Home » Bahan PA (Page 15)
Category Archives: Bahan PA
Materi PA 22-27 Oktober 2018
“BETAPA MISKINNYA KITA”
(Amsal 19:1-8)
1. DOA PEMBUKA
2. PENGANTAR PA
“Betapa Miskinnya Kita”
Suatu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam suatu perjalanan keliling negeri. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin. Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah berkata:
“Bagaimana perjalanannya nak?” “Perjalanan yang hebat, yah.” “Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?” si ayah bertanya. “O tentu saja,” jawab si anak. “Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si ayah. Si anak menjawab: “Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing. Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya. Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari. Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas. Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang. Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain. Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri. Kita punya tembok di sekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.” Ayah si anak hanya bisa bungkam. Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”
Materi PD II 15-20 Okt 2018
JURUS KOMUNIKASI DALAM KELUARGA
(Yakobus 3 : 1-13)
1. SAAT TEDUH
2. NYANYIAN PUJIAN: KJ 4:1-4 HAI MARI SEMBAH
Hai mari sembah yang maha besar
Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umat-Nya yang maha Esa
Mulia nama-Nya, tahta-Nya megah
Hai masyhurkanlah keagungan-Nya
Cahaya terang itu Jubah-Nya
Gemuruh suara-Nya di awan kelam
Berjalan dia di badai kencang.
Umat-Mu lemah dan dari debu,
tetap memegang janji-Mu teguh.
Kasih setia-Mu berlimpah terus,
Ya Khalik, Pembela dan Kawan Kudus.
Materi PD I 8-13 Okt 2018
- WEKDAL ENING
- KIDUNG PAMUJI KPK 8: 1, 2, 3 ALLAH MA’ ASIH
- PANDONGA
- KIDUNG PAMUJI KPJ 129: 1,2 , 3 TANSAH BINGAH
- PAMAOSING KITAB SUCI (Roma 15:1-3)
- WEDHARING PANGANDIKA
Sapa Léna Bisa Kena (Roma 15 : 1-3)
Wonten pawartos ing wiwitaning taun 2017 ingkang nyariosaken satunggaling ibu ing dharatan Tiongkok kécalan larénipun ingkang nembé umur 4 taun. Si laré wau klelep ing kolam renang. Lelampahan punika kedadosan ing papan spa, ing wekdal nalika ibunipun ngajak kungkum wonten ing kolam renang wau. Ananging karana si ibu nembé kasengsem dhateng teleponipun, mboten kanyana bilih larénipun ingkang mboten tebih saking piyambakipun klelep (m.liputan6.com, 06 Januari 2017).
Bahan Dasar PA 1-6 Okt 2018
KELUARGA PEMBERI HARAPAN
SATU REALITAS SITUASI KELUARGA MASA KINI
Di bulan pertama tahun 2018 kita disuguhi berita yang mengejutkan! Baru saja tahun baru berlalu, tetapi ternyata sudah ada beberapa orang yang bunuh diri. Kasus bunuh diri terus bergulir sampai beberapa waktu yang lalu. Dari berita-berita tersebut, penyebab bunuh diri adalah adanya masalah keluarga (terkait relasi maupun ekonomi), beban pekerjaan yang berat[1], penyakit yang tidak kunjung sembuh, tidak tahan di-bully (dirundung) orang[2], hubungan asmara yang tidak direstui orangtua, dan lain-lain.[3]
Yang menarik di antara kasus bunuh diri tersebut adalah bahwa mereka tidak sendirian bunuh diri tetapi juga membunuh anggota keluarganya terlebih dahulu. Salah satu berita menyebutkan, ada seorang ibu yang meminumkan racun serangga kepada ketiga anaknya hingga mati, baru kemudian ia melakukannya untuk dirinya sendiri. Malang, ketiga anaknya mati. Tetapi dia bisa dibawa ke rumah sakit dan selamat. Pertanyaannya, mengapa mereka juga menghendaki kematian anggota keluarganya? Apakah orang tersebut tidak bisa memercayakan anggota keluarganya kepada keluarga besarnya? Adakah peran dan fungsi keluarga yang sudah mulai menipis bahkan hilang? Dari semuanya itu, kita menyadari bahwa ada persoalan kesehatan mental yang genting yang perlu segera ditangani.
Materi Bulan Keluarga 2018 (Intro)
BULAN KELUARGA 2018 GKJ WONOSARI
Di Bulan Keluarga 2018 ini kita diajak untuk melihat salah satu hakikat keluarga Kristen, yaitu sebagai pemberi harapan. Oleh karena itu tema yang diambil adalah “Keluarga Pemberi Harapan“. Tema ini menjadi penting mengingat kondisi dunia saat ini yang dipenuhi berbagai ‘persaingan‘ dan hingar-bingar dunia media sosial yang seringkali tidak ramah terhadap kesehatan mental. Banyak orang menjadi begitu ‘hectic‘ (sibuk luar biasa) dengan dunia pendidikan, dunia kerja dan rupa-rupa kesibukan indvidu yang membuat orang mudah stress dan depresi. Di tengah kondisi seperti ini kemanakah orang akan lari kalau bukan kepada keluarga? Namun pertanyaannya adalah apakah keluarga mampu memberi apa yang diperlukan tersebut?
Oleh karena itu, Majelis GKJ Wonosari turut serta menfasilitasi kegiatan-kegiatan selama bulan keluarga 2018, sebagai salah satu bentuk pendampingan bagi keluarga-keluarga Kristen di lingkup GKJ Wonosari. Adapun selama bulan keluarga 2018 berlangsung, Majelis GKJ Wonosari menyusun beberapa kegiatan (lihat lampiran kegiatan).












