diskusi pelayanan, tercetus sebuah pertanyaan, “Kenapa, banyak hamba Tuhan dalam Alkitab yang kisah hidupnya tidak ditulis lengkap?” Dari sekian banyak jawaban, ada satu yang mungkin paling masuk akal. “Soalnya kalau ditulis semua bisa-bisa tidak ada yang mau jadi hamba Tuhan”.
Ada benarnya, proses yang dilewati para hamba Tuhan itu luar biasa berat. Dari beberapa kisah yang dicatat Alkitab, kita mendapatkan gambaran tentang betapa tidak mudahnya proses yang harus mereka lewati. Yusuf melewati 13 tahun sebagai budak. Musa harus hidup dalam pembuangan selama 40 tahun. Daud menjadi buronan 13 tahun.
Masa-masa itu mereka seakan tidak produktif, tidak menghasilkan kerja nyata. Masa ketika tidak ada buah kehidupan. Namun setelah melewati masa itu, kita bisa melihat bahwa hidup mereka benar-benar berubah. Mereka jadi orang yang produktif dan berbuah. Hidup mereka menjadi kesaksian nyata bagi banyak orang.
Bahan PA 21-26 Januari 2019
Sih-katresnanipun Allah kanggé Kamanungsan kita
(Titus 2:11-14)
Ancas:
1. Para rawuh mangertosi makna inkarnasi Yésus minangka pangudinipun Allah mujudaken katresnan.
2. Para rawuh mujudaken sihipun Allah dhateng sesamining manungsa secara adil lan apatrap susila (beradab).
Panuntun
Allah rawuh ngaruhaken manungsa kanthi cara dados sami kaliyan manungsa nulad pasemonipun Gusti Yésus Kristus (inkarnasi). Lantaran Natal kita ngraos-ngraosaken bab punika. Wontening Gusti Yésus, kita mangertos ka-Allahan ingkang supel ngaruhaken jagad. Sarana rawuhipun ing jagad, pangajeng-ajeng kapratélakaken. Rupining kamanungsan ingkang risak kapulihaken supados manungsa nggadahi kasusilan lan pangajeng-ajeng. Pangajeng-ajeng ing Gusti mbekta umat tansah optimis ing gesangipun. Optimisme kawujudaken wonten iung gesang padintenan secara étis. Patrap étis maujud awit anggènipun sumadya sinau saking Allah, sesami, lan alam.
Bahan PA 14-19 Januari 2019
KUASA ALLAH SUMBER DAMAI SEJAHTERA
1. Pengantar
Setiap orang mendamba hidup bahagia, adil dan sejahtera, lahir dan batin. Termasuk kita, umat Kristiani di bumi Indonesia memiliki cita-cita, impian dan harapan yang sama. Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera itu, perlu perjuangan dan daya upaya, agar setiap dambaan tidak berhenti pada impian melainkan terwujud sebagai kenyataan. Dan upaya mewujudkan ini perlu dilakukan bersama-sama sebagai kesatuan anak bangsa seluas-luasnya.













