Home » Bahan PA (Page 14)
Category Archives: Bahan PA
Materi PA 26 Nov – 1 Des 2018 (Bahan Dasar Masa Adven)
Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila
PENDAHULUAN
Tema Masa Adven Natal 2018 ini mungkin dirasa aneh. Paling tidak beberapa orang mengerutkan dahi seraya bertanya,”Mengapa harus membawa Pancasila dalam Masa Raya Gerejawi?” Tentu saja pertanyaan itu sah dan perlu. Selama ini gereja seolah menghindarkan diri dari situasi publik. Keberadaannya di tengah pergulatan bangsa acapkali dibatasi oleh tembok kesalehan personal dan gerejawi. Akibatnya apa yangterjadi di luar gereja dianggap tidak ada kaitannya dengan hidup beriman pada Allah. Padahal keberadaan gereja sangat terkait dengan situasi di luar gereja. Dampak dari sikap abai terhadap situasi sekitar adalah pembiaran, diam. Abai atau diam terhadap realitas di sekitar gereja menunjukkan bahwa iman dihayati sebagai sesuatu yang bersifat personal atau komunal dalam arti yang sempit.
Di tengah hiruk pikuk berbangsa, saat ini kita diperhadapkan dengan tantangan besar dan berpotensi merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gerakan-gerakan radikalisme, terorisme, intoleransi, korupsi, penyalahgunaan obat-obat terlarang, human trafficking, penyebaran hoaks merupakan tantangan real. Di tengah tantangan-tantangan itu ada upaya dari pihak tertentu untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan ideologi lain dengan cara-cara tertentu. Sebagai bagian dari NKRI, apakah gereja tetap akan diam? Ketika gereja diam, apakah damai sejahtera masih dirasakan?
Materi PA 19-24 November 2018
PETUNJUK JALAN KEHIDUPAN
Matius 5 : 1-12
Pembuka
a. Pernahkah jemaat bepergian ke suatu tempat tanpa mengetahui secara pasti jalan untuk menuju ke tempat tersebut atau bahkan tersesat? Jika pernah, apa yang dilakukan jemaat untuk menuju tempat tersebut?
b. Pernahkah hidup jemaat menjadi “penunjuk jalan” bagi orang lain? Jika pernah, harap diceritakan.
Ulasan
Salah satu tokoh dunia yang bernama Mahatma Gandhi pernah menuliskan dalam suratnya bahwa Yesus adalah salah satu sosok guru terbaik di dalam sejarah kehidupan manusia. Salah satu ajaran Yesus yang menarik perhatian Gandhi adalah khotbah Yesus di bukit yang terdapat dalam Matius 5-7. Khotbah di atas bukit mengandung banyak sekali pengajaran-pengajaran yang menyegarkan kehidupan manusia, ajaran untuk mengasihi Tuhan dan sesama, dan ajaran-ajaran yang menjawab kekhawatiran manusia di dalam kehidupannya di dunia.
Materi PA 12-17 November 2018 (Dalam rangka HUT Klasis GKJ Gunungkidul ke-49)
GREGET LELADOSAN SESARENGAN
PALADOSAN PANGANDIKANIPUN GUSTI
- Pandonga
- Waosan Para Rasul 18: 24-28
- Panglimbang
Purwaka
Greget salebeting paladosan sesarengan minangka jejer kangge panyuraos kitab suci sesambetan kaliyan Ambal Warsa kaping 49 Klasis Gunungkidul.
Tembung greget kaliyan tembung gregeten punika benten sanget. Pangertosan gregeten punika tiyang ingkang nembe jengkel kaliyan prakawis utawi kaliyan tiyang sanes, wondene tembung greget inggih punika pengertosanipun semangat gesang ingkang tuwuh saking sawetahing batining manungsa ingkang purun nindakaken prakawis.
Materi PD 5-10 November 2018
TUBUHMU SENJATA KEBENARAN
(Roma 6:5-14)
- SAAT TEDUH
- NYANYIAN PUJIAN :
KJ 3 : 1-4 KAMI PUJI DENGAN RIANG! - DOA PEMBUKA
- PEMBACAAN FIRMAN TUHAN
(Roma 6:5-14) - NYANYIAN TANGGAPAN :
KJ 50a:1-4 SABDAMU ABADI - RENUNGAN
Tubuhmu Senjata Kebenaran
Berbicara tentang tubuh berarti berbicara tentang keseluruhan fisik. Fisik tidak bisa dipisahkan dari pikiran dan hati. Artinya, apa yang dilakukan oleh fisik bersumber dari hati dan pikiran. Oleh karena itu hati dan pikiran menjadi faktor yang sangat penting bagi tubuh dalam menjalankan hidupnya.
Materi PA 29 Oktober – 3 November 2018
“SOKUR AWIT PANGAJENG-AJENGING BAB KAMAJENGAN”
Waosan Kitab Suci : Wulang Bebasan 9:1-6
1. DONGA PAMBUKA
2. PANUNTUN PANYURAOS KITAB SUCI : “How much is too much?” “Ingkang dipun wastani cekap punika sepinten?”
• Panuntun ngajak saben warganing brayat rembagan pinten wekdal ingkang kaginakaken kanggè migunakaken gadget, kanggé kaperluan padamelan, dolanan, medhia sosial, lsp. Punapa piguna lan kakiranganipun awit migunakaken gadget ing gesang padintenan.
• Karembaga ugi pinten kathahipun wekdal ingkang kaginakaken tanpa gadget kanggé andum dinten kaliyan brayat, upaminipun punapa kénging migunakaken gadget nalika nembé nedha sesarengan.
• Damela pasarujukan pinten dangunipun wekdal ingkang kawawas kathah sanget kaginakaken kanggé migunakaken gadget, lan pilihan kegiyatan ing brayat ingkang saged kaginakaken nalikanipun mboten migunakaken gadget, upaminipun dolanan board game (ular tangga, halma, lsp.) utawi ulah raga sesarengan.












